Semua impian para pasangan yang telah menikah adalah memiliki kehidupan yang membahagiakan, memiliki keluarga yang sejahtera dan langgeng sampai maut memisahkan. Tapi, pada praktiknya, banyak sekali pasangan yang akhirnya bercerai karena berbagai sebab.

Itulah mengapa akan sangat menarik untuk mengetahui resep apa sih yang membuat pasangan suami istri bisa langgeng dan bahagia?

Nah, parap peneliti telah mencoba menjawab pertanyaan ini dan menemukan bahwa semua pasangan pada dasarnya pasti bertengkar, tetapi pasangan yang langgeng dapat menyikapi pertengkaran dengan cara yang berbeda.

Perkelahian untuk belajar berjuang dan berjuang untuk menemukan solusi.

Pertama-tama, jika kamu dan pasangan berdebat, ini tidak secara otomatis membuat kamu tidak bahagia, loh. Semua orang berdebat dan bisa bertengkar. Para peneliti mengatakan semua pasangan yang menikah, selalu memiliki momen berdebat dan bertengkar. Topik pertengkaran dan perdebatan pun serupa, antara lain anak-anak, uang, mertua, dan kurangnya romansa atau keintiman fisik.

Tapi mengapa pertengkaran di beberapa keluarga tidak menyebabkan perceraian sedangkan pertengkaran di keluarga lain menyebabkan perceraian?

Para peneliti menyarankan bahwa pendekatan berorientasi “solusi” untuk setiap konflik dapat membuat perubahan yang besar. Pasangan yang mampu menjaga keutuhan rumah tangga mereka tidak bertengkar untuk sekedar bertengkar saja, tetapi mereka mencari jalan keluar bersama atas masalah yang mereka alami.

Membicarakan masalah dan mencari solusi

Tim peneliti mengamati 2 kelompok pasangan suami istri. Kelompok pertama terdiri dari 57 pasangan berusia pertengahan hingga akhir 30-an, yang telah menikah selama rata-rata 9 tahun. Kelompok kedua terdiri dari 64 pasangan berusia awal 70-an yang telah menikah lebih dari 40 tahun.

Kedua kelompok diminta untuk mengurutkan berbagai masalah mulai dari yang paling mudah dan paling sulit. Masalah keintiman, rumah tangga, waktu luang, komunikasi, dan uang adalah masalah yang paling serius. Bagi pasangan yang lebih tua, mereka juga menyebutkan masalah kesehatan sebagai hal yang serius.

Setelah beberapa saat, tim memperhatikan, sambil mengamati para peserta, bahwa mereka lebih suka mendiskusikan masalah yang memiliki solusi yang masuk akal. Para peneliti menemukan bahwa semua pasangan lebih fokus pada distribusi pekerjaan rumah tangga dan bagaimana mereka menghabiskan waktu luang. Semakin banyak waktu kamu berinvestasi dalam memecahkan masalah, semakin kamu berhasil menemukan solusi optimal, menurut para ilmuwan.

Topik permasalahan yang dihindari untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia

Pasangan yang dewasa memilih strategi untuk menghindari masalah yang paling membuat stres. Keintiman fisik dan kesehatan adalah topik yang paling sering dihindari. Dan ada alasan untuk ini. Kedua masalah tersebut tidak dapat dengan mudah dibicarakan tanpa melukai perasaan satu sama lain, karena kamu mungkin akan membuat pasangan merasa malu atau rentan. Pasangan yang memperjuangkan pernikahan akan memedulikan perasaan pasangan secara emosional.

Semakin lama menikah, semakin jarang berdebat.

Peneliti menemukan hubungan antara kebahagiaan dan durasi pernikahan. Semakin lama kamu bersama, semakin sedikit masalah dan perkelahian yang terjadi di antara kamu dan pasangan.  Kira-kira masalah apa yang paling mudah kamu bicarakan dengan pasangan kamu? Pernahkah kamu memperhatikan bahwa kamu dan pasangan semakin jarang bertengkar seiring berjalannya waktu?  

Baca Juga :

https://www.tampilcantik.com/pertengkaran-bisa-menjadi-runyam-jika-kamu-salah-paham-dengan-beberapa-hal-ini/

https://www.tampilcantik.com/jenis-pertengkaran-yang-normal-bagi-pasangan-yang-bahagia-sekali-pun/

https://www.tampilcantik.com/hal-hal-yang-dilakukan-pasangan-yang-sehat-dalam-menyikapi-pertengkaran-pasangan/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Kebenaran yang Cenderung Diabaikan di Awal Hubungan

Ketika orang mengatakan bahwa “cinta itu buta”, mungkin