Tahukah kamu, ada pepatah mengatakan “Tidak pernah ada waktu yang tepat untuk memiliki anak”. Artinya, tidak ada parameter tertentu tentang kapan seharusnya seseorang memiliki anak. Karena, itu semua tergantung dengan kondisi masing-masing. 

Ketika kamu memang sudah siap secara mental, siap secara finansial, dan siap menerima anak dalam kondisi apa pun yang dianugerahkan Sang Pencipta kepadamu, maka langkah selanjutnya adalah membicarakan tentang anak dengan pasangan.

Sebelum kamu memutuskan untuk memiliki anak, ada beberapa hal wajib yang harus dibicarakan dan ditentukan. Berikut daftarnya :

  1. Bagaimana pembagian tugas mengurus anak?

Zaman dulu, mungkin tugas mengurus anak 100% dilakukan wanita, tapi sekarang sudah tidak lagi. Sebab, banyak wanita yang meniti karier dan turut mencari nafkah di keluarga. Jika demikian, tentu tugas mengurus anak harus dibagi sama rata. Kamu dan pasangan harus berbagi tugas, misalnya, ketika kamu menyiapkan makanan, maka pasangan yang harus menyuapi anak. Ketika kamu menyusui, maka pasangan yang harus mengganti popok. 

Semua tugas bisa dibicarakan sejak dini agar salah satu pihak tidak merasa keberatan dalam mengurus anak. Tentu pembagian tugas harus dilakukan sungguh-sungguh sesuai perjanjian saat anak sudah lahir nanti.

Jika tugas sudah dibagi, tetapi kalian masih kewalahan, maka apa yang akan kalian lakukan? Hal ini juga perlu didiskusikan dengan pasangan sebelum anak lahir.

  1. Memilih pengasuh anak

Jika kalian memutuskan merekrut pengasuh anak untuk membantu tugas mengasuh anak, maka bicarakan juga tentang kriteria yang tepat dan di mana menemukan pengasuh anak yang tepat. Kalian harus tahu siapa orang yang akan mengasuh anak kalian, seperti apa kepribadian yang dicari, bagaimana kualitas SDM-nya dan lain-lain. 

Meskipun terkesan sepele, tetapi memilih pengasuh anak tidaklah mudah. Untuk itu, kamu dan pasangan harus menentukan apa yang dicari dari calon pengasuh anak. Jika tidak masuk kriteria, maka kalian harus mencari yang benar-benar cocok dengan kriteria yang dicari. Sebab, pengasuh anak sangat berpengaruh dalam perkembangan dan kesehatan buah hati.

  1. Diskusikan masalah finansial

Untuk memutuskan punya anak, persiapan mental saja tidak cukup, sebab kamu dan pasangan harus siap secara finansial juga. Semua orang yang punya anak tahu betapa mahalnya biaya merawat anak. Sejak lahir sampai besar, anak membutuhkan dukungan finansial yang mumpuni agar dapat hidup dengan “normal” dan berkecukupan. Jangan sampai kamu dan pasangan menghadirkan anak ke dunia hanya untuk membuatnya menderita. 

Demi memenuhi kebutuhan anak, kamu dan pasangan harus terlebih dahulu mendiskusikan masalah finansial. Berapa tabungan kalian, bagaimana anak kalian akan lahir, di mana anak kalian akan lahir, apa saja yang akan dibeli untuk kebutuhan bayi, bagaimana rencana tabungan masa depan anak, dan lain-lain. 

  1. Bagaimana cara membagi waktu untuk tidur pada malam hari?

Tidur adalah kebutuhan wajib yang harus kalian penuhi. Namun, kemungkinan besar kebutuhan ini akan sulit dipenuhi saat punya bayi. Setiap malam, kamu dan pasangan akan terbangun karena bayi menangis, atau terbangun untuk mengganti popok, dan lain-lain. Apalagi, jika bayi sedang sakit, kemungkinan kalian tidak akan bisa tidur pada malam hari, padahal pagi harinya harus tetap bekerja.

Nah, untuk mengantisipasi kelelahan akibat mengasuh bayi, kamu dan pasangan harus membagi tugas dan membuat jadwal tidur sebelum bayi lahir. Bagi tugas dengan beberapa pengecualian sangat penting dibicarakan agar kalian bisa tidur pada malam hari. Jika pasangan memiliki proyek penting pada hari tertentu, maka kamu yang harus berjaga malam untuk mengasuh bayi. Sebaliknya, jika kamu memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, maka pasangan yang harus berjala malam. 

  1. Bagaimana cara menjaga hubungan setelah anak lahir?

Kedatangan anak memang sebuah anugerah dalam keluarga, tetapi tidak jarang masalah anak mempengaruhi hubungan suami istri dan membuat suami istri jadi jauh satu sama lain. Demi mengantisipasi hal ini, kamu dan pasangan harus membicarakan bagaimana cara menjaga hubungan tetap kuat bahkan setelah anak lahir.

Ingat, fondasi dalam keluarga adalah hubungan antara suami dan istri yang harmonis. Jangan sampai kalian melupakan hubungan hanya karena terlalu sibuk mengurus anak. Keluarga kalian bersumber dan bertumpu dari hubungan suami istri, jadi hubungan harus dijaga dengan baik.

Kalian bisa mengatur waktu sekali seminggu untuk “pacaran” lagi, misalnya. Atau kalian meluangkan waktu dalam sehari untuk mengobrol berdua tanpa terusik anak. 

Baca Juga :

Merasa Terlalu Tua untuk Punya Anak? 8 Selebriti Ini Mungkin Bisa Jadi Inspirasi

5 Alasan Mengapa Wanita Memilih Untuk Melajang dan Tidak Punya Anak

6 Masalah Psikologis yang Harus Diatasi Sebelum Memutuskan Untuk Punya Anak

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Ini Alasan Mengapa Hubungan Asmara di Zaman Modern Cenderung Rapuh

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana orang zaman dahulu menjalin