Apakah kamu mengalami jerawat berulang yang terus muncul di tempat yang sama selama pandemi? Banyak orang yang mengeluhkan break out jerawat selama pandemi. Mereka yang semula jarang berjerawat menjadi sering berjerawat, sementara mereka yang memang langganan berjerawat, mengalami jerawat yang lebih parah.

Nah, untuk menjawab rasa penasaran kamu, kenali 7 kemungkinan alasan mengapa kamu breaking out terutama di masa pandemi :

  1. Masker kamu memicu maskne

Maskne atau mask acne adalah jerawat yang timbul di area masker. Tentu kamu sekarang tidak bisa keluar rumah tanpa masker, bukan? Nah, jika kamu memiliki lebih banyak jerawat di dagu, garis rahang, dan pipi, bisa jadi itu adalah akibat dari iritasi saat memakai masker. 

Keringat, minyak, bakteri, dan kelembapan yang terperangkap di bawah masker kamu bisa menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi jerawat.

  1. Stres dan kehidupan penuh tekanan, membuat pori-porimu tersumbat

Stres menyebabkan jerawat, sementara itu, jerawat  membuat kita tambah stres. Memang ini adalah lingkaran setan yang sangat menyebalkan. Saat kamu berada di bawah tekanan, kulit kamu akan menghasilkan hormon stres, termasuk kortisol, yang dapat merangsang kelenjar minyak di wajah. 

Akibatnya, kulit kamu akan meningkatkan produksi minyak, menyumbat pori-pori, dan berujung pada munculnya jerawat. 

  1. Kamu kurang tidur

Tubuh kita menjalani ritme harian, di mana aktivitas tertentu terjadi di pagi hari, dan aktivitas lain terjadi saat kita sedang tidur. Tidur adalah waktu istirahat dan waktu untuk melakukan perbaikan tubuh. Nah, ketika kamu kurang tidur, tubuh akan terus-menerus terpapar kortisol tingkat tinggi, yang dapat memicu munculnya jerawat. 

Sebenarnya hal ini mirip dengan apa yang terjadi saat kamus sedang stres, di mana  hormon pelepas kortisol sebenarnya mengikat kelenjar minyak kamu, membuatnya bekerja berlebihan, dan pada akhirnya menyebabkan jerawat.

  1. Kamu memperburuk jerawat dengan menyentuhnya

Menyentuh jerawat atau bahkan memecahkannya, memang sangat menggoda. Kadang kita merasa terganggu dengan kemunculan jerawat dan ingin segera melenyapkannya, dan itu memang wajar. Tapi, hal itu bukanlah ide yang baik karena jika kamu melakukannya, kulit kamu akan memerah hingga menyebabkan bekas luka. 

Lebih buruk lagi, ketika kamu mencoba menekan komedo atau nanah dari pori-pori, kemudian bakteri di dalamnya justru masuk makin dalam ke kulit kamu. Hal ini akan membuat masalah menjadi makin parah.

Untuk itu, kendalikan keinginan kamu untuk menyentuh wajah. Daripada memecahkan jerawat, lebih baik kamu cuci muka dengan sabun anti jerawat.

  1. Kebiasaan merokok membuat kulit kamu jadi rusak 

Setiap kali kamu menyalakan rokok, kamu juga mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke kulit wajah kamu. Merokok tidak hanya membuat kamu rentan terkena kanker, tetapi juga menyebabkan kerusakan kolagen dan elastin, sehingga membuat kulit kamu keriput dan pori-pori kulit membesar. 

Selain itu, karsinogen dalam asap juga dapat mengiritasi kulit dan membuat kulit jadi kering. Efek ini juga menimbulkan produksi minyak yang berlebih, sehingga akan memicu lebih banyak jerawat.

  1. Penumpukan keringat saat olahraga menyebabkan tubuh berjerawat

Jika kamu tidak mencuci wajah atau mandi setelah berolahraga, maka campuran make up, kotoran, bakteri, minyak, dan keringat kamu akan menyumbat pori-pori kulit, sehingga menyebabkan jerawat. Tidak hanya di wajah, tapi kamu juga berisiko memunculkan jerawat di dada dan punggung.

Baca Juga :

Jika Pacar Kamu Melakukan Hal Ini, Mungkin Sudah Saatnya Kamu Harus Meninggalkannya

6 Tanda Kamu Berada Dalam Akhir Hubungan Kamu

REVIEW: Urban Decay Naked 2 Palette

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

7 Manfaat Deodoran yang Tidak Banyak Orang Tahu

Kamu pasti punya deodoran di rumah kan? Bagaimana