Di dunia ini ada orang-orang yang pandai berbicara dan memiliki nada persuasif dalam setiap kata yang diungkapkannya, tapi ada juga orang-orang yang kesulitan mengungkapkan opini atau sekedar mengungkapkan apa yang ia rasakan dan ia pikirkan. Padahal sebenarnya, dengan menguasai dasar-dasar seni persuasi dan belajar memotivasi orang lain, kamu bisa melakukan hal-hal yang menguntungkan kamu. Terdapat aturan umum untuk mengungkapkan kalimat yang akan membuat orang lain menerima sudut pandang kamu.

Berikut adalah beberapa tips yang akan membantu kamu mengekspresikan pikiran kamu dengan jelas dan mendapatkan apa yang kamu inginkan :

  • Singkirkan generalisasi

Jangan menggunakan kata-kata seperti “tidak pernah,” “setiap,” “semua,” dan “selalu” dalam pidato kamu dan usahakan untuk lebih spesifik. Pikirkan apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang menjadi perhatian, dan kapan itu terjadi.

Contoh :

“Maaf, aku selalu terlambat” dapat diganti dengan “Terima kasih sudah sabar menungguku”.

  • Tentukan waktu dan tanggal yang pasti

Jika kamu sedang menjanjikan sesuatu, pastikan kamu memberikan keterangan waktu dan tanggal yang pasti.

Contoh :

Gantilah kalimat, “Aku akan mengembalikan uangmu sekitar akhir minggu ini” dengan kalimat, “Aku akan mengembalikan uangmu hari Sabtu minggu ini”.

  • Hindari kata “tapi”

Tahukah kamu, dalam berbicara dengan seseorang, kata “tapi” bisa mencoret dan menghancurkan semua kalimat yang dikatakan sebelum kamu menggunakan kata ini.

Contoh :

“Bunga lili ini sangat cantik, tapi aku suka bunga mawar” gantilah dengan kalimat, “Bunga lili ini sangat cantik dan aku juga suka bunga mawar”

  • Ajukan pertanyaan terbuka

Jangan mengajukan pertanyaan tertutup yang hanya dapat dijawab dengan kata “ya” dan “tidak”. Ajukan pertanyaan tentang kapan dan bagaimana sesuatu terjadi untuk mendapatkan informasi yang berharga.

Contoh :

“Bisakah kita bertemu malam ini?” dapat diganti dengan “Kapan kamu ada waktu luang? Aku ingin bertemu denganmu”

  • Tunjukkan kepada orang yang kamu ajak bicara bahwa kamu sedang mencoba menyelesaikan masalah

Ajukan pertanyaan klarifikasi dan perlihatkan kepada orang lain bahwa kamu juga sedang mencoba menyelesaikan masalah yang kalian hadapi.

Contoh :

“Astaga, lagi-lagi kamu salah!” coba ganti kalimat itu dengan ini, “Hmmm, bagaimana ini bisa terjadi? Ayo, kita coba cari solusinya”

  • Hindari konstruksi negatif yang tipikal

Ubah frasa negatif menjadi frasa positif. Nyatakan apa yang kamu inginkan dengan jelas. Ini akan membantu kamu memusatkan perhatian pada tujuan yang diinginkan.

Contoh :

“Sebenarnya aku tidak ingin mengganggu waktu berhargamu” gantilah kalimat itu dengan kalimat ini “Terima kasih atas waktumu”

  • Mulai permintaan kamu dengan “Saya akan berterima kasih …” saat meminta bantuan

“Bisakah kamu …” dan “Saya berterima kasih jika kamu …” adalah kalimat yang sangat mudah untuk diucapkan, dan frasa ini menghasilkan keajaiban ketika kamu meminta tolong pada seseorang.

Contoh :

“Kamu harus membantuku, kemarilah sekarang!” ganti dengan kalimat “Aku akan sangat berterima kasih jika kamu bisa membantuku dengan segera”

  • Katakan “tidak sekarang” jangan katakan “tidak”

Kata “Tidak” akan mendorong orang untuk menjauh. Katakanlah “tidak sekarang” atau “jangan sekarang” untuk menggantikan kata “tidak”

Contoh :

“Ibu tidak punya waktu untuk itu” gantilah dengan kalimat “Jangan sekarang. Tunggu sampai Ibu menyelesaikan pekerjaan ini”.

Manakah dari peretasan komunikasi ini yang akan kamu lakukan?

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/4-tanda-tanda-penuaan-terjadi-pada-rambut-menurut-pendapat-para-ahli/

http://www.tampilcantik.com/perbedaan-pendapat-dalam-suatu-hubungan-memang-wajar-berdamailah-dengan-pasangan-kamu-dengan-cara-ini/

http://www.tampilcantik.com/pasanganmu-tak-pernah-memuji-bukan-berarti-tidak-cinta-ini-pendapat-psikolog/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Pentingnya Memeluk Anak Secara Teratur

Sudahkah kamu memeluk anak kamu hari ini? Tentu