Tahukah kamu, beberapa masalah kronis yang paling serius seperti mulas dan nyeri punggung dapat disebabkan oleh posisi tidur yang salah.  Meskipun kita semua tahu betapa pentingnya untuk menikmati tidur nyenyak di malam hari, tapi kita perlu mempertimbangkan tentang apa yang terbaik untuk tubuh kita. Berikut beberapa masalah kesehatan yang berhubungan dengan posisi tidur yang salah :

  • Perut Mulas

Tidur dengan miring di sebelah kanan atau berbaring tengkurap dapat menyebabkan masalah yang disebut Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau memperburuk masalah ini bagi siapa saja yang sudah mengalaminya.

Hal ini terjadi ketika asam dan isi dari lambung naik ke kerongkongan.  Katup yang mencegah asam keluar kembali dari daerah lambung tidak dapat terkontrol dengan baik karena gravitasi pada posisi menyebabkan isi lambung dibawa ke dasar kerongkongan, menyebabkan mulas, kesusahan, rasa asam di dalam perut,  bau mulut, dan kadang-kadang bahkan nyeri dada.

Tidurlah di sisi kiri dan tambahkan tanjakan di bagian atas tubuh kamu. Dalam posisi ini, perut berada pada posisi yang tepat sehingga makanan tetap berada di tempat yang tepat.

  • Gangguan Kesehatan Tulang Belakang

pada punggung dan tulang belakang sepanjang malam dalam postur tidur miring di sebelah kanan akan sangat ekstrem karena sebagian besar dari berat badan kamu berada di bagian-bagian tubuh itu.  Tulang belakang tidak diatur dalam posisi alami dan inilah yang sering menimbulkan gangguan kesehatan.

Jika kamu tidak dapat tidur di posisi lain, maka kamu dapat menyesuaikan posisi tidur ini dengan cara membantu tulang belakang kamu melengkung secara alami.  Coba letakkan 2 bantal di bawah tubuh kamu, satu di bawah panggul dan satu  di bawah kepala kamu.  Namun, posisi tidur terbaik untuk mengurangi sakit punggung adalah melakukan hal yang sama saat berbaring telentang.

  • Masalah Leher Kronis

Mustahil bernafas dengan benar saat tidur tengkurap jika kamu tidak memutar leher ke samping. Posisi tidur ini dapat menyebabkan masalah leher kronis, seperti cakram hernia, karena kepala dan tulang belakang kamu tidak sejajar dan leher kamu dipaksa untuk dipelintir. Rangkaian tulang di sumsum tulang belakang dilindungi oleh disk.  Posisi tidur yang buruk dan konstan dapat merusak bagian gelatin dari cakram-cakram itu dan menyebabkan nyeri kronis.

Sebaiknya, kamu tidur telentang, karena posisi ini adalah posisi paling alami untuk seluruh tubuh kamu.  Dokter menyarankan posisi ini untuk orang yang mengalami nyeri tulang belakang kronis akibat radang sendi. 

  • Kerutan Wajah

Tidur dengan posisi miring ke samping tentu akan membuat satu sisi wajah kamu tertekan di atas bantal. Penelitian telah menunjukkan bahwa posisi miring adalah bencana untuk wajah kamu karena tekanan yang diberikan pada kedua sisi kulit wajah dapat menyebabkan kerutan seiring berjalannya waktu. Sebaiknya kamu tidur telentang untuk menghindari kerutan. Dengan begitu wajah kamu tidak didorong di atas bantal dan pori-pori kulit kamu bisa bernafas.

  • Tekanan Pada Payudara

Sebagai seorang wanita, sangat penting untuk mengetahui posisi mana yang sebaiknya dihindari untuk menjaga kesehatan payudara.  Para ahli mengatakan bahwa dengan posisi tengkurap, kamu memberikan tekanan yang tidak perlu pada dada kamu yang dapat menyebabkan rasa sakit dalam beberapa kasus.  Di sisi lain, tidur dengan posisi miring dapat menyebabkan payudara kendur seiring waktu, karena gravitasi secara alami menariknya ke bawah. Solusinya adalah, kamu harus tidur terlentang. Posisi terlentang akan membantu kamu menjaga payudara tetap rileks.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/kebiasaan-buruk-sebelum-tidur-yang-dapat-menyebabkan-jerawat/

http://www.tampilcantik.com/mau-tidur-kamu-berkualitas-coba-ini-deh/

http://www.tampilcantik.com/4-hal-yang-membahayakan-jika-kamu-olahraga-malam-sebelum-tidur/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Alasan Mengapa Kamu Harus Ikut Berperang Melawan Virus dengan tetap #DiRumahAja

Wabah Virus Corona (COVID-19) sudah semakin meluas hingga