“Maaf, aku bisa agak sedikit heboh,” kata Beth Ditto dengan aksen Selatannya yang kental, meminta maaf untuk semua jawaban terhadap semua pertanyaan yang dilemparkan kepadanya seperti –apa yang menginspirasinya untuk membuat lini pakaian untuk plus size?-yang dimana ia respon dengan anekdot yang ia lakukan seumur hidupnya. Terlahir dengan nama Mary Beth Patterson, seorang anak gemuk yang hidup di sebuah trailer di daerah Searcy, Arkansas, Ditto menjadi seorang panutan dengan menjadi vokalis dari dance punk trio Gossip (yang bubar pada tahun 2012), dan diketahui dengan hits lagu seperti Standing in the Way of Control dan Heavy Cross yang juga difitur di iklan J’Adore Dior. Ia menjadi pembuka untuk runway show Jean Paul Gaultier pada tahun 2010 bersama Sandra Bern-hard dan Bette Midler, mengenakan frill-covered corset, di acara kampanye Marc Jacobs’s spring 2016. Tetapi Ditto bilang, seringkali ia masih merasa seperti gadis yang selalu ketinggalan fashion. “Aku telah berukuran segini seumur hidupku,” kata Ditto. “Ketika aku diundang untuk acara fashion show, aku masih gadis tersebut yang harus lebih kreatif dan mencari cara agar semuanya berjalan lancer untuk aku. Seperti, mereka akan mengirimkan kamu kaos dan kamu harus membuatnya tampak sempurna untuk front row. Beruntungnya, aku telah melatih diriku sendiri beberapa tahun terakhir ini.” Lini pakaiannya yang luar biasa ini diluncurkan pada awal musim semi dan ditargetkan kepada para wanita yang berukuran 14 hingga 28 (ukuran Ditto sendiri adalah 22), dan terdiri dari gaun – gaun luar biasa yang menunjukkan kekuatan wanita, jumpsuit yang luar biasa untuk menari di dalamnya, dan masih banyak lagi. “Aku sungguh merasa aku harus mulai mengeksekusi ide – ide yang telah berada di kepalaku dari lama ini,” katanya. “This is the brainchirld.” Ditto terdorong oleh etos ‘be the change you want to see’. “Aku bagian dari generasi ‘We Are the World’ dari tahun 80an. Dan itu benar – benar meninggalkan bekas di diriku, yang membuatku merasa tidak aka nada hal yang beres jika tidak ada yang melakukannya.” Pakaiannya dibuat di U.S. berharaga dari $65 untuk kaosnya hingga $395 untuk printed silk jumpsuit, dan sekarang dijual di websitenya, bethditto.com. Membuat pakaian, katanya, tidaklah begitu berbeda dengan membuat music. “Sangat mudah untuk membuat lagu yang hit,” katanya. “Tetapi sulit untuk melakukan sesuatu tanpa makna atau pesan di dalamnya. Ia harus memiliki tubuh, dan harus memiliki jiwa.” Beruntungnya, para fans akan bisa kembali menikmati Ditto. Ia berjanji dalam proses pengerjaan untuk solo album keempatnya. Penyanyi ini juga mengatakan ia memiliki banyak hal yang ingin ia katakana mengenai patah hati, alas kaki, dan apa yang tidak akan pernah ia bagi.

Bagaimana music yang kamu buat mempengaruhi pakaian yang kamu kenakan?

Ketika aku berada di studio, aku selalu berdandan seakan – akan ada orang yang bisa masuk dan mengambil fotoku kapan saja. Aku percaya kepada berpakaian seakan – akan kamu ingin dipekerjakan. Tetapi aku ingin di dihormati sebagai seorang penyanyi yang tidak terlalu serius juga. Aku melihat foto – foto lama, seperti Aretha di studio, mengenakan wig dan makeup penuh, dan aku terinspirasi.

beth-ditto-fashion-line-hero

Bagaimana cara kamu semangat sebelum tampil?

“The Chain” by Fleetwood Mac selalu menjadi lagu kami untuk lebih bersemangat. Kami minum sugar-free red bull dan beberapa whiskey, lalu naik ke atas panggung.

Tempat ideal untuk tampil?

Aku selalu menyukai tempat yang kecil dan intim. Aku membutuhkan pertukaran energy. Di venue yang besar, sungguh sulit untuk menjadi host yang baik.

Alat music apa yang kamu mainkan?

I can play the spoons, but that’s it. Aku selalu berharap aku bisa memainkan banyak hal, tetapi itu bukan bakatku dan aku masih menyesalinya.

Kamu mulai mendesain dari tahun lalu dengan Jean Paul Gaultier membuat corset print t-shirt, yang dimana Gaultier sendiri tau mengenai bekerja bersama musisi. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

He’s a good soul! Kami memang membutuhkan bantuan untuk membuat orang – orang mengetahui mengenai koleksi kita dan memutuskan sebuah kaos simple akan menjadi media yang sempurna. Jean Paul Gaultier adalah berkah. Ia mengerti aku, ia mengerti aku. Kami bertanya dan ia kembali dengan desain yang sangat pintar, teliti, dan kreatif, benar – benar melampaui ekspektasi kami.

gallery-1455667040-bethdittolead

Musisi selalu bepergian. Apakah kamu memiliki tempat tinggal?

Aku tinggal di Portland, sangat tenang dan menyenangkan, untuk sekarang.

Siapa yang selalu ada di playlist kamu?

Cat Power, Missy Elliott, Loretta Lynn, Lil Wayne, Roberta Flack, Talking Heads, the Rolling Stones, the Beatles, the Slits, Inflatable Boy Clams, Reba McEntire, Paul Simon dan masih banyak lagi.

Lagu apa, yang ketika kamu mendengarnya, kamu harus menari?

“Let’s Spend the Night Together” by the Rolling Stones makes me lose my shit!

Musisi idola kamu??

Bikini Kill dan Mama Cass.

Musik apa yang mempengaruhi genre music kamu?

Mungkin ’90s country. Pernahkah kamu mendengar lagu Down to My Last Teardrop oleh Tanya Tucker? Dan siapa yang tidak menyukai Garth Brooks?

Favorite drink/music combo before going out?

Coffee and David Bowie.

holding-beth-ditto-clothing-line

Best breakup/makeup song?

“I Can’t Make You Love Me” by Bonnie Raitt mungkin lagu putus terbaik yang pernah ada. Dan tentunya cover dari lagu Hey, That’s No Way to Say Goodbye oleh Roberta Flack.

Makeup prodak yang tidak bisa kamu tinggalkan?

M.A.C Liquidlast Liner: Satu – satunya eyeliner paling awet yang pernah kamu pakai.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Kiat Memilih Sarung Bagi Kaum Adam Untuk Idul Fitri

Bagi pria, sarung merupakan salah satu perlengkapan yang