Jam internal kita sebenarnya sangat dipengaruhi oleh hipotalamus yang terletak pada bagian otak. Hipotalamus inilah yang bertugas untuk memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur. Sayangnya, ritme tidur ini seringkali terganggu karena berbagai alasan, diantaranya karena kerja shift, begadang, hingga penerbangan ke negara yang ebrbeda jam dengan negara asal.

Selain hal di atas, ternyata perubahan jam tidur selama berpuasa juga dapat mempengaruhi ritme tidur  yang telah terbentuk sebelumnya. Tubuh harus menyesuaikan diri bangun lebih pagi untuk sahur dan tidur lebih awal agar dapat terbangun keesokan harinya. 

Setelah 30 hari berlalu, malka tubuh akan kembali ke jadwal tidur yang sebelumnya. Mungkin tubuh akan merasa kebingungan dengan perubahan ini, namun sebenarnya ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki pola tidur ini, diantaranya :

  1. Tidur Dengan Lampu Mati

Anda termasuk tim tidur dengan lampu menyala atau lampu mati? Ternyata tidur dengan lampu mati dapat membantu merencanakan jadwal tidur Anda. Adanya cahaya dapat membuat otak berhenti memproduksi hormon melatonin (hormon tidur), sehingga tubuh akan tetap terjaga.

Menjelang tidur, matikan lampu dan biarkan otak memproduksi melatonin agar anda mengantuk. Hindari paparan cahaya yang bersumber dari alat elektronik, seperti  smartphone atau televisi.

  1. Relaksasi

Relaksasi mungkin menjadi salah satu cara yang jarang sekali dilakukan, padahal berlatih relaksasi dapat membantu tubuh untuk tidur lebih nyenyak. Saat dilanda stress atau cemas, tubuh akan memproduksi hormon kortisol (hormon stress) lebih banyak, sehingga membuat Anda akan terus terjaga.

Cobalah menciptakan kegiatan yang menyenangkan menjelang tidur, seperti yoga, meditasi, peregangan, konsumsi teh bebas kafein, hingga journaling. Dengan begitu tubuh akan terhindar dari stress.

  1. Hindari Tidur Siang

Ini nih yang seringkali dilakukan banyak orang selama berpuasa. Tidur nya orang yang berpuasa dianggap pahala, seingga inilah yang membuat banyak orang memilih untuk tidur di siang hari selama berpuasa, padahal tubuh harus tetap produktif lho.

Terlalu lama tidur siang juga akan membuat Anda kesulitan tidur pada malam hari. Selain itu, kepala juga akan terasa pening karena terbangun dari tidur nyenyak. Jika memang ingin tidur siang, usahakan tidak lebih dari 30 menit dan tidurlah sebelum jam 3 sore

  1. Menghindari Kebisingan

Lingkungan yang tenang adalah suatu keharusan agar dapat tidur dengan nyenyak. Pasalnya, otak dapat memproses suara walaupun Anda hanya tidur sebentar saja. Untuk menghilangkan suara keras, maka Anda  bisa menjauhkan televisi dari kamar tidur dan matikan sebelum watunya Anda tidur. Anda juga bisa menggunakan pengaturan senyap.

Jika hunian Anda berada di lingkungan yang bising, mungkin white noise bisa membantu untuk mengurango frekuensi suara. White noise bisa dilakukan dengan menggunakan bantuan kipas angin, AC, humidifier, dan lainnya.

  1. Tetap Teratur

Selanjutnya, buatlah jadwal tidur yang teratur. Plih waktu tidur dan bangun.Setelah dibuat, patuhi jadwal ini dan hindari begadang. Bahkan saat akhir pekan sekalipun, Anda harus mematuhi jadwal ini. Dengan mengikuti jam yang teratur, maka tubuh akan membentuk rutinitas baru dan mulai terbiasa.

Baca Juga :

Cara Ampuh Tetap Fit dengan Jam Tidur yang Kurang

Susah Tidur? Ini 3 Teh Herbal Terbaik yang Dijamin Akan Membuat Kamu Tidur Nyenyak

Bangun Tidur Terlihat Kucel? Udah Gak Jaman Lagi! Sekarang Jamannya Bangun Tidur Langsung Terlihat Cantik.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Superfood Yang Membantu Meningkatkan Imun Tubuh (Bagian II)-end

Sistem imun adalah garda terdepan untuk menjaga tubuh