Perbedaan pendapat atau prinsip sering menimbulkan perselisihan di antara pasangan. Ada pasangan yang menyikapinya dengan tenang, ada pula pasangan yang menyikapinya dengan emosi meluap-luap hingga menyebabkan perkelahian. Meskipun demikian, pertengkaran antar pasangan adalah hal yang normal dan semua pasangan pasti pernah mengalaminya.

Lalu bagaimana cara memperbaiki hubungan setelah terjadi pertengkaran? Apa yang bisa kamu lakukan? Berikut jawabannya :

  • Kendalikan emosi kamu, hitung sampai 10
5 Zodiak Ini Pintar Kendalikan Emosi dan Nggak Mudah Marah ...

Cara ini benar-benar berhasil! Ketika kamu mendengar sesuatu yang tidak kamu sukai atau tidak setujui dari pasangan kamu, maka ambillah napas dalam-dalam dan hitung sampai 10. Tentu kamu tidak ingin menyakiti pasangan kamu secara mendadak, bukan? Jadi beri dirimu waktu untuk mengendalikan emosi.

  • Gunakan sinyal “safe words” khusus untuk kalian berdua

Ketika perdebatan dengan pasangan kamu mendekati titik klimaks atau mulai tak terkendali, kamu perlu menghentikannya dengan menyebutkan “safe word” yang sudah kalian sepakati. Apa itu safe word? Safe word atau dalam Bahasa Indonesia berarti “kata aman” adalah kata yang disepakati untuk menghentikan sesuatu. Misal, kalian sepakat bahwa kalian akan menggunakan safe word berupa kata “Langit”. Maka, ketika kalian bertengkar hebat, jika salah satu dari kalian mengungkapkan kata “Langit”, kalian harus berhenti bertengkar.

  • Jangan mencoba untuk menang

Kamu tidak harus selalu benar. Dalam pertengkaran dengan orang yang kamu cintai, tidak ada pihak yang benar atau salah. Tidak ada pihak yang kalah atau menang. Bahkan jika kamu merasa bahwa pasangan kamu memang keliru atau bertindak berlebihan, cobalah untuk membuang rasa “ingin menang” dalam diri kamu, karena sekali lagi, pertengkaran bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi bagaimana pasangan menemukan titik temu dan solusi untuk masalah yang diperdebatkan.

  • Sadari bahwa ada beberapa masalah tidak perlu diperdebatkan

Perbedaan pendapat antar pasangan adalah hal yang normal, terutama karena pasangan harus terbiasa dengan cara hidup orang lain. Tetapi luar sana ada masalah yang tidak layak untuk diperdebatkan. Jika terus menjadi sumber keributan, dalam jangka panjang perkara ini hanya akan menimbulkan stres dan kebencian antar pasangan. Oleh karena itu, kamu perlu memilah dengan bijak mana yang perlu diperdebatkan dan mana yang tidak. Jangan sampai kam membuang waktu, tenaga dan emosi untuk hal yang tidak penting.

  • Peluk pasangan kamu

Ketika ada kesalahpahaman atau ketidaksepakatan, hal terakhir yang bisa kamu lakukan adalah melakukan kontak fisik dengan orang yang berdiri di depan kamu. Jangan takut untuk meminta pelukan, dan bermurah hatilah untuk memberikan pelukan bagi pasangan yang kamu cintai. Ini dapat membantu menghindari pertarungan yang lebih besar. Pelukan adalah cara yang ampuh untuk mengendalikan emosi dan memenangkan kedua belah pihak. Selain itu, pelukan hangat dan penuh kasih sayang akan menunjukkan bahwa kamu sangat mencintai pasangan kamu.

  • Tidurlah dan selesaikan masalah di pagi hari

Terlepas dari apa yang mungkin kita pikirkan, para ahli menyatakan bahwa tidak perlu mencapai kesepakatan pada hari yang sama saat kamu bertengkar hebat. Luangkan waktu kamu, dan istirahatlah yang cukup, kemudian cobalah bangun pagi-pagi keesokan harinya. Di pagi hari dan di hari baru, kamu dan pasangan mungkin sudah lebih tenang dan dapat membicarakan permasalahan kalian dengan lebih baik.

Baca Juga :

https://www.tampilcantik.com/ketika-bertengkar-dengan-pasangan-lakukan-hal-ini-agar-suasana-tidak-makin-panas/

https://www.tampilcantik.com/bertengkar-dengan-pasangan-bisa-jadi-tanda-cinta-lho/

https://www.tampilcantik.com/walaupun-sering-bertengkar-tetapi-saudara-adalah-sebuah-ikatan-yang-tidak-akan-pernah-terputus-lho-ingat-itu/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Kebenaran yang Cenderung Diabaikan di Awal Hubungan

Ketika orang mengatakan bahwa “cinta itu buta”, mungkin