Apakah kamu tipe orang yang sering meminta maaf bahkan untuk hal-hal yang sepele? Para ahli sosiologi mengatakan bahwa meminta maaf yang berlebihan menjadi sebuah kebiasaan dalam berkomunikasi,. Hal ini juga sebenarnya dapat membunuh kepercayaan diri seseorang. Coba pikirkan saja berapa kali kamu menggunakan kata “maaf” dalam satu hari. Lalu alasan apa yang membuat kamu berulang kali memohon maaf?

Berikut ini adalah daftar situasi di mana kamu seharusnya tidak meminta maaf dan apa yang dapat kamu lakukan sebagai gantinya :

  • Ketika kamu mengatakan sebuah kebenaran
The Post Truth Era: Ketika Kebenaran Menjadi Nomor Sekian Halaman ...

Kamu sama sekali tidak perlu meminta maaf karena mengatakan sebuah kebenaran. Seperti yang diyakini para psikolog, bersikap jujur ​​lebih bermanfaat daripada berusaha untuk tidak melukai perasaan seseorang. Alih-alih meminta maaf, kamu bisa gunakan frasa seperti, “Saya pikir…” atau “Menurut pendapat saya…”. Itu akan jauh lebih baik daripada meminta maaf.

  • Ketika kamu emosional
11 Cara Mengendalikan Emosi yang Berlebihan, Kamu Pasti Bisa!

Saat kamu memberi tahu seseorang bagaimana perasaan kamu, artinya kamu membantu orang itu memahami kamu. Jadi mengapa kamu harus meminta maaf? Ketika kamu emosional di depan seseorang, berarti kamu dapat jujur pada perasaan kamu. Selain itu, tidak perlu merasa malu karena terlalu sensitif. Hal itu sangat wajar. Namun, pastikan kamu melampiaskan emosi atau menunjukkan emosi di tempat yang tepat, ya. Bukan pertemuan formal atau di tempat umum dan menjadi perhatian banyak orang.

  • Ketika kamu tampil beda

Kamu memiliki hal penuh untuk tampil apa adanya dengan nyaman, dan kamu tidak perlu meminta maaf untuk itu. Kamu boleh berpakaian sesuai dengan apa yang kamu inginkan dan apa yang membuat kamu nyaman. Kecuali jika itu suatu acara formal, di mana kamu harus menggunakan pakaian tertentu. Terlepas dari dress code atau acara formal lainnya,  jadilah diri sendiri dan berikan warna untuk dunia.

  • Ketika kamu ingin sendirian

Keinginan untuk sendirian tidak selalu menjadi pertanda bahwa seseorang sedang dalam suasana hati yang buruk. Setiap orang memerlukan waktu untuk sendirian, atau yang lebih dikenal dengan istilah “me time”. Sebenarnya, “me time” mengarah pada peningkatan kreativitas. Jadi jangan pernah merasa menyesal atau merasa bersalah jika kamu sedang ingin sendiri. Dengarkan saja perasaan dan kebutuhan kamu pribadi.

  • Ketika sesuatu yang tidak bisa kamu kendalikan terjadi

Ada begitu banyak situasi yang lepas kendali, bahkan jika kita telah merencanakan semuanya dengan sempurna sekalipun. Berbagai situasi yang menyebabkan rencanamu berubah, bisa terjadi kapan saja dan tidak terduga.  Kamu tidak boleh bertanggung jawab atas semua yang ada di dunia ini. Alih-alih meminta maaf atas segala yang terjadi di luar kendalimu, lebih baik berterima kasih kepada orang yang membantu kamu.

  • Ketika orang lain berperilaku kasar

Banyak dari kita yang sering dihadapkan dengan situasi di mana kita merasa canggung karena perilaku orang lain. Hal ini terkait dengan tingkat empati yang tinggi pada seseorang. Namun, kamu tidak harus bertanggung jawab atas sesuatu yang dilakukan orang lain. Jika seseorang berlaku kasar atau membuatmu tidak nyaman, kamu bisa mengatakannya tanpa meminta maaf.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/minta-maaf-aja-gak-cukup-inilah-yang-pasanganmu-butuhkan-jika-kamu-melakukan-kesalahan/

http://www.tampilcantik.com/rendah-hati-dan-rendah-diri-itu-beda-tipis-lho-kalau-kamu-selalu-minta-maaf-karena-hal-hal-sepele-ini-bisa-jadi-harga-dirimu-diinjak-orang-lain/

http://www.tampilcantik.com/cara-tepat-minta-maaf-ke-pasangan-ini-kata-para-pakar/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

8 Bukti Bahwa Kekerasan Verbal yang Setara dengan Pelecehan Fisik

Sekitar 50% pria dan wanita pernah mengalami perilaku