Tertawa adalah salah satu cara kita untuk mengetahui apakah seseorang sedang senang atau terhibur. Penemuan ilmiah terbaru juga membuktikan bahwa tertawa dapat membantu kita mengenal lebih banyak tentang orang lain dan diri kita sendiri. Hal ini telah dibuktikan oleh para psikolog dan peneliti yang telah mempelajari tawa selama beberapa waktu.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ada lebih banyak hal yang bisa diuraikan melalui cara seseorang tertawa. Kamu bisa melihat kepribadian seseorang dari caranya tertawa (termasuk kepribadian dirimu sendiri).

Simak beberapa fakta berikut ini. 

1. Tawa spontan dan tawa sengaja

Pada umumnya, ada dua jenis tawa yang bisa kita kenali. Jenis tawa yang pertama adalah tawa spontan. Tipikal ini dapat dikenali melalui reaksi tak terkendali terhadap sesuatu yang membuat seseorang tertawa. Contohnya, seperti seseorang yang tertawa karena lelucon kocak. Nah, jenis tawa spontan biasanya memiliki suara khas yang sulit dibuat-buat. Akan terlihat apakah dia tertawa sungguh-sungguh dengan spontan atau tidak. 

Di sisi lain, ada jenis tawa yang memang sengaja dibuat oleh seseorang. Tapi, jenis tawa ini bertujuan sebagai bentuk rasa sopan yang dibuat untuk bereaksi terhadap lelucon yang tidak menarik atau bereaksi terhadap hal yang canggung.

2. Kamu cenderung lebih mudah tertawa jika mengenal orang yang menceritakan lelucon 

Apakah kamu memiliki teman yang sering berperan sebagai komedian di dalam grup pertemananmu? Atau kamu punya kenalan yang sangat lucu sampai-sampai ketika dia diam pun sudah terlihat lucu dan membuatmu tertawa?

Sains mengatakan bahwa menertawakan atau tertawa bersama seseorang kemungkinan besar dapat terjadi karena kamu dan orang tersebut sudah akrab. Kita sering menganggap lelucon lebih lucu jika diceritakan oleh seseorang yang kita kenal, seperti teman atau komedian terkenal.

3. Kamu paling sering tertawa saat bersama teman-teman

Seorang psikolog dari University of Maryland bernama Robert Provine mengatakan bahwa seseorang bisa tertawa tiga puluh kali lebih banyak ketika ia sedang terlibat dalam percakapan bersama orang lain.

Jadi, studi ini juga menemukan bahwa sebenarnya bukan jokes atau lelucon yang membuat kita tertawa, melainkan cara kita berkomunikasi dengan orang lain untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kita menyukai dan memahami mereka.

Ilmu tawa menyebutkan bahwa saat ini tawa tidak hanya berhubungan dengan lelucon saja, tetapi sudah menjadi perilaku sosial yang kita gunakan untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa kita menyukai mereka dan bahwa kita memahami mereka.

4. Hubungan kita bertahan lebih lama ketika kita tertawa bersama

Penelitian yang dilakukan oleh psikolog UC Berkeley Bob Levenson meminta pasangan untuk membicarakan hal sensitif seperti apa yang membuat mereka kesal tentang pasangan mereka. Studi tersebut menunjukkan bahwa ketika pasangan menggunakan tawa dan senyum dalam percakapan mereka, mereka merasa lebih baik segera setelah membicarakan topik yang sensitif. 

Nah, penemuan-penemuan di atas adalah bukti bahwa tertawa itu nggak melulu soal candaan aja. Mungkin kamu juga sudah menyadari salah satu di antara hasil penelitian di atas melalui pengamatan di kehidupan sehari-hari bersama orang yang kamu kenal.

Baca Juga :

10 Tren Fashion yang Mungkin Pernah Kamu Tertawakan Beberapa Tahun Lalu

Mengapa Orang-Orang yang Nampaknya Baik Pun Suka Tertawa Ketika Melihat Orang Lain Dipermalukan?

Tertawalah Selepas Mungkin! Karena Hal Ini Tidak Akan Membuat Garis Senyum Kamu Menjadi Kerutan

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like

Makanan Bebas Gluten Bagi Penderita Penyakit Celiac

Diet bebas gluten sudah diterima dan diterapkan di