Setiap wanita pasti mengalami maa menopause, dimana menstruasi akan berhenti secara permanen. Kondisi ini umumnya diketahui dan didiagnosis setelah wanita tidak lagi mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Umumnya, menopause terjadi apda wanita yang telah memasuki usia 40-50 tahun.

Tak perlu panik, karena menopause sendiri adalah proses alami, namun kondisi ini umumnya disertai dengan gejala-gejala seperti sensai panas yang menjalar pada tubuh bagian atas serta ditambah gejala emosional yang menyebabkan adanya gangguan tidur serta perubahan suasana hati.

Gejala Menopause

Umumnya menopause terjadi bertahap dimana akan melewati masa perimenopause (beberapa bulan dan beberapa tahun sebelum masa menopause). Selama masa transisi ini indung telur akan memproduksi indung telur yang bervariasi. Terjadinya perubahan homon ini akan menimbulkan gejala seperti:

  1. Pada umumnya, menopause terjadi secara bertahap. Masa berbulan-bulan atau bertahun-tahun menjelang menopause disebut sebagai perimenopause atau masa transisi menopause.
  2. Tidak teraturnya menstruasi.
  3. Vagina yang kering.
  4. Adanya sensasi panas (hot flases) yang menjalar ke seluruh tubuh.
  5. Keringat yang berlebih di malam hari ditambah adanya gangguan tidur.
  6. Perubahan mood atau suasana hati.
  7. Kesulitan untuk fokus dan mengingat sesuatu, bahkan kesulitan untuk memilih kata-kata saat berbicara.

Itulah beberapa gejala yang umumnya dialami oleh seseorang yang sedang mengalami masa menopause. Gajalanya dapat berbeda-beda pada setiap orang sebelum nanti akhirnya berhenti sepenuhnya

Selama perimenopause, seringkali siklus mentaruasi tidak teratur. Kadang, menstruasi tidak terjadi selama satu bulan dan nanti muncul kembali atau tidak terjadi selama beberapa bulan sebelum siklus bulanan kembali berlangsung sementara waktu.

Pada tahap awal menopause, siklus mentruasi cenderung lebih pendek, sehingga jarak menstruasi menstruasi mungkin lebih rapat. Menjelang menopause, batulah jarak antar menstruasi menjadi lebih lama sebelum akhirnya berhenti total.

Selama masa perimenopause, kehamilan masih memungkinkan terjadi, namun jika Anda tidak yakin apakah telatnya mestruasi ini bukan akrena menopause, ada baiknya Anda segera ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan Harus Menemui Dokter

Tetaplah berkonsultasi dengan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan rutin maupun masalah medis lainnya baik sebelum, selama, maupun setelah menopause. Segera temui tenaga medis, terutama jika Anda mengalami pendarahan vagina setelah menopause.

Tetaplah berkonsultasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan kesehatan rutin maupun masalah medis lainnya, baik sebelum, selama, maupun setelah menopause. Segeralah temui tenaga medis jika Anda mengalami perdarahan vagina setelah menopause.

Penyebab Menopause

Menopause sendiri dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya:

Penurunan hormon yang terjadi secara alami. Saat usia memasuki akhir 30-an, ovarium (indung telur) akan memproduksi hormon estrogen dan progesteron (yang mengatur haid) dalam jumlah yang semakin sedikit. Rendahnya kadar hormon ini akan memuat peluang untuk hamil semakin sedikit.

Siklus haid mungkin akan menjadi lebih lama dan singkat saat memasuki usia 40 an. Haid akan lebih singkat atau lebih lama, setelah itu lama kelamaan ovarium akan berhenti melepaskan sel telur hingga haid berhenti. Rata-rata hal ini terjadi pada seseorang yang berusia 51 tahun

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Cara Meremajakan Kulit Tangan Agar Nampak Lebih Muda (Bagian II) – end

Setelah mengetahui tanda penuaan pada tangan di bagian