Produk perawatan kulit berkembang setiap hari. Perusahaan kosmetik memproduksi produk baru yang bertujuan menghemat waktu dan mudah digunakan. Salah satu produk terbaru di pasaran adalah tisu perawatan kulit. Terinspirasi oleh tisu bayi, tisu perawatan kulit adalah yang terbaru di industri kecantikan. Mereka adalah kain basah yang disimpan di segel ketat udara yang mencegahnya mengering. Tisu ini sangat berguna bila tidak ada akses ke air. Mereka digunakan untuk menghilangkan make-up dan segera membersihkan wajah dari kotoran dan kotoran. Mereka juga menyediakan khasiat disinfektan. Tisu basah mungkin sangat berguna bagi wisatawan yang sering bepergian atau malas. Tapi mereka membawa banyak kerugian juga. Berikut adalah beberapa aspek negatif dari tisu perawatan kulit favorit kamu.

  1. Mereka Sarat dengan Bahan Kimia

Tisu perawatan kulit sarat dengan bahan kimia yang membuatnya tetap lembab. Mereka mengandung sejumlah besar bahan pengawet yang mudah mengiritasi kulit sensitif. Mereka juga mengandung pewangi. Sebagian besar merek menggunakan alkohol untuk mencegah bakteri, yang pada gilirannya sangat mengeringkan kulit. Ini mengandung surfaktan untuk melarutkan make-up dan kotoran. Sering digunakan bisa menyebabkan ruam dan kemerahan.

  1. Mereka Tidak Melayani Tujuan Secara Efektif

Beberapa orang mungkin tidak menyukai gagasan untuk menggunakan tisu wajah karena mungkin tidak memberikan perasaan bersih yang maksimal. Mungkin tidak masalah jika kamu sama sekali tidak memiliki akses terhadap air, tapi jika tidak menggunakan tisu wajah mungkin tidak efektif dalam membersihkan wajah kamu. Beberapa jumlah make-up atau kotoran mungkin masih tertinggal setelah menggunakannya. Apalagi dengan menggunakan ini akan membuat kulit kamu sedikit terasa lengket. Jadi, jika tisu pembersih tidak memenuhi tujuannya, keberadaannya menjadi tidak berlaku lagi.

  1. Mereka Tidak Ramah Lingkungan

Tisu ini bisa diiklankan sebagai barang sekali pakai, tapi ternyata tidak. Ini hanya gimmick iklan yang digunakan oleh perusahaan. Mereka non-biodegradable dan menyebabkan pencemaran lingkungan di berbagai tingkatan, mirip dengan plastik. Juga, banyak orang merasa nyaman untuk hanya menyiramnya ke saluran pembuangan setelah menggunakan, yang pada gilirannya menyebabkan saluran air tersumbat. Mereka mendatangkan malapetaka ke kehidupan laut.

  1. Mereka Dapat Menyebabkan Iritasi di Sekitar Mata

Jika kamu terbiasa menghilangkan make-up mata dengan menggunakan tisu ini, pikirkan lagi. Mungkin nyaman, tapi kulit di sekitar area ini 10 kali lebih tipis dan sensitif dibanding bagian wajah lainnya. Kamu mungkin diminta untuk menggosok dengan ketat pada area mata untuk menghilangkan make-up dan ini bisa menyebabkan kamu menarik kulit kamu. Hal ini dapat menyebabkan garis-garis halus dan keriput pada akhirnya.

  1. Mereka Menyebabkan Banyak Masalah Pada Kulit

Karena kandungan alkoholnya tinggi, sering pemakaian tisu ini mengeringkan kulit. Hal ini bisa menyebabkan tanda awal penuaan muncul. Bahan pembersih keras yang digunakan di dalamnya bisa menumpuk jika tidak ditindaklanjuti dengan pembersihan yang benar dengan air. Hal ini dapat menyebabkan  komedo. Dan juga, jika kamu menggunakan tisu ini untuk menyingkirkan minyak berlebih pada kulit kamu, mereka hanya akan mengoleskan minyak ke seluruh tubuh dan bukan membersihkannya. Tidak ada jalan pintas untuk kulit sehat dan kulit bersih. Sabun dan air biasa bisa efektif pada kulit kamu. Selain itu, rutinitas perawatan kulit yang lebih sederhana, maka semakin baik. Bahan kimia memiliki pengaruh buruk pada kulit kita. Mungkin ide yang bagus untuk membatasi penggunaan tisu ini hanya pada situasi darurat.

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

10 Ide Permainan Bridal Shower Menyenangkan yang Akan Disuka Tamu Anda

Dari merencanakan pesta lajang hingga memastikan pengantin wanita