Sampai saat ini, upaya masih terus dilakukan untuk mencoba mengurangi penyebaran Virus Korona (COVID-19). Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah jika tidak ada kepentingan mendesak. Berbagai instansi pun sudah banyak yang menerapkan pola baru dengan Work From Home (WFH) sebagai aksi nyata untuk mengantisipasi meluasnya wabah COVID-19.

Situasi ini membuat berbagai fasilitas umum, tempat wisata dan pusat perbelanjaan menjadi sepi pengunjung. Karena semakin banyak orang menghindari tempat-tempat umum dan daerah yang ramai, industri yang bergerak dibidang kuliner, wisata dan industri lain yang mengharuskan tatap muka, sedang menderita. Mereka yang bekerja di industri ini, tidak benar-benar memiliki pilihan untuk menjalankan WFH. Saat ini mereka tengah menghadapi krisis keuangan dan emosional yang semakin meningkat seiring meluasnya wabah Virus Korona.

Realitas Para Pekerja yang Tidak Bisa Bekerja Dari Rumah

Curhat Para Pekerja yang Tak Bisa Kerja di Rumah: Khawatir Bawa ...

Bagi banyak pekerja, saat ini adalah masa menunggu dan melihat kapan tempat bisnis mereka akan tutup. Jika industri terus merugi dan sepi, tentu para pemilik industri tidak punya pilihan selain menutup sementara industri mereka hingga waktu yang tidak dapat ditentukan. Memang menakutkan, tetapi dengan semakin banyaknya bisnis yang tutup atau hiatus, para pekerja juga akan kehilangan sumber penghasilan tetap mereka.

Situasi ini mempengaruhi banyak orang, bukan hanya secara emosional karena merasa waswas terhadap Virus Korona, tetapi juga secara finansial karena merasa takut tidak mendapat penghasilan.

Pemberhentian kerja mengakibatkan hilangnya pendapatan secara tiba-tiba. Belum ada rencana pasti yang ditetapkan untuk melindungi para pekerja dari cuti sakit, dari PHK, atau dari keadaan serupa lainnya. Lebih banyak orang akan diberhentikan kerja begitu tempat kerja mereka tidak lagi mampu membayar upah.

Mengatasi Kecemasan dan Ketidakpastian

Terlepas dari kenyataan bahwa jarak sosial dan isolasi diri saat ini berkontribusi pada kebaikan yang lebih besar, banyak orang tidak terbiasa dengannya. Inilah yang mungkin memunculkan perasaan depresi dan kecemasan baru, atau memperburuk masalah kesehatan mental yang sudah ada (krisis finansial).

Berikut adalah upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kecemasan atas dampak dari pandemi COVID-19, menurut Emily Beall, seorang manajer kasus praktik kesehatan mental di Georgia  :

  • Menetapkan tujuan kecil yang dapat dicapai secara finansial.

Hal ini dapat membantu seseorang merasa memiliki lebih mampu menghadapi masalah. Misalnya, menentukan batas maksimal pengeluaran per hari.  Jika kamu berhasil menekan pengeluaran, bahkan menghabiskan lebih sedikit dari limit yang kamu tentukan, ini akan membuat kamu merasa lebih baik.

  • Berusaha untuk menyadarkan diri

Kamu perlu memahami bahwa mungkin saat ini kamu sedang tidak berada di posisi karier terbaikmu, tapi itu tidak apa-apa. Ada pelajaran yang akan kamu dapatkan dari krisis ini, dan sekarang lakukanlah sesuatu yang membuatmu bahagia, dengarkan musik yang bagus, lakukan sesuatu yang produktif dengan kreativitasmu dan lakukan apa pun untuk membantu kamu membuat rutinitas baru.

Selain Emily Beall, seorang penasihat profesional untuk Pathway Center for Psychotherapy, yaitu Emily McDonald juga memberikan beberapa saran untuk mengatasi kecemasan, di antarnya :

  • Menerima emosi negatif

Faktanya, menerima emosi negatif lebih baik daripada menyangkal mereka. Luangkan waktu sejenak untuk menyadari dan merasakan emosi negatif yang kamu alami. Luapkan dan katakan dengan keras apa yang kamu rasakan (jika perlu). Inilah cara agar pikiran dan perasaan negatif itu tidak lagi terperangkap di dalam dirimu, sehingga kamu mendapatkan kembali kendali atas emosimu.

  • Mengubah pola pikir ke arah yang positif

Berusahalah untuk menciptakan pengalaman positif di masa-masa sulit ini. Banyak hal yang bisa kamu lakukan. Mungkin dengan berhentinya rutinitas, kamu bisa menemukan hal yang kamu suka, atau pekerjaan baru yang ternyata lebih kamu nikmati.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/5-tips-jaga-kebersihan-untuk-cegah-covid-19/

http://www.tampilcantik.com/jogging-di-tengah-pandemi-covid-19-amankah/

http://www.tampilcantik.com/apakah-virus-corona-mematikan-berikut-penjelasan-dokter-tentang-angka-kematian-covid-19/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Kamu Makan Saat Menstruasi

Tahukah kamu? Kebutuhan nutrisi wanita akan berubah sepanjang