Related image

Masalah terbesar dengan makanan saat ini adalah label yang mereka dapatkan. Mereka mungkin berlabel ‘bebas lemak’ atau ‘bebas gula’ atau ‘bebas gluten’. Karena begitu banyak makanan yang berlabel seperti itu, hal ini sering membuat konsumen merasa bingung. Salah satunya adalah makana olahan. Karena sekarang ini banyak sekali orang yang sibuk, mka mereka lebih memilih makanan olahan yang cepat untuk dihidangkan. Dengan begitu, mereka tidak akan membuang-buang waktu. Akan tetapi, hal ini membuat orang menjadi kebablasan dan mengonsumsinya secara berlebihan. Walaupun makanan olahan berlabelkan ” tidak akan menambah berat badan”, tetapi apakah kamu percaya dengan hal tersebut. Oleh karena itu, yuk sekarang kita cari tahu apakah sosis dan juga salami benar-benar sehat.

Apakah salami dan sosis sehat sesuai dengan label mereka?

Sosis dan salami  adalah contoh sempurna dari hal ini. Tidak hanya mudah didapat tapi juga terjangkau bagi wanita karir. Yang perlu kamu lakukan hanyalah memanaskan di panci atau microwave dan kamu juga bisa meninggalkannya untuk melakukan hal lain. Tapi apakah konsumsi sumber protein ini sesehat seperti yang diusulkan? Mungkin tidak. Mari kita cari tahu.

  1. Highly processed

Sosis dan salami adalah daging olahan yang bisa membahayakan tubuh kamu dalam jangka panjang. Untuk meningkatkan daya tahan sosis dan salami, pabrik sering menambahkan bahan yang mungkin tampak tidak berbahaya saat ini namun menyebabkan kerusakan permanen pada proses pencernaan kamu.

  1. Menambahkan Bahan tidak Jelas Untuk Menambah Rasa

Agar salami  dan sosis lebih enak dan adiktif, penambah bahan makanan yang tidak diketahui sering ditambahkan. Dan biasanya hal ini  mengandung komposisi kimia yang meningkatkan rasa daging olahan dan seringkali berbahaya.

  1. Tingkat Sodium yang Tinggi

Kadar tinggi garam ditambahkan ke salami dan sosis untuk mempertahankan rasa mereka. Namun, konsumsi sodium dalam jumlah banyak dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti hipertensi dan kondisi jantung.

  1. Dapat Mengandung Bahan Sintetis

Meski sudah banyak penelitian yang menyebutkan adanya bahan sintetis pada daging olahan seperti salami dan sosis, belum ada bukti kuat yang ditemukan. karena, sosis dan salamis biasanya terbuat dari usus daging babi, daging sapi, dan ayam. Namun, ada kemungkinan bahwa ini juga mengandung bahan sintetis untuk meningkatkan jumlahnya.

  1. Membentuk Nitrosamine Jika Dipanaskan

Daging olahan membentuk nitrosamin saat mereka terkena panas tinggi. Misalnya, jika kamu menggoreng sosis atau salami sebelum mengonsumsinya atau microwave untuk jangka waktu yang lebih lama, hal ini dapat membentuk nitrosamin dan dapat menyebabkan kanker usus.

Nah, ternyata mengonsumsi sosis dan salami tidak sesehat apa yang tertera pada label kan? Jadi, mulai sekarang kamu harus hati-hati. Karena, memilih makanan yang tepat adalah solusi kesehatan tubuh kamu.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Mengapa Ada Orang yang Tidak Bisa Tidur Tanpa Memeluk Sesuatu?

Apakah kamu mengenal seseorang yang tidak bisa tidur