Tahukah kamu, pada tahun 1960, terdapat sekitar 10% orang dewasa tidak menikah, alias memilih untuk hidup lajang. Kemudian pada tahun 2012, angka  ini meningkat dua kali lipat, menjadi 20%. 

Tapi tetap saja, bahkan sampai hari ini, masih banyak orang yang menganggap bahwa status lajang adalah sebuah kegagalan atau sikap anti sosial. Padahal, memilih untuk hidup lajang merupakan salah satu upaya untuk merawat dan mencintai diri sendiri, alias self love.

Berikut adalah alasan mengapa kamu tidak boleh merasa malu jika memutuskan untuk hidup melajang:  

  1. Kamu tidak boleh merasa buruk atas pilihan hidup kamu 

Dalam masyarakat yang masih menghargai keluarga dan pernikahan, seperti di Indonesia, orang dewasa yang lajang sering kali tidak disukai. Sejak masa kanak-kanak, masyarakat mengajarkan bahwa semua orang harus tumbuh dewasa, kemudian menikah dan punya anak.

Karena stereotip itulah, masyarakat di luar sana akan menganggap orang yang melajang itu aneh atau salah. Akibatnya, meskipun dalam hati berkata tidak, tapi orang-orang tetap menikah hanya demi mempertahankan status “normal” di mata masyarakat.

Padahal sebenarnya, hidup akan lebih baik ketika seseorang lebih memperhatikan diri sendiri dan memilih untuk menjauh dari hubungan yang penuh tekanan bersama pasangan.

Jadi, demi kebaikan diri kamu sendiri, maka kamu tidak boleh merasa buruk akan pilihan yang kamu ambil. Kamu adalah orang yang paling mengerti apa yang terbaik bagi dirimu sendiri. Jangan hidup atas pendapat orang lain.

  1. Sendirian dan kesepian itu berbeda

Beberapa orang menganggap bahwa orang yang lajang akan kesepian, padahal tidak demikian. Kesepian dan sendirian adalah dua hal yang berbeda.

Kesepian adalah keadaan yang tidak diinginkan oleh seseorang, di mana mereka merasa terkucilkan secara sosial dan merasa ingin ditemani. Bagi orang yang kesepian, ditinggalkan seorang diri adalah hal yang buruk. Orang yang kesepian akan mencari dan membutuhkan teman atau pasangan,  tetapi tidak kunjung menemukannya.

Sedangkan, seseorang yang sendirian adalah mereka yang memang memilih untuk sendiri. Mereka merasa baik-baik saja untuk tidak berbagi kehidupan dengan orang lain (pasangan). Mereka cenderung lebih suka menikmati saat-saat sendiri, menekuni berbagai hobi dan minat, namun tetap memiliki teman. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang kesepian merasa tidak puas dengan hidup mereka, tidak seperti orang yang memilih untuk sendiri.

  1. Memilih untuk lajang, akan membuat kamu lebih mengenal diri sendiri

Psikolog mengatakan bahwa penting untuk belajar selaras dengan diri kita sendiri. Tanpa memiliki hubungan yang sehat dengan diri sendiri, maka tidak mungkin kamu bisa membina hubungan yang sehat dengan orang lain.

Nah, dengan menikmati kesendirian, orang-orang yang melajang justru lebih terbuka untuk mengenal pertumbuhan dan perkembangan dirinya daripada orang yang sudah menikah. 

Hal itu terjadi karena orang yang sudah menikah cenderung sangat bergantung pada pasangan dan anaknya, sehingga terkadang mereka kehilangan jati diri sebagai seorang individu. 

Bagi sebagian orang, melajang adalah cara terbaik untuk menjalani hidup secara penuh. Orang yang merasa nyaman saat hidup sendirian, biasanya mengandalkan diri sendiri dan selalu memercayai suara hati yang membimbing kehidupan mereka. 

Itulah yang memberi mereka kebebasan dan kesempatan untuk fokus pada kebutuhan pribadi mereka daripada orang lain. Selain itu, mereka dapat membuat pilihan-pilihan hidup yang lebih baik karena tidak terpengaruh oleh kehidupan orang lain.  

Manfaat Hidup Lajang

Setelah mengetahui alasan mengapa kamu tidak perlu malu untuk hidup lajang, kali ini kamu akan mengenal manfaat dari hidup melajang:

  1. Orang yang lajang tidak akan terlalu stres

Orang lajang menghargai setiap pekerjaan yang mereka lakukan. Biasanya, mereka memiliki pekerjaan yang mereka sukai, dan dapat mengandalkan diri sendiri, serta mengikuti suara hati saat memutuskan pilihan hidup. Hal ini membuat mereka tidak terlalu stres jika dibandingkan dengan orang yang sudah berkeluarga.

  1. Orang yang lajang cenderung lebih produktif

Karena tidak memiliki gangguan yang cukup berarti (entah itu gangguan pasangan atau anak) maka orang lajang dapat fokus pada pekerjaan mereka dengan lebih baik. Selain itu, mereka memiliki banyak waktu untuk menjelajahi imajinasi mereka dan menjadi lebih kreatif.

  1. Orang yang lajang tidak terikat pada satu tempat

Karena orang lajang tidak terikat pada tempat tertentu, maka mereka memiliki lebih banyak kesempatan untuk melakukan perjalanan dan menjelajah dunia. Mereka bebas memilih tempat tinggal atau bebas berlibur kapan pun mereka mau.

  1. Orang lajang lebih memperhatikan teman dan keluarga

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang lajang cenderung lebih memperhatikan teman dan keluarga, daripada orang yang sudah menikah. Itu karena orang lajang belajar untuk sepenuhnya memahami diri mereka sendiri, dan hal tersebut membantu mereka untuk memahami orang lain juga.

  1. Orang yang lajang menjadi lebih mandiri

Orang yang lajang mengenal diri mereka sendiri dengan lebih baik, sehingga mereka tidak akan mengalami emosi negatif sebanyak orang-orang yang sudah berkeluarga. Orang lajang suka menjadi diri sendiri dan tahu betul apa yang terbaik untuk diri mereka.

Baca Juga :

5 Alasan Mengapa Wanita Memilih Untuk Melajang dan Tidak Punya Anak

Inilah Alasan Mengapa Banyak Wanita Modern Tetap Melajang Selama Bertahun-tahun

Wanita Kuat Akan Memilih Lajang Daripada Menghabiskan Waktu untuk Kekasih yang Tidak Layak

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

8 Tanda Kamu Sudah Jatuh Cinta dengan Pasangan Kamu Sekarang

Jatuh cinta adalah salah satu perasaan yang paling