Keputusan untuk berkeluarga bukanlah perkara mudah. Sebelum memutuskan untuk menikah, tentu kamu dan pasangan harus sama-sama yakin bahwa kalian akan menghabiskan sisa hidup bersama-sama, tertawa dan menangis bersama, dan selalu ada untuk satu sama lain apa pun yang terjadi.

Kemudian, ketika memutuskan untuk mempunyai anak, pasangan suami istri juga harus memegang komitmen yang kuat agar dapat mengasuh anak bersama-sama. Tidak cukup dengan fondasi finansial yang kokoh, namun sebagai orang tua kamu juga harus siap secara emosional. 

Kedewasaan emosional sangat diperlukan dalam mengasuh anak. Sebab, dewasa secara emosional berarti mengetahui bagaimana cara mengendalikan emosi diri, berani bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan,  dan mampu menerima pendapat atau sudut pandang orang lain dengan lapang.

Sayang sekali, pertimbangan tentang kedewasaan emosional masih kerap diabaikan oleh para pasangan muda. Untuk itu, kenali tanda-tanda orang tua yang belum dewasa berikut ini dan perbaiki diri jika kamu merasa melakukan salah satu hal dari daftar ini : 

  1. Hanya memedulikan kebutuhan fisik anak 

Orang tua yang belum dewasa secara emosional mungkin sudah cukup hebat dalam memenuhi kebutuhan fisik anak, mulai dari menyiapkan makanan, memberikan fasilitas pendidikan dan bermain yang memadai, sampai merawat anak ketika sedang sakit (fisik).

Namun, sering kali mereka tidak mampu memberikan dukungan secara emosional pada anak. Ketika anak menunjukkan ketidaknyamanan akan sesuatu, kesal karena sesuatu, atau ketika anak ingin bercerita tentang sesuatu yang mengganggu pikiran mereka, orang tua tidak menanggapi hal tersebut. 

  1. Tidak dapat menoleransi perbedaan

Jika kamu berpikir bahwa kamu adalah orang yang paling benar dan paling berkuasa di rumah, maka kemungkinan besar kamu belum mampu menoleransi perbedaan. Hal ini bisa jadi tanda bahwa kamu adalah orang tua yang belum dewasa secara emosional. Kamu tidak bisa menerima pendapat yang berbeda, termasuk pendapat anak kamu. 

Padahal, komunikasi dua arah dengan mempertimbangkan pendapat dan sudut padang anak adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan sebagai orang tua. 

  1. Bertingkah kekanak-kanakan

Orang tua yang belum dewasa cenderung kesulitan mengekspresikan dan mengendalikan emosi mereka. Akibatnya, mereka kerap bertingkah kekanak-kanakan, seperti melampiaskan kemarahan pada anak, padahal sebenarnya sumber kemarahan tidak ada hubungannya dengan anak. Apakah kamu pernah bersikap kekanak-kanakan di depan anak?

Anehnya, orang tua yang belum dewasa beranggapan bahwa semua orang, termasuk anak, harus bisa memahami perasaan mereka. Padahal, mereka sendiri tidak pernah mengomunikasikan dengan baik perasaan mereka dan sering kali tidak peduli atau toleran terhadap perasaan anak.

  1. Sering menyerang anak

Kebiasaan ini sebenarnya masih termasuk dalam sikap kekanak-kanakan. Coba lihat ke dalam diri kamu. Apakah kamu pernah melampiaskan amarahmu dengan menyerang atau berteriak kepada anak? Jika iya, maka kamu belum mampu mengekspresikan dan mengendalikan emosi dengan baik.

Orang tua yang belum dewasa secara emosional cenderung sulit mengelola emosinya dan tidak bisa sabar dalam menghadapi segala sesuatu. Mereka akan menyalahkan anak atas segala hal yang terjadi di luar rencana. Dalam hal ini, anak akan menjadi korban ketidakdewasaan orang tuanya. 

  1. Sikap tidak konsisten atau tidak stabil

Kondisi mental atau emosional orang tua yang belum dewasa sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Suasana hati sangat mudah berubah, sehingga membuat anak menjadi bingung. Misalnya, ibu terlihat ceria dan penuh semangat di pagi hari, lalu pada sore hari, ibu tiba-tiba menjadi suka marah-marah. Awalnya, anak dibiarkan untuk bermain dengan teman atau menonton televisi, lalu tiba-tiba karena suasana hati ibu sedang buruk, anak dilarang melakukan hal itu.

Sikap tidak konsisten ini akan sangat membingungkan bagi anak. Tidak hanya merasa kesal, lama-kelamaan anak juga akan kehilangan kepercayaan pada kamu.

Baca Juga :

8 Tanda Kamu Dibesarkan oleh Orang Tua yang Narsis

6 Alasan Mengapa Anak Tidak Merasa Dekat dengan Orang Tua

Ternyata Ini Alasan Mengapa Beberapa Anak Tidak Mirip Orang Tuanya

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Ini Gaya Rambut Terbaik Untuk Wanita Usia 20-an sampai 70-an!

Semua wanita pasti pernah mengalami saat di mana