Kadang-kadang kita memutuskan untuk memberikan kesempatan kedua untuk mantan. Tentu saja kesempatan kedua diberikan dengan harapan mantan kita akan berubah dan hubungan akan berbeda di kesempatan kedua ini. Alasan mengapa seseorang memberikan kesempatan kedua untuk mantan bisa beragam, entah itu karena kesepian, karena dibutakan oleh cinta, karena mudah memaafkan dan melupakan kenangan negatif, dsb.

Berikut ini adalah perspektif seorang ahli dalam psikologi manusia yang berfokus pada hubungan modern, yang akan membuktikan bahwa ada banyak alasan yang secara tidak sadar memengaruhi keputusan seseorang untuk kembali bersama dengan mantan kekasihnya :

  • Kembali pada mantan itu mudah

Balikan atau kembali pada mantan adalah hal termudah yang dapat dilakukan dalam hubungan asmara. Mengapa? Karena kamu dan pasangan kamu sudah saling mengetahui keinginan satu sama lain, sudah mengetahui makanan dan minuman favorit, dan juga sudah tahu kebiasaan serta kesalahan satu sama lain – ditambah lagi, mudah untuk kembali ke sesuatu yang sudah kamu kenal. Kamu pun sudah terbiasa dengan rasa sakit yang disebabkan oleh pasangan, jadi tidak ada kejutan tak terduga yang menanti di masa depan, meskipun kemungkinan untuk terluka lagi di masa depan itu tidak dapat terelakkan.

  • Orang tidak mampu mengatasi rasa kesepian

Perpisahan itu tidak mudah. Terutama jika orang spesial di hidupmu tidak lagi berada di sisi kamu. Sepanjang waktu kamu akan mempertanyakan keputusan kamu tentang putus dengan orang yang kamu cintai, memikirkan kenangan-kenangan bahagia dan hal-hal baik yang pasangan kamu lakukan untuk kamu, mengabaikan hal-hal buruk dan menyakitkan yang ia lakukan dan mengabaikan alasan mengapa kamu putus dengan pasangan kamu. Pada akhirnya, kamu pun memutuskan untuk kembali padanya.

Beberapa orang merasa takut berakhir dengan status single sepanjang hidupnya namun juga takut memulai hubungan baru dengan orang lain. Oleh karena itu, mereka berpikir akan lebih baik kembali pada orang yang menyakiti mereka daripada harus hidup sendirian.

  • Berharap mantan akan berubah lebih baik

Gagasan tentang “dibutakan oleh cinta” sering kali memang benar. Meskipun kamu tidak sadar bahwa tindakan kamu sangat berbeda dari diri kamu yang sesungguhnya, kadang-kadang kamu melupakan harga diri dan prinsip yang kamu miliki dan hanya menyerah pada harapan yang tidak realistis : “Mantan akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik”.

Mungkin kamu memberikan kesempatan kedua, ketiga atau keempat kepada mantan kamu dan memercayai mereka ketika mantan kamu mengatakan bahwa dia akan berubah. Meskipun jauh di lubuk hati kamu, kamu tahu itu sangat tidak mungkin, tapi kamu tetap menerimanya lagi. Mengapa? Karena harapan besar tentang “mantan yang akan berubah menjadi lebih baik” begitu besar hingga mengalahkan logika. Pada kenyataannya, orang jarang mengubah sifat bawaan mereka.

Apakah kamu pernah menjalin toxic relationship? Apakah kamu pikir orang yang pernah menyakiti kamu berhak mendapatkan kesempatan kedua dan mampu berubah? Pastikan untuk mempertimbangkan lagi sebelum kamu menerima mantan kamu. Jangan biarkan dirimu terus disakiti. Kamu berhak mendapatkan orang yang lebih mencintaimu.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/nggak-usah-nengok-masa-lalu-inilah-tanda-saat-mantan-pacar-sudah-move-on/

http://www.tampilcantik.com/dapat-undangan-pernikahan-mantan-haruskah-datang/

http://www.tampilcantik.com/berhentilah-membandingkan-dirimu-dengan-mantan-dari-pacarmu-kamu-dan-dia-berbeda/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Keinginan Menjalani Hubungan yang Manis seperti Bulan Madu Justru Berbahaya untuk Hubungan kamu

Tahap “bulan madu” adalah masa-masa manis di mana