Ketika kamu adalah seorang wanita yang pacaran dan jatuh cinta dengan seorang cowok, berusaha memahami keinginan dan kebutuhan sang pacar barumu, disebut-sebut terlalu lekat dan putus asa tentu merupakan hal yang sangat tidak mengenakkan, apalagi jika ini dilakukannya tiba-tiba begitu saja. Memang, ini bukanlah hal yang menyenangkan untuk didengar, karena terlalu lekat punya segala konotasi yang buruk.

Apa sih sebenarnya artinya ini? Berikut adalah bisa jadi apa yang dimaksud oleh sang cowok ketika kamu disebut seperti itu.

Kamu mengandalkan dia untuk jadi bahagia

Banyak cowok dan cewek yang memiliki kepercayaan jika sebuah hal terjadi, maka masalah-masalah mereka yang lain akan segera pergi. Banyak wanita jomblo yang mengira bahwa hidup akan mendadak jadi sempurna jika mereka bertemu dengan cowok yang tepat. Ini adalah sebuah ide yang terlalu idealis tentang sebuah hubungan dan akibatnya bisa fatal.

Karena kamu mengandalkan dia untuk menjadikan keseluruhan bahagia di dalam hidupmu jadi tercapai, maka tak heran kalau kamu akhirnya jadi terlalu lekat. Kamu jadi manja, semua-semua dia yang harus menyelesaikan. Dan, kamu bisa menolak melihat bahwa seperti manusia lain, cowokmu tidak sempurna, jadi ekspektasimu mungkin tidak masuk akal baginya.

Kamu tidak memberikannya kebebasan yang dibutuhkannya

Salah satu hal yang paling sering membuat cowok menyebut cewek terlalu lekat adalah karena ia tidak memberikan cowok kemerdekaan untuk melakukan hal-halnya sendiri. Alasan utama cowok sering tidak mau komitmen sebenarny adalah karena mereka takut kehilangan kemerdekaan. Nah, jika kamu malah membuat prasangka cowok ini kejadian, tak ayal ia menjadi merasa kamu terlalu lekat hingga ia tak bisa bebas.

Setiap kali memasuki kehidupan cinta, kamu dan pasangan akan berusaha untuk secara aktif menggabungkan kehidupan kalian berdua. Proses ini jelas tidak mudah. Karena itu, banyak pria yang tiba-tiba merasa takut kehilangan jati diri mereka dan tak bisa lagi bergaul dengan teman-temannya. Jadi, jika ia bilang kamu terlalu lekat, mungkin maksudnya adalah ia merasa kesal karena harus menyerahkan otonomi penuh terhadap waktu dan hidupnya.

Ia merasa tercekik dan terbebani

Hubungan yang sehat, bagi beberapa orang, adalah dimana dua orang bisa tetap merdeka. Jika seorang wanita selalu mengandalkan sang cowok untuk mengisi waktu-waktu bebasnya, maka ini bisa jadi begitu mencekik bagi seorang cowok yang butuh waktu sendirian.

Tak peduli seberapa besar cinta dan kasih sayang yang kalian rasakan masing-masing, merasa terpaksa untnuk menghabiskan setiap momen bersama adalah hal yang bisa membuat hubungan yang hangat jadi membebani. Apalagi, kalau saat tak barengan, kamu selalu ngecek-ngecek dia. Tak heran kalau kamu dibilangnya terlalu lekat.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Kehidupan Wanita Pasca Perceraian

Tidak ada satu pasangan pun di dunia ini