Apakah kamu pernah mendengar tentang snake diet? Tahukah kamu apa itu snake diet? Bagaimana cara kerjanya? Amankah snake diet untuk kesehatanmu? Temukan jawabannya di sini!

Apa itu Snake diet?

Snake diet dipasarkan sebagai gaya hidup, namun itu sama sekali tidak optimal atau bisa dilakukan secara berkelanjutan. Program diet yang satu ini mempromosikan apa yang penciptanya, Cole Robinson (yang diakui bukan profesional kesehatan) sebut sebagai “makan proaktif.” Cole mendefinisikan ini sebagai mempersempit makan kamu ke jendela waktu yang dalam hal ini adalah satu hingga dua jam.

Protokol menyarankan pengikut untuk berhenti makan, minum “Snake Juice” dan terus berpuasa selama kamu merasa enak. Tahap awal melibatkan makan malam, dan kemudian puasa penuh selama 48 jam, dengan hanya mengonsumsi Snake Juice. Lalu, puasa 72 jam disarankan sebagai langkah berikutnya.

Risiko Kesehatan Dari Snake Diet

Tujuan yang jelas dari rencana ini adalah penurunan berat badan yang cepat, tetapi juga penting untuk mempertimbangkan bagaimana metode ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan emosional jangka pendek.

Pembuat diet menyatakan bahwa ketika kamu makan lebih banyak daripada biasanya, maka makanan akan dengan mudah dibakar atau digunakan tubuh, namun kelebihannya akan disimpan. Itu benar, tetapi kamu tidak perlu membuat diri kamu kelaparan sampai ekstrem hanya untuk mencegah kelebihan kalori. Hal itu justru membuat tubuh kamu kekurangan nutrisi penting yang memengaruhi kesehatan kamu, termasuk kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Pembuat Snake diet menyatakan bahwa orang gemuk hanya membutuhkan air asin untuk memenuhi kebutuhan mereka, karena simpanan lemak menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan. Faktanya adalah, siapa pun dapat menjadi kekurangan gizi jika mereka kehilangan jumlah nutrisi penting yang cukup dari hari ke hari.

Sangatlah penting untuk tidak memaksakan batas. Risiko terbesar adalah potensi ketoasidosis, keadaan ketika ketosis terlalu jauh. Ketika kelebihan keton menumpuk di dalam tubuh, darah menjadi asam. Ketoasidosis parah dapat menyebabkan koma, atau bahkan kematian, dan asidosis secara umum dapat memicu bau mulut, sakit kepala, pusing, kram otot, konstipasi, dan kehilangan kepadatan tulang. Penurunan berat badan yang terlalu cepat juga dapat meningkatkan risiko batu empedu.

Akhirnya, kamu akan menurunkan berat badan tanpa lemak selain lemak tubuh saat kamu berpuasa. Dalam satu atau dua hari setelah tidak makan, tubuh kamu akan menghabiskan glikogennya, yang merupakan cadangan karbohidrat yang tersimpan di otot dan hati. Pada titik ini, kebutuhan energi kamu akan terpenuhi dengan memecah lemak yang tersimpan, tetapi tidak semuanya. Tubuh kamu juga akan memecah jaringan tanpa lemak, yang meliputi massa otot dan sel organ. Bahkan, jika kamu memiliki banyak lemak tubuh yang tersisa untuk dibakar, kamu masih dapat membahayakan tubuh dan kesehatan kamu, karena otot dan organ melemah.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang Snake diet yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Jika kamu masih bingung dan bimbang, kamu bisa menghubungi dokter untuk meminta saran tentang program penurunan berat badan yang cocok untuk tubuh kamu.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/diet-greenprint-ala-beyonce-tertarik-ingin-mencoba/

http://www.tampilcantik.com/ingin-berhasil-diet-lakukan-5-kebiasaan-sederhana-ini-sekarang-juga/

http://www.tampilcantik.com/tips-diet-untuk-memperoleh-tubuh-six-pack/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

8 Kebiasaan yang Wanita yang Berdampak Buruk pada Kesehatan

Sejak kecil, kita diajarkan bahwa minum alkohol dan