article-2658580-0646bb7e000005dc-530_634x426

Kebiasaan memanaskan kembali makanan yang dimasak di pagi atau siang hari untuk disajikan sebagai makan malam keluarga memang lumrah terjadi dan dilakukan sebagian besar orang di dunia. Apalagi kehadiran microwave yang membantu para ibu atau wanita mudah dalam memanaskan kembali makanan yang hendak dimakan. Hal ini sah-sah saja dilakukan. Namun, ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan ulang karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan sistem pencernaan. Berikut ulasannya:

Telur

Jangan pernah panaskan kembali telur. Telur yang sudah dimasak, seperti diacak atau direbus, akan mengakibatkan protein yang terkandung di dalam telur berubah menjadi zat yang membuat sistem pencernaan terganggu sehingga perutmu akan merasa tidak enak.

Kentang

Setelah memanaskan kentang kembali, usahakan untuk tidak membiarkannya dalam ruangan terbuka karena bakteri-bakteri akan tumbuh dengan mudah pada kentang tersebut. Bakteri yang dapat tumbuh pada kentang yang dipanaskan kembali adalah bakteri botulinum yang dapat menyebabkan kekakuan otot.

Ayam

Usahakan untuk memasak ayam, dalam bentuk apapun, baik ditumis maupun digoreng tidak dalam porsi besar sehingga habis sekali saji. Hal ini menghindarkan gangguan pencernaan karena protein yang terkandung di dalam daging akan berubah komposisinya menjadi zat yang buruk bagi sistem pencernaan.

Jamur

Sama seperti yang lainnya, semua jenis jamur sebaiknya dihabiskan setelah disajikan. Hindari pemanasan ulang karena kandungan protein akan berubah menjadi toksin yang dapat membahayakan sistem pencernaan. Efek langsung mengonsumsi jamur yang dipanaskan kembali jamur adalah diare.

Seledri, Bayam, dan Buah Bit

Usahakan untuk menghabiskan sayuran seledri, bayam, dan buah pit setelah dimasak. Hindari pemanasan sayuran ini karena dapat mengubah asam nitrat yang terkandung di dalamnya menjadi racun bagi tubuh dan berbahaya untuk organ dalam.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Apakah Kelelahan yang Kamu Alami Adalah Gejala Masalah yang Lebih Besar?

Kelelahan kini menjadi sesuatu yang banyak terjadi dimana-mana