Skincare kini telah menjadi kebutuhan bagi beberapa golongan masyarakat, baik wanita maupun pria. Tidak sedikit yang menjadikan skincare sebagai investasi dalam hidupnya agar mendapatkan kulit yang sehat dan mulus.

Maraknya tren penggunaan skincare ini sedikit banyak membuat berbagai spekulasi hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya dongeng dan juga hal-hal mistis yang memiliki mitos. Skincare pun juga memiliki mitos yang kebenarannya masih dipertanyakan. 

Moisturizer atau pelembab adalah salah satu produk perawatan kulit yang tidak bisa ditinggalkan penggunaannya. Banyaknya masyarakat yang menggunakan jenis skincare ini menimbulkan berbagai pendapat dan bahkan mitos yang simpang siur. Berikut adalah mitos mengenai moisturizer yang tersebar di kalangan masyarakat.

Semua jenis moisturizer itu sama saja

Bukan hanya cowok yang mendapatkan predikat “semua cowok itu sama aja!” ternyata di dunia kecantikan hal tersebut juga berlaku pada moisturizer atau pelembab. Faktanya, hal tersebut tidaklah benar. Hal ini karena produk untuk tubuh belum tentu cocok untuk penggunaan di wajah.

Seorang dermatologi dari Amerika mengungkapkan bawa wajah membutuhkan produk terpisah dari produk yang digunakan di tangan maupun kaki. Hal ini terjadi karena wajah rentan mengalami breakout atau iritasi. Jadi, sebaiknya Anda membedakan produk pelembab wajah dengan produk pelembab untuk bagian tubuh lainnya.

Moisturizer hanya digunakan jenis kulit kering

Faktanya, moisturizer merupakan produk yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan kulit yaitu sebagai penghidrasi kulit. Tugas utamanya memang untuk melembabkan kulit. Tapi jika jenis kulit normal, kombinasi dan bahkan kering tidak menggunakan moisturizer, maka tingkat kelembaban kulit juga dipertaruhkan dan bahkan bisa menyebabkan permasalahan kulit lain.

Pointnya ada di sini, penggunaan moisturizer harus diatur dan disesuaikan dengan tipe kulit seseorang. Jika kulit kering cenderung dehidrasi maka ia harus menggunakan cream moisturizer yang lebih berat daripada seseorang yang berkulit normal atau berminyak. Sedangkan untuk kulit normal dan kulit berminyak dapat menggunakan moisturizer khusus sehingga tidak menimbulkan jerawat atau kulit kering.      

Kulit berminyak tidak perlu menggunakan moisturizer

Mitos ini kebenarannya masih dipertanyakan. Tapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa kebanyakan pembersih akan menghilangkan minyak alami dari kulit Anda. Oleh karena itu Anda perlu mengganti lapisan pelindung itu. Jika Anda benar-benar ingin melewatkan langkah ini, cobalah pembersih minyak, seperti micellar water. Ini akan membuat pH kulit Anda tetap utuh

Apa pun jenis kulit Anda termasuk berminyak yang rawan berjerawat atau kering dan dehidrasi, Anda perlu menggunakan beberapa jenis pelembab untuk menjaga keseimbangan dan nutrisi kulit Anda. Perbedaannya terletak pada jenis dan jumlah pelembab yang dibutuhkan kulit Anda. 

Sementara kulit berminyak membutuhkan kelembaban paling sedikit. Lebih baik Anda tetap menggunakan moisturizer karena pelembab tetap penting untuk memberi nutrisi dan menghidrasi kulit. Saat memilih pelembab pilihlah produk yang lebih ringan seperti serum atau lotion yang menghidrasi.

Setelah mengetahui mitos-mitos seputar moisiturizer yang beredar di masyarakat, maka Anda dapat menghindari mitos-mitos yang justru dapat menyebabkan kuilt Anda menjadi rusak. Selalu bijak dalam menyaring informasi yang beredar di masyarakat ya.

Baca Juga :

REVIEW: Aishaderm Healthy White Moisturizer Body Lotion

REVIEW: Rollover Reaction Cushion Compact Tinted Moisturizer

REVIEW: Bhumi G-Alpine Hydra Lock Moisturizer

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like

5 Tips Untuk Menghentikan Mata Berair Saat Merias Wajah

Sebuah jentikan sederhana dari eyeliner dapat langsung mengubah