Wabah Virus Corona (COVID-19) sudah semakin meluas hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Hari demi hari jumlah pasien terus bertambah. Beberapa rumah sakit pun mulai membuka donasi dan memohon pertolongan dari warga masyarakat untuk menyumbangkan berbagai alat perlindungan diri seperti masker N95 yang kini menjadi barang langka.

Para tenaga medis di Amerika, seperti yang dilansir Cosmopolitan, mengatakan bahwa  pekerjaan yang harus mereka hadapi di tengah wabah ini seperti pergi berperang. Berikut adalah beberapa kesaksian dari para tenaga medis yang akan membuat kamu semakin berkomitmen untuk ikut melawan virus dengan tetap #DiRumahAja :

Takut Menulari Keluarga di Rumah

Waspadai Menularkan COVID-19 pada Keluarga di Rumah, Ini yang ...

“Saya seorang dokter di sebuah rumah sakit di Rhode Island. Saya benar-benar ketakutan. Saya takut pulang dan takut pada kemungkinan menularkan virus kepada anggota keluarga saya. Tolong, tolong, tinggallah di rumah saja kecuali Anda betul-betul membutuhkan perawatan medis.” —Anonim, 25 tahun, Rhode Island

Kekurangan masker, sarung tangan, tisu, dll.

“Semua orang takut. Saya bekerja di fasilitas rawat jalan dan tidak bisa mendapatkan cukup masker, sarung tangan, atau tisu pembersih. Tetaplah di rumah. Wabah ini bukan tentang apakah Anda sedang demam atau batuk lagi. Meskipun Anda tampak sehat sekalipun, Anda benar-benar tidak tahu apakah Anda membawa virus atau tidak.” —Anonim, 29 tahun, Las Vegas.

Ini adalah zona perang

Pelesir ke Zona Perang Diprediksi Jadi Tren Wisata 2024 ...

“Ini benar-benar zona perang. Bahkan di musim flu yang terburuk sekalipun, kami tidak pernah mengalami hal seperti ini di kantor dokter, tempat saya bekerja sebagai perawat. Kami seperti berperang tanpa senjata, berlari menemui musuh yang bersembunyi, yang menunggu untuk menyerang.” —Ashley, 22 tahun, Newtown, PA

Menunda pernikahan karena tidak ingin membahayakan keluarga dan teman-teman.

“Saya berisiko tinggi terpapar virus karena setiap hari bekerja di rumah sakit. Ibu saya immunocompromised dan nenek saya sudah lebih dari 80 tahun. Karena wabah yang terjadi saat ini, saya tidak bisa menemui mereka sekarang. Saya seharusnya menikah dua minggu lagi, tetapi ditunda karena saya tidak ingin menempatkan keluarga dan teman-teman saya dalam bahaya. Jika orang-orang sadar bahwa tinggal di rumah akan membantu kami semua yang bekerja di rumah sakit, ini akan menjadi lebih baik. ” —Julia, 23 tahun, San Antonio.

Gejala kecil sekalipun membuat saya gelisah.

“Saya harus pergi ke rumah sakit untuk merawat pasien meskipun saya takut. Tapi kenyataannya, saya sangat mungkin terpapar virus dari orang-orang yang menggunakan transportasi umum, pasien yang mengunjungi rumah sakit, serta tenaga medis lainnya. Sekarang, setiap hal kecil membuat saya gelisah. Jika rekan kerja mengeluh sakit kepala, atau gejala sakit lainnya, saya langsung panik. Saya merasa sangat takut pada dokter dan perawat yang harus menyentuh dan merawat pasien-pasien Covid-19. Kondisi ini sangat serius.” —Molly, 28 tahun, New York.

Protokol Penanganan Berubah Setiap Hari

Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19 ...

“Segala sesuatu tentang wabah ini sangat tidak dapat diprediksi. Menjadi seorang perawat, terutama di ICU, saya terbiasa bekerja di bawah tekanan dan dituntut harus fleksibel. Tetapi wabah ini tidak seperti maslah lain yang pernah saya lihat atau alami. Saya harus berangkat kerja lebih awal dan saya mendapat email harian tentang pedoman baru untuk menangani COVID-19. Terkadang pedoman ini berubah di tengah-tengah tindakan medis. Saya sekarang tinggal di apartemen sementara jadi saya tidak perlu khawatir tentang membawa virus pulang ke rumah dan membahayakan keluarga. ” —Ashley, 26 tahun.

Pekerjaan ini seperti puzzle yang tidak lengkap

“Ketakutan dan kepanikan di tempat kerja menjadi lebih intens daripada sebelumnya. Sulit untuk bekerja sebagai penyedia layanan kesehatan yang dituntut untuk tetap tenang, ketika Anda hanya memiliki 3 potongan puzzle padahal Anda membutuhkan 10 potong untuk melengkapinya.” —Cindy, 28 tahun, New Jersey.

Kamu bisa ambil bagian untuk membantu tenaga medis di negara kita dengan tetap tinggal di rumah dan selalu menjaga kebersihan. Karena kamu tidak tahu apakah kamu membawa virus dan membahayakan anggota keluarga kamu yang rentan. Jadi, tolong bantu pahlawan kesehatan. Cukup dengan #DiRumahAja.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/kecemasan-emosional-dan-keuangan-yang-ekstrem-akibat-wabah-covid-19/

http://www.tampilcantik.com/5-tips-jaga-kebersihan-untuk-cegah-covid-19/

http://www.tampilcantik.com/apakah-virus-corona-mematikan-berikut-penjelasan-dokter-tentang-angka-kematian-covid-19/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Alasan Mengapa Kamu Sering Mimpi Buruk di Tengah Pandemi COVID-19

Banyak sekali hal luar biasa yang terjadi di