Gen ternyata tidak hanya menentukan penampilan dan kepribadian, tetapi juga ada beberapa gangguan atau kelemahan dalam tubuh kita. Depresi dan insomnia misalnya, dapat disebabkan oleh kecenderungan genetik, jadi bukan murni disebabkan oleh stres atau kelelahan. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang kelainan genetik yang dapat diwariskan dari ibu ke anak perempuan :

  1. Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit di mana peningkatan kelemahan tulang meningkatkan risiko patah tulang. Biasanya wanita yang terkena penyakit ini, dan kecenderungan genetik adalah salah satu faktor risiko terpenting. Osteoporosis dapat muncul dengan sendirinya setelah menopause, periode ketika tulang kehilangan kalsium dan menjadi rapuh.

Tindakan pencegahan :

  • Kamu harus mengonsumsi makanan yang kaya kalsium. 

Jangan lupa bahwa kalsium hanya dapat diserap oleh tubuh kamu jika dikombinasikan dengan vitamin D. Konsultasikan dengan dokter kamu dan minta dokter meresepkan suplemen vitamin yang diperlukan. 

  • Jangan merokok.

Kebiasaan buruk kamu ini bisa mengurangi kemampuan tubuh kamu untuk menyerap kalsium dan memengaruhi kepadatan mineral tulang.

  • Jangan minum soda. 

Konsumsi soda secara berlebihan bisa menyebabkan peningkatan risiko patah tulang pinggul yang signifikan, yaitu sebesar 14%.

  • Kendalikan berat badan kamu dan lakukan olahraga.

Orang yang berusia antara 19 – 64 tahun disarankan untuk melakukan aktivitas aerobik setidaknya 150 menit per minggu.  

  1. Artritis reumatoid

Penyebab rheumatoid arthritis memang tidak jelas, tetapi para ilmuwan berpendapat bahwa hal itu melibatkan kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang mempengaruhi sistem kekebalan seseorang.

Tindakan pencegahan:

  • Berhenti merokok
  • Kurangi konsumsi kopi dan daging merah.
  • Rawat gigi dan gusi secara menyeluruh, kunjungi dokter gigi secara rutin, karena penyakit periodontal dapat menyebabkan perkembangan rheumatoid arthritis.
  • Konsumsi makanan yang kaya vitamin C 
  1. Penuaan dini

Ilmuwan menemukan bahwa gen tertentu bisa mempengaruhi berapa lama tubuh kita dapat mencegah proses penuaan. Gen-gen ini ditularkan dari satu generasi ke generasi lainnya melalui pihak ibu. Jika kamu mewarisi DNA dari ibu kamu yang rusak, maka proses penuaan kamu akan lebih cepat, seperti yang terjadi pada ibu dan nenek kmau.

Sayangnya, para ilmuwan belum menemukan cara untuk mencegah atau memulihkan kelainan ini. Namun sebaiknya kamu rajin menggunakan tabir surya dengan SPF tinggi untuk mencoba mencegah penuaan dini.

  1. Depresi

300 juta orang menderita depresi setiap tahunnya. Bahkan banyak penelitian menyebutkan bahwa di masa depan, depresi bisa menjadi penyakit yang paling banyak merenggut nyawa manusia.

Ilmuwan berhasil menemukan gen yang bertanggung jawab atas depresi dan gen ini ternyata bisa diturunkan dari pihak ibu ke anak perempuan. Wanita dua kali lebih mungkin terkena depresi daripada pria, dan bahkan depresi pada wanita bisa menjadi penyakit kronis. 

Tindakan pencegahan:

  • Jaga kondisi fisik kamu

Kamu perlu tidur nyenyak, makan seimbang, dan berolahraga secara teratur.

  • Jangan menahan masalah kamu dan menanggungnya sendiri, tapi mintalah bantuan teman dan keluarga kamu. Terkadang kamu hanya membutuhkan seseorang yang bisa mendengarkan kamu.
  • Jangan malu untuk mengunjungi psikoterapis jika merasa kondisi kamu semakin parah.
  1. Glaukoma

Wanita lebih sering terkena glaukoma daripada pria, sedangkan mutasi genetik yang terkait dengan penyakit ini bisa ditularkan kepada anak melalui ibu.

Tindakan pencegahan:

Lakukan pemeriksaan secara rutin

  • 2 – 4 tahun sekali untuk usia di bawah 40 tahun. 
  • 1 – 3 tahun sekali untuk usia 40 tahun hingga 54 tahun. 
  • 1 – 2 tahun sekali untuk usia 55 tahun hingga 64 tahun. 
  • 6 – 12 bulan sekali untuk usia 65 tahun ke atas.

Baca Juga :

Masalah Kesehatan Serius Ini Bisa Diturunkan Melalui Genetik, Apakah Kamu Beresiko?

Bagaimana Mutasi Genetika Menyebabkan Gula Darah Rendah

Sering Mimisan? Yuk Cari Tahu Seluk Beluknya

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Inilah yang Terjadi Jika Kamu Terlalu Lama Memakai Headphone

Dokter memiliki aturan yang disebut dengan aturan “60-60”.