Aktivitas kesibukan harian memang menjadikan tubuh akan lebih mudah untuk berkeringat, apalagi jika kamu sangat aktif hingga kerja di ruangan panas dan lembab. Ketika tubuh berkeringat, maka kamu pun akan beresiko terkena bau badan yang sulit terhindarkan. Kondisi bau badan ini pastinya akan menjadikan kepercayaan diri kamu menurun.

 

Pemakaian deodoran tentunya jadi bagian yang sangat penting untuk bisa mencegah bau badan. Tapi terkadang memilih deodoran yang cocok di kulit kamu bukan hal yang mudah. Apabila kamu salah pilih, bukan tak mungkin jika masalah lain muncul misalnya iritasi. Mungkin terkadang kamu juga bertanya-tanya, apakah deodoran aman dipakai?

 

Penyebab bau badan

Ketiak menjadi bagian tubuh yang kerapkali rentan terkena keringat. Di bagian tubuh yang satu ini, ada kelenjar apokrin yang merupakan kelenjar untuk lepaskan keringat. Pada dasarnya keringat yang dilepaskan dari sini tidak berbau, tapi ketika keringatnya bercampur bakteri di kulit maka itulah yang menimbulkan bau. Inilah beberapa faktor yang bisa pengaruhi bau badan timbul, seperti:

 

  • Kurangnya kebersihan diri terutama di area ketiak. Untuk itu, ada baiknya selalu mandi dua kali dalam sehari lalu gosok juga area ketiak memakai sabun antibakteri sehingga bisa cegah bakteri berkembang.
  • Memakai pakaian basah karena keringat juga bisa jadi sebabnya. Jadi, pastikan ganti pakaian jika memang sudah terkena keringat karena akan timbulkan bau.
  • Bau badan juga bisa muncul karena akumulasi dari bakteri dan juga keringat yang ada di bulu ketiak. Itulah mengapa disarankan agar mencukur bulu ketiak sehingga dapat kurangi jumlah bakteri dan keringat terjebak di sana.
  • Gunakan deodoran setiap hari yang bisa jadi senjata ampuh hindarkan diri dari bau badan.

 

Amankah penggunaan deodoran?

Kembali ke pembahasan deodoran dimana banyak yang kerap bertanya terkait keamanannya. Sebetulnya deodoran aman saja dipakai untuk ketiak dimana bisa jadi penangkal bau badan. Namun, untuk memaksimalkan keamanan dan penggunaan maka kamu harus memastikan untuk memperhatikan hal berikut ini dalam pemilihan deodoran:

 

  • Mengandung triethylcitrate. Triethylcitrate terbilang bermanfaat dan aman jika dipakai pada deodoran. Kandungan yang satu ini bisa memberikan efek anti bakteri lebih kuat sehingga mampu mencegah bakteri berkembang biak dimana biasa jadi penyebab bau badan.
  • Hindari deodoran dengan kandungan alkohol dan alumunium. Hal ini lantaran saat ini cukup banyak produk deodoran yang menjadikan kandungan alkohol dan alumunium untuk bahan aktif yang fungsinya menyumbat kelenjar keringat di ketiak. Waspada karena kedua bahan ini bisa menimbulkan iritasi, apalagi jika kamu punya kulit yang sensitif.
  • Hindari juga kandungan paraben, yakni bahan pengawet yang kerap dipakai di kosmetik. Sebagian orang kerap teriritasi dengan kandungan paraben di suatu produk. Bahkan ada yang menyebutkan jika paraben mampu berpotensi untuk kanker payudara lho. Namun, informasi ini memang butuh diteliti kembali. Untuk itu ada baiknya kamu menghindari kandungan paraben di produk tertentu.

 

Itulah ulasan terkait bau badan dan deodoran. Sebetulnya penggunaan deodoran sah-sah saja untuk menghindarkan diri dari bau badan, asalkan pemilihannya juga cermat.

 

Baca Juga :

Yuk Coba Buat Deodorant Dirumah untuk Mengatasi Bau Badan

3 Bau Badan Yang Tidak Boleh Kamu Abaikan Begitu Saja, Karena Bisa Jadi Pertanda Serius

4 Langkah Mengatasi Keringat Berlebih – Tampil Cantik Tanpa Bau Badan!

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Sudah Diet Tapi Berat Badan Tak Turun Juga? Coba Cara Tradisional Yuk!

Berat badan kerap menjadi masalah pelik untuk sebagian