Jika kamu percaya judul-judul artikel clickbait yang bertebaran di internet, maka kamu mungkin percaya bahwa milenial adalah sebuah generasi yang haus darah. Kita dikatakan membunuh segalanya mulai dari pekerjaan kantor tradisional hingga restoran. Namun, jika ada satu hal yang katanya paling dihancurkan oleh milenial, maka ini adalah dunia percintaan. Milenial dinyatakan sebagai generasi yang membunuh hubungan asmara yang klasik, seperti kencan makan malam, standar romantisme, dan hal-hal klasik lainnya. Apalagi dengan banyaknya situs kencan yang memudahkan gonta-ganti pasangan, maka tak heran kini bisa begitu mudah bagi seorang milenial untuk berpindah dari satu hati ke hati lainnya, tak peduli berapa usianya. Belum lagi ketergantungan pada media sosial dan ponsel yang membuat kualitas hubungan menurun.

Namun, jangan percaya bahwa milenial hanya bisa merusak. Jika kamu dan pasanganmu mengalami hal-hal seperti ini, maka kamu dan dia tergolong milenial yang ada dalam sebuah hubungan yang sehat.

Kamu dan pasanganmu nyaman dalam keheningan

Salah satu tanda yang paling pasti bahwa kamu sedang berada dalam sebuah hubungan yang sehat dengan pasanganmu adalah kamu dan dia bisa merasa nyaman sama-sama berada dalam keheningan. Bisa membaca buku atau membuka-buka Instagram selagi pasanganmu sibuk bermain game dan tidak merasa tertekan untuk membuat percakapan adalah sebuah hal yang sangat berharga.

Kamu tidak stress karena penggunaan media sosial pasanganmu

Ada tiga hal yang tidak dilakukan oleh pasangan yang sehat, terutama para generasi milenial: mereka tidak tebar pesona dengan orang lain di Facebook, mereka akan berpikir dua kali sebelum menambakan teman yang bisa menyebabkan gesekan dalam sebuah hubungan (misalnya mantan), dan mereka tidak saling mengawasi dengan penuh curiga penggunaan media sosial satu sama lain. Rasa percaya adalah pondasi dari sebuah hubungan yang sehat. Rasa percaya ini harus timbal balik dan disertai dengan tanggung jawab.

Apalagi bagi generasi milenial yang hanya tinggal beberapa klik saja dari perselingkuhan, maka rasa percaya dan kebijaksaan dalam penggunaan media sosial adalah hal yang sangat penting. Kamu harus paham bahwa mungkin kekasihmu juga kadang nge-like status atau foto mantannya. Namun, jika ini membuatmu merasa insecure, maka pasti ada masalah yang lebih mendalam: entah cara interaksinya yang tidak normal dan kamu tak bisa menyembunyikan instingmu atau karena kamu tidak melandasi hubungan itu dengan kepercayaan.

Kamu menganggap karir satu sama lain serius

Menyeimbangkan ambisi kerja sebagai pasangan muda milenial bisa merupakan hal yang sulit. Kedua pasangan di hubungan yang sehat harus saling mendukung gol-gol karir satu sama lain, meskipun kadang tidak nyaman. Jika pasanganmu marah-marah ketika kamu pulang kerja larut malam karena tidak bisa makan malam dengannya, maka ini adalah pertanda yang buruk.

Kamu punya password satu sama lain, tapi tak pernah menggunakannya

Sekali lagi, rasa percaya adalah landasan hubungan yang sehat. Jika kamu dan dia merasa aman dan percaya satu sama lain sampai bisa bertukar password, maka hubungan kalian kemungkinan kuat. Namun, ini juga harus dibarengi dengan kepercayaan dalam bentuk lain: meskipun sama-sama punya password satu sama lain, kalian tak pernah merasa butuh mengintip. Kamu menghormati privasi pasanganmu dan percaya bahwa ia tak akan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak seharusnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Ssst, Seperti Ini Ciri-Ciri Wanita Bernilai Tinggi yang Selalu Dikejar-kejar Pria!

Beberapa wanita dilahirkan sebagai bidadari alami. Mereka tak