Hmmm, jawaban dari pertanyaan ini bisa jadi mengejutkanmu.

I love you, I hate you, I hate that I love you. Kamu pasti sering sekali mendengar lagu-lagu dengan lirik semacam itu. Atau kamu mungkin memang mengalami perasaan itu? Banyak pepatah mengatakan… Cinta dan benci itu beda tipis. Dalam sebuah perkumpulan wanita, entah itu komunitas ibu-ibu murid, atau arisan, jika kamu bertanya pada mereka, Apakah mereka pernah membenci pasangan, jangan heran jika hampir 80% dari mereka akan mengatakan “Ya”. Sebenarnya mengapa hal ini bisa terjadi? Apa yang harus dilakukan jika perasaan-perasaan seperti ini muncul?

Berikut adalah saran hubungan untuk kamu yang saat ini sedang membenci pasangan namun ingin tetap mempertahankan keluargamu :

  1. Ingat, Membenci Pasangan Itu Wajar

Pertama, mari kita bicara tentang kata “benci”. Hanya karena kamu mengatakan bahwa kamu membenci seseorang, bukan berarti kamu sungguh-sungguh dengan kata itu. Dr. Juliana Morris, seorang pakar hubungan mengatakan bahwa pasangan sering menggunakan kata “benci” untuk seseorang atau sesuatu yang mereka anggap sangat menjengkelkan. Sangatlah normal untuk memiliki perasaan jengkel yang dalam. Karena jika kamu menghabiskan banyak waktu dengan seseorang, terutama seintim hidup bersama, kamu akan mengetahui semua keanehannya.

  • Kadang, Membenci Pasangan adalah Hal yang Baik

Mengapa membenci adalah pertanda yang baik? Ketahuilah bahwa ada banyak pasangan yang tidak memiliki waktu bersama-sama, bahkan hidup terpisah. Mereka tidak memiliki cukup waktu bersama untuk bisa mengalami berbagai peristiwa dan merasakan rasa benci satu sama lain. Jika kamu tidak memiliki rasa benci terhadap pasangan, hal itu justru mengindikasikan bahwa kamu memerlukan lebih banyak quality time bersamanya. Mengapa? Karena kalau kamu tidak pernah melalui fase-fase benci, kesal bahkan jijik dengan pasangan, berarti kamu belum bisa menembus dark side dari pasanganmu.

  • Kamu Memiliki Peran dalam Love And Hate Relationship

Kini kita tahu bahwa perasaan benci sebenarnya adalah cover dari emosi-emosi lain. Sebaiknya, ketika kamu merasa benci, lihatlah ke dalam, tanyalah pada dirimu sendiri, “Kebutuhan apa yang belum terpenuhi saat ini?” “Apa yang membuatku benci/marah/kesal?”. Luangkanlah waktu untuk dirimu sendiri sehingga kamu bisa tenang dan merasa lebih dicintai. Kamu harus menjaga dirimu, mencintai dirimu terlebih dahulu jika ingin membawa cinta dalam hubunganmu.

  • Cobalah untuk Fokus pada Hal Positif

Kebiasaan lama pasangan yang mungkin membuatmu jengkel memang sulit untuk diubah. Salah satu hal yang bisa dilakukan saat perasaan benci mulai muncul adalah dengan mengubah pikiran kamu. Alih-alih fokus pada hal yang kamu benci dari pasangan, cobalah untuk fokus pada hal yang manis. Kamu bisa membuat daftar hal-hal manis, romantis, baik, dan mengesankan yang pasanganmu lakukan. Hal ini akan membantumu.

  • Pertimbangkan Terapi

Terkadang, perasaan benci hanya terjadi secara singkat dan akan hilang dengan sendirinya. Tetapi jika perasaan ini berlarut-larut dan berkelanjutan, kamu dan pasangan harus mencari bantuan untuk mengatasi masalah rumah tangga kalian. Membicarakan masalah dengan serang terapis atau konselor yang terpercaya akan membantu kalian untuk memahami lebih dalam tentang masalah yang ada dan memperbaikinya. Kalian akan menemukan jawaban apakah ini saatnya untuk berpisah atau hubungan ini masih bisa dipertahankan dan diperbaiki.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/mau-jadikan-pria-jatuh-cinta-hanya-dari-chatting-ini-dia-caranya/

http://www.tampilcantik.com/datang-ke-nikahan-mantan-itu-nggak-masalah-beneran-deh/

http://www.tampilcantik.com/inilah-alasan-mengapa-ldr-sulit-dijalani-kamu-siap/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

8 Hal yang Saya Pelajari dalam 15 Tahun Usia Pernikahan

Sebuah kesaksian dari Anne Roderique-Jones, seorang penulis freelance