Ketika sudah masuk dunia kerja, kamu akan menemukan situasi yang menyenangkan dan bermanfaat, tapi juga akan ada situasi tak tertahankan yang membuatmu muak. Setelah bekerja berbulan-bulan, kamu akan menemukan banyak alasan untuk meninggalkan pekerjaan kamu lalu mencari tempat kerja dan posisi baru. 

Namun, ketakutan untuk berganti pekerjaan sering menghantui. Orang masih tidak yakin apakah ia dapat menemukan tempat kerja lain, mengingat saat ini persaingan kerja sangat ketat, apalagi di tengah pandemi.

Tetapi, tetap ada beberapa hal yang tidak boleh kamu toleransi di tempat kerja, jika kamu ingin sukses dalam berkarier. 

  1. Birokrasi yang tidak memadai

Bayangkan situasi ketika kamu harus melaporkan dengan detail jam istirahat kamu dan hari libur kamu. Belum lagi kamu harus membuat laporan rinci tentang apa saja yang kamu kerjakan, berapa lama waktu kamu mengerjakan, dan sebagainya. 

Terkadang detail birokrasi seperti ini bahkan bisa menghabiskan lebih banyak waktu daripada pekerjaan utama kamu. Hal ini adalah gambaran yang buruk tentang birokrasi perusahaan. 

  1. Tidak dapat mendiskusikan gaji

Jika perusahaan menganggap bahwa pembahasan perihal gaji adalah hal yang salah atau tidak sopan, maka ini adalah tanda yang harus kamu jadikan peringatan. Apalagi jika perusahaan membuat kamu merasa bersalah saat kamu meminta kenaikan gaji atas tambahan beban pekerjaan yang kamu lakukan. 

Perlu diketahui, membahas gaji kamu dengan atasan dan meminta kenaikan gaji untuk alasan obyektif, seperti peningkatan jumlah pekerjaan misalnya, adalah hal yang sangat normal. 

  1. Biaya tak terduga

Pekerjaan adalah tempat kamu menghasilkan uang, bukan malah menghabiskannya. Jika kamu banyak mengeluarkan uang demi kepentingan pekerjaan, tetapi pihak perusahaan tidak mengganti uang kamu, maka dapat dipastikan tempat itu bukanlah tempat yang baik untuk membangun kariermu. 

  1. Rekan kerja sering ghosting

Ghosting adalah istilah baru yang digunakan pada situasi di mana pasangan meninggalkan hubungan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tapi ternyata hal ini tidak hanya terjadi dalam hubungan asmara, melainkan terjadi pula dalam hubungan kerja.

Jika kamu memiliki rekan kerja yang tidak kooperatif dan sering menghilang saat sedang mengerjakan proyek, apalagi dia tidak diberi peringatan oleh atasan, maka dapat dipastikan perusahaan kamu tidak profesional. 

Saat hal itu terjadi secara terus-menerus, kamu harus bergerak dan melaporkan pada atasan atau departemen SDM di kantor. 

  1. Atasan tidak menepati janji

Janji tentang kenaikan gaji atau promosi, janji untuk meningkatkan fasilitas tempat kerja, janji untuk memberi pelatihan, dan janji palsu lainnya, adalah cara atasan untuk membuat kamu tetap bertahan dan bekerja untuknya. 

Menariknya, atasan yang kerap mengumbar janji seperti itu tidak pernah berhasil mempertahankan posisi mereka dalam waktu lama. Itu artinya, kamu tidak akan pernah mendapatkan apa pun yang mereka janjikan.

  1. Bekerja demi persahabatan

Terkadang, ada atasan atau rekan kerja yang memanfaatkan hubungan persahabatan untuk memeras kamu. Bukan memeras dengan uang, tapi dengan kinerja kamu. Misalnya, ada teman yang meminta kamu menggantikan pekerjaannya karena alasan tertentu, atau atasan memintamu mengerjakan tugas yang di luar tanggungjawab pekerjaanmu.

Jika hal itu terjadi sekali, mungkin kamu masih bisa menoleransinya, karena bisa jadi mereka sedang sangat terdesak. Tapi jika mereka terus-menerus meminta kamu mengerjakan ini dan itu, maka itu tandanya kamu hanya dibodohi untuk bekerja lembur secara gratis.

Baca Juga:

5 Alasan yang Membuat Kamu Bertambah Gemuk di Tempat Kerja

Jika Tempat Kerja Menunjukan Tanda Ini, Buruan Pindah Agar Kariermu Lebih Produktif

Menangis di Tempat Kerja: Bagaimana Cara Melakukannya Dengan Benar

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Jangan Taruh 6 Benda Ini Sembarangan Jika Tidak Ingin Tamu yang Datang Jadi Canggung

Ketika kita sudah akrab dengan seseorang, kita akan