Hubungan apa pun adalah jalan dua arah. Agar berhasil, kedua belah pihak harus berusaha. Untuk membangun kembali hubungan ibu-anak, Anda bisa melihat daftar yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan untuk ibu dan anak. Cek daftarnya berikut ini.

  1. Dengarkan Dan Berempati

    Pekerjaan seorang ibu adalah 24/7. Itu bisa melelahkan. Dalam kekacauan, ibu sering lupa untuk mendengarkan dan berempati. Namun, ini belum terlambat. Mulailah mendengarkan putra Anda dan pahami sudut pandangnya. Apakah dia membutuhkan perhatian atau cinta Anda? Apakah Anda terlalu memaksakan? Atau, apakah dia sedang mengalami sesuatu yang membutuhkan intervensi ahli? Tingkah lakunya (diam, cuek, marah, dll) dan pilihan kata akan mengungkapkan banyak hal. Yang harus Anda lakukan adalah mendengarkan dengan telinga, mata, dan naluri keibuan Anda.

  1. Meminta maaf

    Permintaan maaf bisa sangat membantu memperbaiki hubungan yang retak dengan putra Anda. Ini juga merupakan cara terbaik untuk mengulurkan tangan membantu seseorang yang tidak mau menerima karena luka di masa lalu. Tidak ada orang yang sempurna. Kita semua membuat kesalahan. Perbaiki kesalahan dimulai dengan permintaan maaf yang tulus dan tidak mengulangi perilaku yang membuat putra Anda menjauh.

  1. Cari Terapi

    Pelecehan atau penganiayaan anak bisa membuat ibu mengulanginya. Pola asuh yang keras, di sisi lain, tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga menabur benih kebencian. Ibu dengan depresi atau penyakit mental lainnya juga dapat menyakiti anak laki-laki mereka dengan tidak mendukung secara emosional. Jika Anda ingin memperbaikinya, carilah terapi profesional. Ini akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan ruang mental yang lebih baik untuk memiliki hubungan yang sehat dengan putra Anda.

  1. Fokus Pada Diri Sendiri

    Sebagian besar wanita mendedikasikan diri mereka untuk anak atau anak-anak mereka – dan ini bisa menjadi tidak sehat bagi ibu dan anak laki-lakinya. Beri anak Anda ruang yang mereka butuhkan. Fokus pada diri sendiri. Apa yang ingin Anda lakukan? Pergi ke sekolah? Pelajari keterampilan baru? Bepergian atau menulis buku? Mungkin memulai saluran memasak di YouTube? Fokus pada diri sendiri akan memiliki efek positif pada Anda. Anda akan lebih bahagia – begitu pula putra, keluarga, dan teman Anda.

  1. Hormati Privasinya

    Setiap orang membutuhkan privasi. Baik itu kehidupan pribadi atau profesional putra Anda, Anda harus menghormati privasinya. Terus-menerus menyenggolnya untuk memberi tahu Anda apa yang dia lakukan sepanjang hari, kehidupan kencannya, kehidupan kerja, dll. Bisa mengganggu dan mungkin tidak diterima. Itu hanya akan mengganggunya dan mendorongnya menjauh.

  1. Jangan Bandingkan

    Terus-menerus membandingkan putra Anda dengan orang lain bukanlah permainan yang adil. Itu mempengaruhi harga dirinya dan dapat membuatnya tumbuh menjadi individu yang tidak aman yang selalu mencari validasi dari orang lain. Berhenti membandingkan anak Anda dengan orang lain. Mulailah mencari bakat terpendam yang dimilikinya. Hargai dia dan bantu dia menjadi lebih baik dalam keterampilan itu.

  1. Jadilah Berwibawa, Bukan Otoritarian

    Ibu yang berwibawa hangat namun tegas. Mereka mencintai dan mendukung anak-anak mereka tetapi juga mengawasi kemajuan mereka dalam studi dan melindungi mereka dari pergaulan yang tidak diinginkan. Di sisi lain, ibu otoriter tidak mendukung, dingin, kurang empati, dan kasar. Mereka juga ketat. Menjadi berwibawa akan memberi putra Anda lingkungan yang sehat untuk tumbuh dan belajar. Pola asuh yang otoriter, di sisi lain, dapat menyebabkan masalah emosional dan depresi.

  1. Jangan Mengganggu Pernikahannya

    Apakah Anda ikut campur dalam pernikahan putra Anda dengan nasihat yang tidak diharapkan, berperan sebagai wasit, atau mengeluh tentang menantu perempuan Anda? Atau apakah Anda mampir di tempat mereka setiap saat dan tinggal lebih lama di tempat mereka? Berhenti melakukan itu segera. Putramu memiliki keluarganya sekarang dan dia harus merawat mereka. Tentu saja, Anda adalah bagian darinya. Namun, dua orang dalam pernikahan tidak boleh dipengaruhi oleh orang lain. Pertahankan ikatan erat dengan menantu dan putra Anda, tetapi jaga jarak agar mereka tidak terganggu.

  1. Jangan Menekan

    Menekan seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu tidak pernah berhasil. Tidak terkecuali putra Anda. Itu hanya menciptakan arus bawah ketegangan dan kebencian dalam hubungan. Jika menurut Anda putra Anda membutuhkan bimbingan, diskusikan dengannya saat makan siang. Tapi serahkan padanya untuk membuat keputusan.

  1. Biarkan Dia Melawan Pertarungannya

    Anda ingin melindungi putra Anda dari setiap pukulan. Tapi itu tidak praktis. Biarkan putra Anda bertarung. Itu juga akan mengajarinya keterampilan yang dibutuhkan untuk menavigasi melalui kesulitan hidup. Peran Anda sebagai seorang ibu adalah untuk mendukungnya dan menunjukkan kepadanya arah yang benar – dan tidak mengikuti jalannya.

Baca Juga :

Wajib Tahu, 7 Jenis Hubungan Ibu-Anak

Kenali Ciri Hubungan Ibu-Anak Yang Sehat Ataupun Toxic, Serta Efeknya bagi Anda

<strong>18 Cara Meningkatkan Hubungan Ibu-Anak</strong>

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like

10 Alasan Sebenarnya Pria Tidak Mudah Mengirim Pesan Text

Pria terkenal buruk dalam berkirim pesan. Tapi apa