Sebuah penelitian menemukan bahwa sekitar 69% orangtua cenderung tidak mau berkomunikasi dengan anak terkait situasi keuangan keluarga. Dalam peneltiian lain, ditemukan 61% orangtua cenderung akan berdiskusi dengan anak saat sang anak bertanya. Kemungkinan hal ini disebabkan karena orangtua tidak ingin sang anak khawatir dengan kondisi keuangan orangtuanya. Ada beberapa hal lagi yang sulit untuk diceritakan orangtua pada anaknya. Apa saja?

  1. Masalah Keuangan Keluarga

“Orangtua saya cenderung menutupi kondisi keuangan mereka agar saya tidak khawatir.namun, nenek dan kakek saya justru selalu terbuka dengan saya.Walaupun hal itu membuat saya stress saat kecil, namun nenek dan kake justru mengajari saya nilai sebuah benda setelahs aya lulus SMA”, ujar salah satu siswa.

“Anda harus mengedukasi anak-anak darimana uang berasal, yaitu dari bekerja dan bagaimana uang dibelanjakan untuk hal-hal yang penting, seperti makanan,perawatan medis, dan sebagainya. Dengan hal ini, maka kita dapat menanamkan kesadaran finansial sejak dini”, ujar salah satu orangtua

  1. Tidak Memiliki Jawaban Atas Pertanyaan Anak

“Saat berusia 5 tahun, saya mencoba bertanya kepada orangtua saya bagaimana cara kerja sebuah televisi dan mereka bilang tidak tahu. Saya mencoba menanyakan pertanyaan sulit setiap harinya dan mereka tidak memiliki jawabannya. Dari sinilah saya menyadari bahwa mereka tidak mengetahui segalanya”, ujar seorang anak.

“Saya  mulai menyadari saat saya masih muda dimana saat usia 9 atau 10 tahun saya mulai melihat bahwa orangtua saya kewalahan dalan membantu pekerjaan rumah (PR) yang diberikan sekolah.  Saya tidak sepenuhnya menyadari hingga saya berusia 12-14 tahun dimana ibu saya justru balik bertanya kepada saya mengenai hal dan subjek yang tidak ia ketahui”, ujar anak lainnya.

  1. Mengatakan Pada Anak Bahwa Mereka Tidak Bisa Menjadi Apapun Dalam Hidup

“kami menyampaikannya dengan cara berbeda. Kami memberitahu putra kami bawa ia memiliki kesempaan untuk menjadi apapun yang ia inginkan. Namun, ini berbeda dengan ia bisa dalam hal apapun, karena ia harus bekerja keras untuk mencapai tujuannya”, ujar salah satu orangtua.

Orangtua lain mengatakan, “Anak bisa menjadi apapun yang mereka inginkan jika mereka berusaha keras untuk mencapai tujuannya. Namun, ada baiknya anak diberi tahu bahwa beberapa orang memiliki bakat di bidang tertentu, misal seni, olahraga, musik, dan lainnya. Anak harus tahu apa yang mereka sukai dan orangtua hanya bertugas memberi saran dan masukan”.

  1. Takut Anak Tumbuh Dewasa

Seorang  ibu pernah ditanya, “Apa yang mmebuatnya khawatir soal anak?” jawabannya pun di luar dugaan, “Saya takut saya akan mati sebelum bisa melihat anak-anak saya tumbuh dewasa. Ayah saya meninggal saat saya berusia 18 tahun dan saya tidak memiliki tempat untuk bersandar. Saya ingin menghabiskan waktu dan berbincang tentang topik yang mendalam lebih lama lagi. Saya ingin melihat mereka lulus sekolah dan menemukan cinta sejati yang akan menjaganya”.

Itulah beberapa hal yang mungkin sulit untuk diceritakan pada anak. Apakah ada salah satunya? Yuk lanjut membaca bagian ke dua.

Baca Juga :

Panduan Ahli Mengatasi Masalah Keluarga dan Menyelamatkan Kesehatan Mental Anda

5 Langkah untuk Membebaskan Diri dari Pola Keluarga yang Toxic

<strong>Panduan Anda Untuk Bergabung dengan Bisnis Keluarga Anda</strong><br>

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Cara Utuk Berkompromi Dengan Orangtua Toxic

Hidup Anda benar-benar terasa di neraka jika orangtua