Tak jarang, meskipun kamu merasa kamu adalah pribadi yang setia, tapi ternyata kamu pernah atau bahkan tengah melakukan perselingkuhan. Masalahnya mungkin bukan selingkuh dalam wujud kontak fisik, kamu cukup bijak membawa diri untuk menolak menyentuh atau disentuh cowok lain. Akan tetapi, selingkuh emosional adalah hal yang lebih rentan terjadi dan lebih samar sehingga sulit untuk lrpas darinya. Meski hanya merupakan selingkuh emosional, ini sudah merupakan sebuah bentuk ketidaksetiaan pada pasangan.

Apa saja ciri-ciri selingkuh emosional ini?

Mencari-cari perhatian dan validasi dari orang lain

Jika kamu tengah berada dalam sebuah berkomitmen, kamu tak seharusnya menginginkan atau membutuhkan validasi dari orang lain atas kebutuhan emosionalmu. Ingat, kuncinya di sini adalah intim. Kamu jelas punya teman-teman yang kamu sayangi, baik cowok ataupun cewek, Dan tak salah untuk berbagi suka dan duka dengan merke. Akan tetapi, interaksimu dengan mereka pastilah berbeda dengan intimasimu dengan pasanganmu secara emosional. Jika ada koneksi dengan teman priamu yang melanggar batas, seperti butuh dukungan darinya lebih dari pasanganmu, atau merasa berdebar jika ia mengatakan hal-hal manis padamu, maka kamu mungkin telah selingkuh emosional dengannya.

Sembunyi-sembunyi dari pasanganmu

Sebenarnya, sebagai seorang pasangan pun, kamu masih punya hak atas privasi. Kamu seharusnya tidak perlu melaporkan segala bentuk komunikasimu satu sama lain. Membaca teks, email, atau chat dari masing-masing adalah sebuah tindakan yang intrusif. Akan tetapi, kamu harus bisa membatasi diri untuk tidak terlibat dalam selingkuh emosional dengan teman-teman priamu.

Jika kamu harus menyembunyikan interaksimu dalam pasanganmu, maka berarti ada yang salah. Kecuali itu adalah rahasia atau aib dari temanmu, maka seharusnya segala interaksimu tidak boleh menimbulkan reaksi sembunyi-sembunyi bahkan jika pasanganmu memang menghormati privasimu. Memang, kadang kamu mungkin butuh berkeluh kesah atau curhat masalah hubunganmu, tapi seharusnya, hubungan adlaah transparansi. Jika suatu saat pasanganmu bertanya, kamu harus bisa mempertanggungjawabkannya. Jika curhatmu benar-benar buruk sehingga harus kamu sembunyikan, jadi kemungkinan hanya dua: hubunganmu dngan pasanganmu yang buruk, atau dengan teman curhatmu.

Korespondensi tidak pantas

Dalam selingkuh emosional, kamu akan mengatakan hal-hal yang seolah-olah akan kamu katakan pada calon pasangan. Kamu bisa jadi flirting, bilang kangen dia dengan cara yang intim, membagikan informasi yang terlalu pribadi tentang hubunganmu dengan pasanganmu yang sekarang, atau terus-terusan mengatakan hal buruk tentang pasangan satu sama lain. Jika seperti ini, maka batasan jelas telah dilanggar dan kamu telah terlibat dalam selingkuh emosi.

Naksir orang lain

Jika kamu pernah mengatakan pada seseorang bahwa, “Sebenarnya aku naksir kamu, pasti kamu udah aku kejar, kalo aku sekarang masih jomblo,” maka kamu telah melakukan selingkuh emosional. Kamu melanggar batas. Kamu tak lagi monogami dengan pacarmu. Memang, kamu tak bisa melepaskan diri bahwa beberapa orang selain pasanganmu memang menarik. Akan tetapi, ada batas antara tertarik dengan seseorang dan membiarkan ketertarikan itu tumbuh. Mengakui dan terus mendekati orang yang membuatmu tertarik meski tak berpacaran atau jalan dengannya adalah salah satu bentuk selingkuh emosional.

Baca juga Alasan Mengapa Wanita Meninggalkan Pria yang Dicintainya

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Cara Menjaga Hubungan Jarak Jauh (LDR) di Tengah Pandemi Virus COVID-19

Kamu tidak dapat memilih dengan siapa kamu jatuh