Produk basic skincare seperti cleaner, toner, serum dan juga moisturizer ternyata perlu di patch test terlebih dahulu. Apalagi jika komposisinya terbuat dari bahan aktif yang belum pernah Anda gunakan sebelumnya. Jadi, supaya kulit Anda tidak bereaksi negatif dan justru membuat kulit menjadi iritasi, langkah patch test sangatlah dibutuhkan sebelum akhirnya Anda menggunakan produk-produk tersebut secara rutin. Ikuti 4 langkah berikut ini untuk melakukan patch test skincare.

1. Pilih bagian kulit yang sehat

Langkah pertama, Anda harus mengetahui kulit di bagian tubuh mana yang paling sehat dan nyaman untuk melakukan patch test. Mengapa bukan dilakukan di wajah saja? Perlu Anda ketahui bahwa uji kecocokan bahan skincare ini akan berlangsung selama 24 jam penuh.

Artinya, Anda tidak dapat menghapus produk skincare yang menempel pada kulit saat patch test berlangsung. Beberapa bagian tubuh yang direkomendasikan adalah pada bagian lipatan tubuh seperti di bagian dalam siku ataupun lutut. Anda juga bisa melakukan patch test di bagian leher atau belakang telinga.

2. Pastikan kulit terpilih sudah dibersihkan dan dikeringkan

Setelah menentukan bagian tubuh mana yang digunakan sebagai patch test, pastikan untuk membersihkan area permukaan kulit. Basuh atau cuci bagian tubuh dengan menggunakan sabun kemudian keringkan dengan menggunakan handuk atau tissue.

Langkah ini wajib dilakukan karena jika kulit tidak bersih, terdapat kotoran, debu, polusi yang menempel dan langsung melakukan patch test. Jika terjadi reaksi alergi, maka akan susah untuk mendeteksi reaksi tersebut berasal dari mana. Apakah dari zat-zat yang menempel pada kulit ataukah zat yang ada di dalam produk skincare.

3. Oleskan produk ke bagian kulit terpilih

Patch test ini dilakukan untuk menguji kecocokan skincare seperti pembersih waja, toner, serum dan moisturizer. Tetapi saat melakukan tes ini produk-produk tersebut tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Sebaiknya jangan mencampur adukkan karena akan membuat identifikasi alergi menjadi rumit.

Jika Anda tidak punya banyak waktu, Anda bisa melakukan patch test di beberapa bagian tubuh. Misal, pada bagian siku kanan produk yang diuji adalah pelembab. Kemudian bagian siku sebelah kiri bisa Anda oleskan jenis perawatan kulit lainnya misal serum atau toner. Begitu juga dengan bagian leher dan lutut. 

Patch test bisa dilakukan secara bersamaan tetapi dioleskan di area kulit yang berbeda. Perlu diperhatikan, Anda hanya cukup mengoleskan produk skincare hanya dengan satu tetes di permukaan kulit saja. Tidak perlu banyak-banyak agar Anda dapat mengetahui produk tersebut bisa meresap ke dalam kulit dengan baik atau tidak.

3. Tutupi dengan menggunakan kapas

Langkah terakhir, Anda bisa menutup bagian kulit tersebut dengan kapas atau plaster. Tutup bagian kulit yang telah diolesi dengan produk skincare selama 24 jam. Hal ini perlu dilakukan supaya produk tersebut hanya menempel pada area terpilih saja. 

Jika Anda tidak bisa meluangkan waktu selama itu untuk melangsungkan patch test, Anda tetap bisa melakukannya dengan kulit tetap terbuka. Tetapi untuk opsi ini hanya direkomendasikan pada satu titik saja yaitu pada area leher. Tepatnya berada di bagian bawah telinga. Anda bisa menunggunya sekitar 20 menit.

Baca Juga :

3 Minyak Essensial Yang Cocok Untuk SPA Kulit Sensitif #dirumahaja

Bingung Ngurusin Kulit Sensitif? Inilah Solusinya

Punya Mata & Kulit Sensitif? Cobalah Tips Makeup Yang Luar Biasa Ini

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like

4 Produk Kecantikan Yang Bekerja Lebih Efektif Saat Dingin

Menyimpan produk skincare di dalam lemari es sebenarnya