Kulit terbakar dan menghitam merupakan contoh dari dampak paparan sinar matahari yang berlebihan. Apalagi jika tidak menggunakan perlindungan tambahan untuk kulit, maka dampaknya akan semakin banyak dan merugikan Anda. Berikut ini lanjutan 6 dampak lain dari tidak menggunakan sunblock.

7. Kulit terbakar

Kulit terbakar adalah salah satu dampak yang terjadi secara langsung tepat setelah kulit terpapar sinar matahari dengan berlebihan. Kulit terbakar biasanya dapat dilihat secara kasat mata dan akan tampak gosong atau kemerahan.

Tidak hanya perubahan warna, klit terbakar juga akan menimbulkan rasa sakit dan panas yang akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Untuk menguranginya, Anda bisa memanfaatkan lidah buaya untuk menenangkan kulit.

Lebih buruk, sinar matahari bisa membuat kulit Anda melepuh. Benjolan akan muncul di sekitar kulit Anda dan biasanya berisi cairan. Menurut sebuah akademi dermatologi di Amerika, dapat dikatakan bahwa kulit Anda telah menerima dan menyerap paparan sinar matahari dengan level yang lebih tinggi. Perlu diperhatikan, jika Anda mengalami hal ini maka jangan pernah untuk meletuskan atau merobek benjolan ini.

8. Kulit Kering

Secara alami, air akan menguap jika terkena paparan sinar matahari secara terus menerus. Begitu juga dengan kandungan air yang disimpan di kulit manusia. Hal ini dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembabannya dan juga kandungan minyak yang diproduksi secara alami. Jika hal ini terjadi maka kulit akan mengalami dehidrasi alias menjadi kering. 

9. Peradangan

Peradangan kulit dapat diakibatkan oleh paparan sinar matahari. Kulit akan bereaksi dan Anda akan mendapatkan kondisi seperti kemerahan, bengkak dan nyeri. Pada umumnya peradangan ini akan sembuh sekitar 3 sampai 5 hari. 

10. Kanker kulit

Berdasarkan data lembaga kanker di Amerika, orang-orang yang mengalami kanker kulit jumlahnya lebih banyak daripada jenis kanker lainnya. DNA kulit menjadi rusak akibat sengatan sinar matahari berlebih, sel-sel akan membentuk sebuah mutasi genetik dan dapat membentuk tumor ganas. Hasilnya, kanker kulit pun terjadi dan tidak bisa dihindarkan.

Orang-orang yang terkena kanker kulit kebanyakan berasal dari seseorang yang berkulit putih dan pucat. Hal ini dapat terjadi karena mereka memiliki jumlah melamin yang lebih sedikit daripada orang yang berkulit lebih gelap. Diketahui jika melanin merupakan pelindung alami dari kanker kulit karena ia dapat menggelapkan warna kulit.

11. Keratosis aktinik

Keratosis aktinik merupakan sebuah kondisi medis akibat paparan sinar matahari dalam jangka waktu yang panjang. Situasi ini juga dapat terjadi secara tidak alami karena penggunaan alat untuk menghitamkan kulit. Dampaknya, keadaan kulit akan berubah menjadi kasar, menebal dan bersisik. 

Kondisi medis ini juga dapat disebut sebagai solar keratosis. Ia dapat dialami oleh orang yang berusia dewasa, lebih tepatnya seseorang yang sudah menyentuh kepala empat. Keratosis ini muncul secara bertahap dan tidak ada gejala khusus yang ditunjukkan. Pada umumnya kulit akan terlihat seperti kutil dengan warna kemerahan atau kecoklatan.

Pada umumnya, orang yang mengalami kelainan kulit ini memiliki jenis kulit yang sensitif. Selain itu, sistem imunitas tubuh lemah juga dapat menjadi salah satu faktor untuk mengalami keratosis aktinik. 

12. Rusaknya pembuluh darah

Pembuluh darah kecil yang ada di sekitar kulit bisa rusak akibat terlalu lama mendapatkan paparan sinar matahari. Cairan menjadi bocor dan menyebabkan munculnya bercak warna merah dan bahkan bisa menimbulkan benjolan. Kondisi ini umumnya dialami oleh seseorang yang memiliki kulit berwarna pucat dengan rentang usia antara 30 tahun sampai 60 tahun.

Baca Juga :

Tips Menggunakan Sunblock Saat Menggunakna Make Up

Yuk, Kenalan Lebih Jauh Sama Treatment BB Glow! Sebelum Treatment

Lakukan 6 Kebiasaan Ini Untuk Mendapatkan Kulit yang Cantik Tanpa Make Up

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Bahan Alami Untuk Mengatasi Lingkaran Hitam Mata yang Mengganggu

Tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas di kantor dan