Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah quarter life crisis, bukan?

Ternyata, selain seperempat usia manusia atau antara usia 23 – 25 tahun, masih ada beberapa krisis usia yang menjadi tantangan besar dalam kehidupan sebagian orang di dunia. Krisis tersebut adalah usia 18 tahun, 25 tahun, 35 tahun, dan 45 – 50 tahun.

Berikut adalah tips tentang bagaimana cara bertahan hidup untuk melalui 4 krisis usia yang sangat menantang.

  1. Usia 18 tahun

Usia ini adalah usia di mana seorang siswa SMA hendak meninggalkan bangku sekolah dan menuju babak baru dalam usia mereka, untuk menjadi orang yang lebih dewasa. Biasanya, liburan setelah lulus SMA dimanfaatkan untuk mempersiapkan perguruan tinggi, mulai bekerja, bepergian, atau melakukan hal lain dalam rangka mencari jati diri.

Saat berada di usia ini, kamu akan dihadapkan dengan pilihan-pilihan hidup yang tampaknya menakutkan dan membingungkan. Saat itulah, kamu harus bisa mengendalikan diri dan berusaha berdamai dengan diri kamu.

Coba tanyakan pada diri kamu, jika aku hanya bisa melakukan satu hal saja selama hidup, apa yang akan aku lakukan? Apa yang aku suka? Apa yang ingin aku kuasai? Pertanyaan seperti itu akan membantu kamu memilih jalan hidup.

  1. Usia 25 – 30 tahun

Usia ini disebut sebagai quarter life crisis di mana seseorang bisa merasa seperti berada di tengah hutan atau lautan, tidak ada arah dan tujuan. Orang mulai kebingungan dan mempertanyakan “Untuk apa aku hidup?”.

Ingatlah, kamu tidak perlu menghabiskan seluruh hidup kamu untuk melakuakn satu pekerjaan atau bekerja di satu tempat. Pertumbuhan pribadi, secara psikis dan spiritual adalah prioritas nomor satu kamu di usia ini. 

Masa krisis di usia ini adalah kesempatan untuk turun ke bawah, menenangkan diri, perlahan mulai memperkirakan kemungkinan masa depan, memahami keinginan kamu sendiri, dan selalu ingat untuk bersantai. 

Aturan utama di usia ini adalah kamu harus berhenti membandingkan diri kamu dengan teman sebaya, sahabat, mantan teman sekelas, teman universitas, rekan kerja, dan lainnya. 

  1. Usia 35 tahun

Di pertengahan usia 30-an, kamu mungkin memiliki pemikiran bahwa kamu sudah membuang-buang waktu, atau kamu sudah hidup dengan cara yang tidak benar selama ini. 

Hari-hari terasa berlalu begitu saja, kemudian sisi melankolis dan depresi mengambil alih diri kamu, kekecewaan dan kemandekan di semua bidang kehidupan mulai mewarnai rutinitas kamu. Seakan-akan sudah terlambat untuk memperbaiki keadaan.

Jika kamu merasa tidak cukup berani untuk mulai mengubah hidup kamu, cobalah untuk mengunjungi psikolog, membaca beberapa literatur tentang poin-poin penting di usia dewasa, atau menonton beberapa film yang menginspirasi.

Sangat penting untuk beristirahat dan meluangkan waktu bagi diri sendiri agar tidak memperpanjang masa-masa sulit yang kamu alami. 

  1. Usia 45 – 50 tahun

Apakah kamu sudah tidak senang bekerja lagi? Atau kamu merasa kesepian karena anak-anak kamu begitu sibuk dengan kehidupan mereka sendiri sehingga tidak memperhatikan kamu?

Mungkin kamu akan merasa seperti seluruh hidup kamu didedikasikan untuk hal yang salah, seakan-akan kamu sudah membuat keputusan yang keliru dan tidak bisa lagi memperbaikinya. Kamu pun tidak berani melihat ke depan karena takut akan kematian. Suasana hati kamu juga dipenuhi hal-hal pesimistis. 

Hal yang perlu kamu lakukan di usia separuh baya adalah menenangkan diri. Selangkah demi selangkah, singkirkan pikiran negatif di kepala kamu. Selanjutnya, mulailah membuat rencana dengan memperhatikan nilai-nilai terpenting dalam hidup kamu.

Jika kamu sadar bahwa karier kamu akan segera berakhir, pikirkan tentang pensiun. Entah itu mencari pekerjaan lain yang mampu kamu lakukan, atau istirahatlah dengan layak, karena kamu sudah bekerja keras sepanjang usia.

Jangan lupa untuk tetap aktif. Olahraga dan aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah dan memperkaya otak kamu dengan oksigen.

Baca Juga :

8 Dampak Bahaya Perubahan Iklim Bagi Kesehatan Manusia Yang Tak Kita Duga

Penasaran Arti Mimpi Kamu Semalam? Simak 8 Arti Mimpi Berikut Ini

7 Stereotip Menyakitkan yang Harus Ditinggalkan

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Anak Lebih Suka pada Pasangan Kamu? Ini yang Harus Kamu Lakukan

Peristiwa di mana anak lebih dekat atau lebih