Kulit sensitif adalah cerita baru karena aturan normal tidak berlaku! Anda mungkin mengira kulit Anda berminyak sehingga rentan berjerawat, sehingga memungkinkan Anda menggunakan rutinitas perawatan kulit berminyak. Jika cara ini tidak berhasil atau Anda menganggap kulit Anda kering sehingga tidak nyaman, beralihlah ke rutinitas kulit kering! Sejujurnya, ketika kulit Anda terasa tidak nyaman, salah satu alasan utamanya adalah kulit Anda menjadi sensitif.

Kulit sensitif lebih umum terjadi akhir-akhir ini karena berbagai faktor seperti masker wajah, perubahan iklim, faktor lingkungan, dan gaya hidup secara keseluruhan. Memang benar bahwa beberapa orang telah mengidentifikasi jenis kulit mereka sebagai sensitif seperti yang selalu terjadi pada mereka, tetapi beberapa dari Anda juga saat ini mengalami sensitivitas karena faktor-faktor yang disebutkan di atas. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu diingat ketika menangani kulit sensitif dan banyak dari Anda mungkin melakukan kesalahan umum berikut yang menyebabkan kulit Anda bermasalah. Cari tahu cara menghindarinya!

  1. Kebiasaan Pembersihan yang Keras

Aturan pertama dalam merawat jenis kulit ini adalah menggunakan pembersih yang ringan saja, sebaiknya yang mengandung bahan alami dan tidak mengandung bahan kimia. Anda juga dapat memilih pembersih yang diformulasikan secara khusus dan direkomendasikan oleh para dermatologis untuk kulit Anda. Tapi bukan itu saja! Menggunakan kekuatan berlebihan pada kulit saat membersihkan juga dapat mengganggu keseimbangan kulit. Eksfoliasi juga harus dilakukan seminimal mungkin dan hanya eksfoliator yang aman untuk kulit sensitif yang boleh digunakan. Periksa kemasannya untuk mengetahui detailnya atau gunakan produk dermatologis yang direkomendasikan untuk scrub yang sesuai.

  1. Menyeimbangkan Tingkat pH Dengan Toner yang Salah

Toner untuk kulit sensitif tidak hanya harus bebas alkohol dan bahan kimia keras, tetapi juga harus bebas dari bahan apa pun yang biasanya digunakan untuk melakukan pengelupasan kulit pada jenis kulit berminyak dan rentan berjerawat karena produk tersebut bisa jadi keras untuk jenis kulit sensitif. Asam salisilat, misalnya, bukanlah pilihan yang baik untuk kulit sensitif karena menyebabkan rasa perih ringan yang dapat dengan mudah mengiritasi kulit sensitif sehingga menyebabkan jerawat atau kemerahan. Jadi hindarilah dan gunakan toner yang lebih berbahan alami. Toner asam laktat atau glikolat ideal untuk jenis kulit ini.

  1. Menggunakan Produk Retinol Dengan Persentase Yang Salah

Retinol merupakan bahan yang umumnya menyebabkan iritasi ringan pada kulit pada jenis kulit berminyak, kering, atau rentan berjerawat. Hal ini normal dan bukan merupakan efek samping, namun bisa jadi lebih keras pada kulit sensitif. Yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter kulit untuk memilih produk retinol yang tepat karena produk tersebut memiliki persentase bahan yang tepat. Dianjurkan untuk memulai dengan persentase retinol terendah, setelah itu dapat ditingkatkan secara bertahap selama sebulan setelah berkonsultasi dengan dokter kulit.

  1. Friciton Sambil Melembabkan

Meskipun Anda menggunakan krim yang benar dan sesuai dengan jenis kulit Anda, penggunaan yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan kulit Anda. Peradangan yang sudah ada dapat bertambah parah dan penanganan yang kasar juga dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah atau kapiler sehingga menyebabkan lebih banyak kerusakan. Hal ini bisa menimbulkan lesi pada kulit berupa bintik-bintik merah kecil. Penting untuk selalu mengaplikasikan produk pelembab Anda dengan lembut untuk menghindari masalah kulit.

Baca Juga :

Pengertian Indeks UV Dan Kaitannya Dengan Kulit Anda

5 Tanda Kulit Sensitive

5  Tips Anti Penuaan Ini Akan Membuat Kulit Anda Terlihat Awet Muda

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Cara Terbaik untuk Melembutkan dan Menghaluskan Tumit Pecah-Pecah

Tumit pecah-pecah bisa menjadi gangguan yang nyata. Mereka