Sebagian besar tindakan dan perilaku kita sehari-hari ditentukan oleh logika dan pikiran. Tetapi jika kamu melihat lebih dekat, kamu akan menemukan fakta bahwa sejatinya kamu tidak serasional dan selogis yang kamu pikirkan. 

Berikut adalah daftar pola pikir berbahaya yang paling kerap terjadi di masyarakat, bisa jadi kamu salah satunya :

  1. The Halo Effect

Efek halo adalah peristiwa ketika kita membuat opini subjektif tentang seseorang, objek, atau fenomena hanya berdasarkan penampilan atau ciri khasnya. Kasus paling populer adalah stereotip daya tarik fisik. 

Orang cenderung berpikir bahwa gadis yang cantik atau pria yang tampan selalu lebih baik, lebih pintar, atau lebih bertalenta dibandingkan dengan yang lain.

Melihat orang hanya dari satu sisi saja bisa menjerumuskan kamu.  Bisa jadi kamu malah mempercayai seseorang yang tidak seharusnya kamu percayai.

  1. The Abilene Paradox 

Paradoks ini adalah pemikiran tentang orang-orang yang bersama-sama memutuskan suatu hal yang sebenarnya tidak mereka inginkan. 

Misal, kejadian di tempat kerja di mana tim kamu tidak wajib datang di akhir pekan, tapi kalian terpaksa memutuskan datang hanya karena tidak ingin terlihat buruk di mata orang lain.

Tentu saja hal ini hanya akan merugikan kalian. Kunci dan solusi masalah ini adalah komunikasi yang baik, agar tidak terjadi kesalahpahaman menyebalkan seperti itu di kemudian hari.

  1. Mind Reading

Mind reading adalah kondisi  di mana kamu menduga-duga bagaimana pemikiran orang lain terhadapmu, yang sebenarnya belum tentu benar atau malah tidak benar sama sekali.

Kamu percaya bahwa kamu tahu apa yang orang lain pikirkan tentang kamu. Dan sering kali kamu menganggap orang lain sedang berpikiran buruk tentang kami. 

 Hal yang berbahaya dari mind reading adalah ketika kamu berlarut-larut dalam pemikiran negatif, kemudian kamu mulai berusaha bagaimana cara agar orang lain menerima dan menyukai kamu. Sikap ini cenderung berakhir tidak baik.  Kamu akan kelelahan secara fisik dan emosional.

  1. Self Criticism

Evaluasi diri memang baik karena evaluasi akan memotivasi kita untuk melakukan sesuatu yang baru atau memperbaiki diri kita. Tapi jika self criticism kamu over, pada akhirnya perasaan itu hanya akan membuat kamu terus merasa bersalah dan tidak menghargai diri sendiri. 

Terkadang kritik adalah wujud dari low self esteem. Jika kamu terus berpikir negatif, meragukan diri sendiri dan menolak untuk melihat hal positif tentang diri kamu, maka kamu akan meragukan kesuksesan atau pencapaianmu dan justru fokus pada kegagalanmu.

  1. The Lake Wobegon Effect

Nama lain untuk efek ini adalah “efek kepercayaan berlebihan”. Jadi ini adalah sebuah kebalikan dari self criticism. 

Perasaan ini adalah sebuah ilusi positif yang membuat orang menganggap diri mereka selalu lebih baik dari orang lain.

Jika terlalu percaya diri atau cenderung sombong, kamu justru akan sulit meningkatkan keterampilan kamu karena kamu berpikir kamu sudah hebat. Padahal hal ini akan menurunkan peluang untuk sukses.

Baca Juga :

Aturan Kencan Milenial: Bukan Cuma Gadget yang Butuh Update, Pola Pikirmu Harus Ikut Maju!

7 Makanan dan Minuman Sehat Ini Tidak Sesehat yang Kita Pikirkan

Pola Hidup Sehat Untuk Kalian Para Wanita Cantik

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Temukan Bakat Kamu Lewat 8 Cara Berikut

Minat dan bakat adalah kedua isu membuat orang