Ketika sudah terbiasa dengan beberapa produk atau barang keperluan rumah tangga, terkadang kita mengabaikan efek samping jangka panjang dari produk tersebut. Tanpa disadari, beberapa benda yang ada di rumah yang tampaknya biasa saja, bahkan tampaknya “baik” ternyata memiliki efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. 

Untuk mencegah hal buruk yang tak dinginkan, berikut daftar beberapa benda di sekitar rumah yang mungkin bisa bahaya bagi kesehatan. Waspadai benda dan produk berikut ini, ya:

  1. Diet Coke

Mungkin kamu berusaha menghindari soda biasa atau soda reguler dengan harapan dapat mengurangi gula dan lemak saat berdiet. Kamu mungkin ingin mengonsumsi sesuatu yang manis dan berkafein saat tingkat energi sedang rendah. 

Namun, penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi diet coke dengan risiko berbagai penyakit seperti demensia, obesitas, penyakit kardiovaskular, dan stroke.

Jika kamu serius ingin menurunkah berat badan, maka konsumsilah minuman alami. Ketika air mineral dirasa terlalu hambar, kamu boleh mencampurkannya dengan jus lemon yang segar. Atau, buatlah jus buah segar yang dapat meningkatkan energimu. 

  1. Parfum

Bagi pria maupun wanita, parfum adalah hal penting yang harus ada sebelum pergi meninggalkan rumah. Aroma parfum bisa menjadi identitas bagi seseorang. Rasanya, penampilan belum lengkap jika belum pakai parfum.

Namun, saat menyemprotkan parfum, pada dasarnya kita sedang menyemprotkan bahan kimia pada kulit kita. Meskipun baunya harum, tetapi cairan parfum tetaplah bahan kimia. 

Parfum yang disemprotkan ke kulit dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti migrain, sampai infertilitas. Terlebih lagi, parfum termasuk dalam kategori polutan yang tak baik bagi keberlangsungan bumi.

  1. Panci anti lengket 

Apakah kamu memiliki panci anti lengket di rumah?

Jika iya, kamu pasti sangat mengandalkan panci itu untuk memasak berbagai menu makanan, bukan?

Tanpa disadari, sebenarnya lapisan pada panci anti lengket mengandung bahan yang disebut polytetrafluoroethylene. Saat panci bersuhu terlalu panas, ia dapat melepaskan gas beracun, yang bisa bersifat karsinogenik.

Jika memungkinkan, sebaiknya gunakanlah peralatan masak stainless steel atau besi. Apabila ingin alat masak kamu anti lengket, cukup semprotkan minyak anti lengket alami yang lebih aman.

  1. Sabun anti bakteri 

Sejak kecil, kita sudah melihat tayangan iklan di televisi yang menampilkan ilustrasi sabun anti bakteri yang mampu melawan kuman jahat di tubuh. Kita pun diajarkan tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun, terlebih saat pandemi Covid-19 menerpa dunia. 

Meskipun baik, tapi sabun anti bakteri juga memiliki efek samping. Ketika kamu menggunakan sabun anti bakteri, maka sabun akan membunuh semua kuman. Baik itu kuman jahat maupun kuman baik. 

Jadi, untuk mempertahankan kuman baik di kulit, kamu cukup menggunakan sabun biasa. 

  1. Pasta gigi pemutih 

Seperti halnya sabun anti bakteri, banyak orang juga tergiur dengan pasta gigi pemutih yang diiklankan di televisi. Menang, pasta gigi pemutih bekerja dengan baik saat menghilangkan noda pada gigi. Noda ini biasanya muncul karena terlalu banyak minum kopi atau teh. 

Nah, yang menjadi masalah adalah seberapa tinggi frekuensi kamu menggunakan produk pasta gigi ini. Sebab, jika terlalu sering, pasta gigi ini bisa menjadi terlalu abrasif dan merusak email gigi. Akibatnya, kamu akan mengalami gigi sensitif.

Untuk menghindari hal itu, periksa terlebih dahulu apakah merek pasta gigi yang kamu gunakan stempel persetujuan organisasi kedokteran gigi. Dan jika memungkinkan, carilah pasta gigi biasa, bukan produk khusus pemutih gigi.

Baca Juga :

5 Alasan Mengapa Pujian Orang Lain Tidak Akan Membantu Kamu Untuk Bekerja dengan Lebih Baik

6 Beauty Product Terbaik untuk Hadiah Valentine

10 Warna Lipstik Terbaik untuk Wanita dengan Kulit Gelap

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Ini 7 Tanda Kamu Sedang Kelelahan Secara Mental

Rollercoaster kehidupan sangat mungkin membuat seseorang kelelahan, baik