Kamu pasti punya deodoran di rumah kan?

Bagaimana kamu biasa menggunakan deodoran?

Kebanyakan orang menggunakan deodoran di ketiak untuk mengurangi keringat dan bau tidak sedap yang muncul setelah beraktivitas. Padahal, sebenarnya deodoran memiliki berbagai fungsi, loh. Penasaran apa saja fungsi deodoran dan di mana kamu bisa mengoleskannya? Yuk, simak daftar berikut ini :

  1. Aplikasikan deodoran ke kaki kamu

Bagi kamu yang menghabiskan sepanjang hari dengan memakai sepatu, pasti tahu betapa menderitanya kaki yang berkeringat. Pasalnya, jika kaki kamu berkeringat, area kaki pasti akan memunculkan bau tak sedap yang mengganggu.

Bukan hanya bau tak menyenangkan, tapi kaki kamu juga akan dipenuhi kuman dan bakteri. Nah, selain menjaga kebersihan kaki, ada satu hal yang bisa kamu lakukan.

Kamu bisa menyemprotkan atau mengoleskan deodoran kamu. Deodoran akan membantu kamu menjaga kaki kamu tetap segar dan kering sepanjang hari.

  1. Aplikasikan deodoran di bawah payudara kamu

Wanita dengan payudara berukuran besar, sering menghadapi masalah keringat di bawah area dada. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa menggunakan deodoran di bawah payudara agar area tersebut tetap kering lebih lama. 

Jika kamu khawatir bahan kimia di deodoran akan mengiritasi kulit, kamu bisa memilih deodoran alami yang bebas bahan kimia.  

  1. Aplikasikan deodoran di paha bagian dalam

Kaki kita bisa berkeringat saat cuaca sedang panas atau ketika kita beraktivitas berat. Kaki berkeringat juga bisa jadi efek samping dari berbagai kondisi yang mungkin kita alami, misalnya diabetes atau gangguan kecemasan. 

Keringat berlebih di bagian kaki, terutama area paha bagian dalam, bisa menyebabkan gatal, iritasi, dan lecet. Oleh karena itu, akan berbahaya jika kamu terus menerus mengenakan jeans atau celana ketat lainnya.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa mengoleskan deodoran ke paha bagian dalam. Ingat, kamu harus hati-hati memilih deodoran, dan hati-hati saat mengaplikasikannya. Jangan sampai deodoran yang kamu oleskan menyentuh area pribadi dan sensitif kamu. 

  1. Aplikasikan deodoran di tumit kamu

Terkadang kaki kita, terutama area tumit, membutuhkan waktu ekstra untuk terbiasa dengan sepatu baru. Tumit sering lecet karena gesekan yang membuat kaki kamu jadi sakit saat memakai sepatu baru. 

Nah, di sinilah deodoran dapat menyelamatkan kamu. Dengan mengoleskan sedikit deodoran pada tumit, kamu dapat meminimalkan gesekan yang membuat tumit kamu sakit.

  1. Aplikasikan deodoran di area tubuh yang dicukur

Kemerahan atau iritasi bisa terjadi setelah kamu mencukur kaki, area bikini, dan ketiak. Nah, jika kamu tidak bisa mendapatkan ekstrak lidah buaya untuk mengurangi iritasi, maka ambil saja deodoran kamu. 

Tapi ingat, deodoran untuk mengurangi iritasi akibat mencukur harus deodoran yang tidak mengandung parfum. Deodoran non parfum akan meredakan gatal dan iritasi dalam waktu 2 hari. 

Temukan deodoran yang bebas alkohol dan mengandung bahan pelembab, ya!

  1. Deodoran untuk mengurangi iritasi akibat gigitan nyamuk

Naluri pertama kebanyakan orang terhadap bekas gigitan nyamuk adalah menggaruknya. Bagaimana tidak, rasa gatal dari gigitan nyamuk memang sangat mengganggu. Bahkan, ada yang membuat kulit jadi perih.

Tapi, tahukah kamu? Ternyata lebih efektif jika kamu menampar bekas gigitan nyamuk, alih-alih menggaruknya. Atau, kamu juga bisa mengoleskan es batu untuk meredakan gatal.

Selain menggunakan es batu, kamu juga bisa memakai deodoran roll-on dan mengoleskannya pada area yang terkena gigitan nyamuk. Deodoran mengandung aluminium klorida, yang mengurangi rasa gatal dan kemerahan.

  1. Deodoran untuk menghilangkan cat kuku

Kebanyakan pembersih cat kuku atau aseton mengandung bahan kimia yang dapat mengeringkan kuku. Itulah mengapa, kamu harus mencari alternatif lain. Nah, salah satu alternatifnya adalah menggunakan deodoran untuk menghapus cat kuku.

Kamu bisa menyemprotkan deodoran pada kuku kamu dari jarak yang sangat dekat dan kemudian menggosok cat dengan kapas. Mungkin perlu beberapa saat atau kamu mungkin harus mengulangi prosesnya. Tapi, setidaknya deodoran lebih aman daripada aseton. 

Baca Juga :

5 Deodoran Alami yang Bisa Kamu Buat Sendiri di Rumah

Penggunaan Deodoran Untuk Bau Badan, Amankah?

Deodoran Bisa Jadi Penyebab Kanker Payudara. Benarkah Demikian?

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Sebenarnya Perlu Mandi Berapa Kali Sih Dalam Sehari? Ini Jawabannya

Kebiasaan mandi seseorang bisa berubah-ubah berdasarkan mood dan