Cinta bukan sebuah ilmu pasti. Pikiran untuk mendengar pasangan kamu mengatakan “I Love You” untuk pertama kalinya dapat mengirimkan euforia ke seluruh tubuh kamu. Saat kamu tertarik pada seseorang, kata-kata itu sering kali berdering sebagai ritus peralihan menuju keintiman yang lebih dalam — suatu tahap hubungan yang penting. Jadi apa yang kamu lakukan jika pikiran-pikiran tentang jatuh cinta mendesis liar di dalam diri kamu? Rasanya ingin sekali mengutarakan, tetapi kamu mungkin terperangkap dalam pertanyaan, “Haruskah aku mengatakan aku mencintainya?”

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum kamu mengutarakan perasaan kamu :

  • Pertimbangkan Hal-Hal Penting Ini Sebelum Mengutarakan Cinta

Di zaman modern, ada banyak hal yang terus-menerus menarik perhatian kita, mulai dari hubungan terbuka hingga menggoda orang asing di media sosial dan aplikasi kencan. Jika seseorang bersedia untuk menjadi orang spesialmu, atau setidaknya menganggap kamu sebagai mitra utama atau prioritas, maka itu pertanda baik bahwa ada kedalaman hubungan yang setidaknya mengarah pada cinta.

Di sisi lain, kamu perlu membayangkan bagaimana perasaan kamu jika perasaanmu tidak dibalas. Dalam banyak situasi, mungkin kamu sangat ingin mengakui kebenaran bahwa kamu menyukai, tertarik, atau bahkan mencintai seseorang. Mungkin kamu merasa seolah-olah tidak bisa menahannya lagi. Sementara kamu berharap dan menanti jawaban, kamu harus siap dengan kemungkinan menyakitkan seperti cinta yang tak terbalas.

  • Sebelum utarakan cinta, tanyakan pada diri sendiri: apakah kamu yakin itu cinta?

Hanya karena kamu dan pasangan memiliki ketertarikan satu sama lain dan berbagi rasa saling suka, tidak berarti kamu telah memasuki sesuatu yang kompleks dan tahan lama seperti cinta. Terlalu banyak orang menyatakan cinta mereka selama tahap “bulan madu” atau tahap awal hubungan. Padahal, dalam kebanyakan kasus, kamu mungkin belum tahu apa yang kamu rasakan karena dalam fase ini, banyak orang yang dibutakan oleh kegembiraan. Ya, kamu memang harus menikmatinya, tetapi jangan terlalu cepat untuk menyebutnya sebagai cinta.

Cinta tidak selalu sinematik. Cinta terjadi ketika pasangan kamu mendengar kamu batuk dari kamar mandi saat tengah malam kemudian dia segera beranjak dari tempat tidur untuk membawakan kamu segelas air. Atau ketika orang tuamu sakit, dan pasanganmu membatalkan rencana liburannya hanya untuk berada di sisimu sehingga kamu tidak harus menanggung beban berat sendirian. Cinta jauh lebih penting daripada seks dan hal sinematik lainnya. Cinta adalah rela berkorban.

  • Wanita bisa dan boleh menyatakan cinta terlebih dahulu.

Generasi merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan ketika datang ke gaya mengekspresikan cinta, meskipun pertanyaan tentang gender tidak begitu relevan di zaman modern seperti ini. Baik pria dan wanita berusia 20-an dan awal 30-an lebih sadar akan pilihan mereka, dan bahkan mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk berkomitmen, secara umum. Penelitian menunjukkan bahwa pria di generasi muda mampu mengekspresikan emosi mereka secara lebih bebas, serta menerimanya dengan lebih nyaman. Jadi, tidak akan menjadi masalah atau mengkhawatirkan para pria dari generasi muda jika pasangan wanitanya mengatakan “Aku mencintaimu” terlebih dahulu.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/5-tanda-kamu-terjebak-toxic-relationship/

http://www.tampilcantik.com/tahukah-kamu-kencan-kedua-jauh-lebih-penting-daripada-kencan-pertama/

http://www.tampilcantik.com/tanda-tanda-hubungan-ldr-kamu-tidak-akan-bertahan-lama/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

7 Tanda Ini Menunjukkan Kamu dan Pasangan Memiliki Kepercayaan yang Kuat Satu Sama Lain

Ahli hubungan, Tim Lott mengatakan, ada 3 aspek