Darah menstruasi ternyata bisa jadi acuan kondisi kesehatan. Bahkan, tahun lalu, diterbitkanlah sebuah laporan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists yang merekomendasikan agar warna darah menstruasi dijadikan salah satu pertanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, dan suhu tubuh. Mengapa? Karena selain bsia memberitahumu kamu hamil atau tidak, darah menstruasimu bisa menunjukkan kesehatan hormonmu. Dan, hormon-hormon ini adalah penyebab segalanya berfungsi dengan baik, mulai dari fungsi otak hingga sistem reproduksi.

Walaupun apa yang normal untuk satu wanita belum selalu berarti normal untuk wanita lain, ini adalah beberapa perubahan yang harus kamu perhatikan, terutama ketika membicarakan darah menstruasi. Di bawah ini adalah artinya jika darah menstruasimu berwarna tak biasa.

Warnanya agak pink

Kamu mungkin memiliki level estrogen dalam tubuh yang terlalu rendah. Terutama, jika ini diiringi dengan aliran darah menstruasi yang lebih encer dari biasanya. Atau, jika kamu adalah seorang pecinta olahraga lari. Studi menemukan bahwa olahraga yang terlalu berat bisa bisa membuat level estrogenmu menjadi rendah, yang bisa mempengaruhi kekentalan menstruasimu, kadang-kadang bahkan kamu tidak mengalami menstruasi sama sekali. Ini bukan hal yang tak biasa terjadi pada atlet profesional.

Walaupun ini bukan nampak seperti sebuah masalah yang serius, namun level estrogen yang rendah bisa menyebabkan osteoporosis jika tidak ditangani. Jadi, jika akhir-akhir ini kam mulai menjalani latihan matathon atau mulai beroolahraga pertama kalinya dalam hidupmu, atau baru saja meningkatkan intensitas latihanmu dan mendapati kamu jadi lebih jarang menstruasi atau volumenya berkurang, coba konsultasilah dengan dokter. Bisa juga kamu kekurangan nutrisi.

Seperti air

Jika darah menstruasi seperti air, maka kemungkinan besar kamu mengalami kurang nutrisi. Ini juga bisa merupakan gejala dari anemia parah, terutama jika kamu memlihat darahmu menjadi semakin encer setiap saat padahal biasanya justru jadi lebih kental. Jika setelah memonitor warna darah menstruasi selama dua atau tiga siklus dan kamu khawatir bahwa inilah masalahnya, bicaralah pada doktermu untuk minta dites apakah benar kamu mengalami kekurangan nutrisi.

Warnanya cokelat gelap

Jika ini terjadi, bisa saja ada bagian dari sel telur dan darah yang sudah agak lama yang kini baru keluar dari tubuhmu. Namun, jangan panik karena ini adalah hal yang normal. Para ilmuwan dan ahli kesehatan masih belum yakin mengapa ini terjadi pada semua kasus, namun kadang-kadang, darahmu akan tetap berada di dalam dan keluar dengan lambat. Ada banyak waktu untuk teroksidasi, sehingga mengapa warnanya bisa cokelat atau hampir hitam.

Kelabu dan merah tercampur

Jika warna darah menstruasi adalah merah dan abu-abu yang bercampur, maka bisa jadi kamu mengalami Penyakit Menural Sekssual. Apalagi, jika baunya tidak wajar. Karena itu, cobalah menjalani tes sehingga kamu bisa mengetahui ada apa sebenarnya. Selain itu, bisa jadi juga karena terjadinya keguguran.

Baca juga Mengapa Kamu Memiliki Kebiasaan Mengidam Makanan pada Saat Menstruasi?

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Tidak Perlu ke Gym, Ini 5 Cara Bakar Kalori Ekstra di Rumah

Olahraga untuk menurunkan berat badan sebenarnya tidak melulu