Mengolah emosi bukanlah hal mudah. Terkadang, orang sudah berusaha untuk tetap tenang dan menahan amarah, tapi tetap saja meluapkan emosi dengan cara meninggikan nada bicara atau bahkan berteriak.

Amarah bisa meledak tidak terkendali ketika tingkat stres kita meningkat. Dan hal ini ternyata bisa menimbulkan gejala fisik yang mungkin jarang kamu sadari. Ketika gejala muncul tanpa disadari, lambat laun bisa menjadi penyakit fatal.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa terjadi pada tubuh kita saat kita marah dan berteriak-teriak: 

  1. Detak jantung dan tekanan darah meningkat

Kamu pasti sudah menyadari, bahwa setiap kali kamu meninggikan suara saat berdebat sengit, detak jantung kamu akan meningkat. Selain itu, tekanan darah juga meningkat. Hal itulah yang membuat kamu terlihat bingung, dengan pipi dan urat merah muncul dari kulitmu. 

Saat amarah meledak, kamu juga akan kesulitan bernapas karena suplai oksigen ke organ utama terhambat. Dalam beberapa kasus, kamu akan menyadari bahwa tangan dan kakimu lebih dingin dari biasanya ketika sedang marah dan berteriak-teriak.

  1. Amarah sebabkan berbagai masalah kesehatan

Ketika kamu marah dan mengalami stres berlebih, metabolisme tubuh akan terus menerus berubah. Itulah mengapa orang yang temperamental akan sering mengalami kecemasan, sakit kepala, masalah pencernaan bahkan insomnia.  Dalam kasus berat, saat kemarahan muncul dan tak terkendali, kamu berisiko tinggi menderita stroke atau serangan jantung.

  1. Amarah mempengaruhi ingatan

Berteriak tidak hanya buruk bagi mereka yang melakukannya, tetapi juga buruk bagi mereka yang menerimanya. Ketika kamu meneriaki anak-anak, marah pada anak-anak, atau bahkan mengumpat, kamu telah meninggalkan luka dan trauma pada mereka. Bukan hanya trauma fisik, tetapi juga bisa memberikan dampak buruk dalam masalah perilaku dan psikis sang anak. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga bisa mengalami trauma saat menerima amarah orang lain.

  1. Sistem kekebalan tubuh menurun 

Tahukah kamu? Mengingat masalah dari masa kini atau masa lalu dapat menyebabkan penurunan pertahanan kekebalan tubuhmu selama 6 jam mendatang. Hal ini berlaku untuk seseorang yang biasanya tenang dan jarang marah. Sementara itu, orang yang sering marah mungkin akan lebih sering sakit karena sistem kekebalan tubuhnya melemah. 

  1. Marah-marah dan berteriak bisa menyebabkan nyeri

Kamu pastinya telah banyak melalui peristiwa dalam hidup yang membuatmu merasakan emosi positif dan negatif. Tentu lebih mudah mengelola emosi positif daripada emosi negatif, bukan? Dalam hal ini, apapun emosi yang kamu rasakan, sebaiknya memang dikelola dengan baik agar tidak berdampak buruk dan menjadi boomerang di kemudian hari.

Pasalnya, dengan kamu membiarkan amarahmu meledak, kamu bisa saja menderita sakit punggung dan leher, sakit kepala, dan bahkan radang sendi karena terlalu sering meluapkan amarahmu.

Lantas, bagaimana cara mengelola amarah agar tidak meledak sampai berteriak-teriak? Simak tips berikut ini:

  • Pikirkan sebelum kamu berbicara. Memang mudah untuk mengatakan hal yang menyakitkan kepada orang lain, tapi pikirkanlah lagu dan jangan biarkan dirimu menyesal karena terbawa suasana sesaat.
  • Ekspresikan emosi kamu dalam keadaan tenang. Ekspresikan dalam keadaan yang sehat, dengan kepala dingin.
  • Cari waktu untuk menemukan solusi yang tepat saat terjadi masalah. Jangan terburu-buru memutuskan sesuatu, apalagi hal penting yang akan mempengaruhi jalan hidupmu. 
  • Jangan menyimpan dendam pada sesorang. Memang terlihat mudah untuk dikatakan tapi tidak mudah dilakukan. Cara agar tidak menyimpan dendam adalah melepaskan emosi negatif dengan memaafkan diri kita, orang lain, dan keadaan. 

Baca Juga :

Moms, Ini 4 Alasan Mengapa Tidak Boleh Marah Saat Anak Makan Belepotan

Ini yang Perlu Dilakukan Saat Seseorang Memarahi Anak Kamu

Inilah Tiga Macam Pola Pengelolaan Kemarahan Tidak Sehat dalam Keluarga

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like

9 Manfaat Kesehatan Yang Mengesankan Dari Adas Manis

Pimpinella anisum, yang dikenal sebagai adas manis, adalah