Setelah anak tumbuh cukup besar dan memungkinkan untuk memiliki kamar sendiri, tentu orang tua perlu memberikan kamar sendiri untuk anak. Tidak mungkin anak akan tidur bersama orang tua selamanya, bukan?

Nah, dalam menyiapkan kamar anak, ada hal-hal yang perlu diperhatikan demi kenyamanan dan keselamatan anak. Sayangnya, masih banyak orang yang menata kamar anak dengan cara yang salah. Berikut adalah kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua saat mendesain kamar anak :

  1. Menggunakan box bed

Alih-alih membeli box bed untuk bayi kamu yang pada akhirnya akan dibuang saat dia sudah lebih besar nanti, sebaiknya kamu memilih tempat tidur setinggi lantai yang akan memberikan lebih banyak kebebasan pada anak, terutama saat mereka sudah bisa bergerak sendiri. Tentu saja kamu memerlukan beberapa pengaman seperti karpet empuk, banyak bantal, dan lainnya untuk memastikan keamanan anak. Namun, tempat tidur setinggi lantai jelas menjadi pilihan yang lebih baik daripada box bed.

  1. Mengisi kamar anak dengan banyak furnitur

Ingatlah bahwa ruangan anak cenderung lebih kecil daripada ruangan lainnya, untuk itu, kamu perlu menata barang-barang di kamar anak sedemikian rupa agar tetap rapi dan muat. Jangan masukkan banyak furnitur yang hanya akan membuat ruang kamar anak jadi makin sempit. Karena, anak butuh ruang yang lebih luas untuk bermain dan bergerak bebas.

  1. Memilih furnitur yang berbahaya

Di kamar anak, kamu harus memikirkan detail terkecil demi memastikannya semua furnitur seaman mungkin. Tali dan gorden yang longgar, misalnya, dapat berbahaya jika ada orang, termasuk kamu, yang terjerat lalu jatuh. Furnitur dan karpet yang tidak diamankan juga bisa menimbulkan gundukan dan membuat anak jatuh. Solusinya, rekatkan karpet dengan selotip kuat pada lantai agar karpet tidak mudah berpindah dan menggulung. 

  1. Hanya ada satu lampu di kamar anak

Pencahayaan adalah kunci saat mengatur ruang apa pun di rumah, terutama kamar anak. Jangan hanya memasang satu sumber cahaya di kamar anak. Pertimbangkan beberapa sumber cahaya dengan variasi. Misalnya, lampu untuk hiasan, lampu utama, dan lampu tidur. Pencahayaan yang baik dan bervariasi akan membantu anak yang masih takut gelap. 

  1. Tidak melindungi dinding

Semua orang yang punya anak kecil tentu tahu bahwa anak sangat suka mencoret-coret dinding dengan pensil warna, krayon, spidol, dan lain-lain. Jangan hentikan proses kreatif mereka, tapi lindungi dinding kamu dengan menempelkan kertas lebar pada seluruh dinding, misalnya. Atau kamu juga bisa membeli cat khusus yang memungkinkan kamu untuk menghapus gambar anak. 

  1. Mengisi ruangan dengan warna tertentu

Selera anak bisa berubah dengan cepat, termasuk makanan yang mereka sukai, mainan favorit, dan juga warna favorit. Untuk itu, hindari untuk memilih satu tema warna dalam mendekorasi kamar anak. Hanya karena kamu suka warna biru, bukan berarti kamu bisa mengisi kamar anak dengan barang-barang serba biru, cat biru, gorden biru, dan lain-lain.

Cobalah untuk membuat desain yang seimbang. Pilih cat dinding dengan warna netral untuk menonjolkan aksen warna melalui elemen lain seperti seprei, bantal, lemari, dan lain-lain.  

Baca Juga :

5 Rahasia Sederhana untuk Rumah Bersih dan Cantik

Awas, Jangan Sampai Kamu Membuang Barang-Barang Ini ke Dalam Toilet!

Buat Dapur Bersih Berkilau Tiap Hari Dengan Langkah Mudah Ini!

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Ikuti 4 Tips Ini Agar Masakan di Rumah Terasa Seperti Masakan Restoran

Siapa yang tidak suka makanan lezat di restoran