Mitos tentang nutrisi telah beredar luas dan dipercaya oleh berbagai pihak hanya karena banyak orang mengatakan dan menceritakannya berulang-ulang. Berikut adalah mitos-mitos nutrisi yang perlu diketahui :

  • Mitos lemak jenuh

Beberapa hubungan antara lemak jenuh dan kolesterol low-density lipoprotein (LDL), diperkuat dalam berbagai penelitian sejak tahun 60-an, namun telah dipatahkan oleh ilmu pengetahuan terbaru. Terdapat beberapa penelitian baru yang menunjukkan bahwa lemak jenuh dari susu tidak memengaruhi kadar kolesterol dalam darah kita seperti yang kita kira sebelumnya. Namun, kita masih perlu memperhatikan asupan daging dan makanan berlemak yang dipanggang, karena makanan berlemak jenuh tinggi ini masih terkait dengan penyakit jantung.

Lemak jenuh porsi kecil bukanlah hal terburuk di dunia – pada kenyataannya, studi oleh Tufts University tahun lalu menemukan bahwa susu berlemak bahkan mungkin baik untuk jantung – tetapi  secara keseluruhan, jenis lemak tersehat adalah jenis lemak tak jenuh, seperti yang ada pada alpukat, yoghurt, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun extra virgin, salmon, dan ikan berminyak lainnya.

  • Mitos diet rendah karbohidrat

Diet rendah karbohidrat pada awalnya membantu menurunkan berat badan, inilah yang membuat orang berpikir mereka lebih sehat dengan diet rendah karbohidrat. Helen West, seorang ahli diet mengatakan bahwa mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat memang dapat mengurangi insulin dan meningkatkan glukagon (hormon yang memicu mode pembakaran lemak tubuh kamu) tetapi ada risikonya. 

Penelitian yang diterbitkan tahun lalu di The Lancet Public Health menemukan bahwa diet dengan kurang dari 40% karbohidrat dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Sebuah studi terpisah mengaitkan diet rendah karbohidrat dengan peningkatan peluang kematian akibat penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker. Ternyata kita kehilangan vitamin, mineral, dan serat esensial dengan melewatkan karbohidrat.

Kamu membutuhkan karbohidrat untuk berbagai alasan – paling  tidak untuk membantu kamu mendapatkan asupan serat. Karbohidrat terbaik adalah yang paling dekat dengan keadaan alami mereka, seperti kentang panggang misalnya.  Isilah piring kmau dengan karbohidrat yang berkualitas baik.

  • Mitos wanita harus mendapatkan 2.000 kalori sehari

Angka ajaib ini diambil dari survei tentang rata-rata asupan makanan Australia dan digunakan sebagai dasar untuk menghitung persentase nilai asupan harian pada label makanan Tapi, itu hanya angka rata-rata – itu tidak memperhitungkan kebutuhan energi individu.

Untuk mengetahui kebutuhan energi pribadi kamu, hitung laju metabolisme basal kamu. Coba cari tahu di internet tentang “BMR Calculator”.  Angka ini akan mempertimbangkan berat badan kamu, tingkat aktivitas, usia dan jenis kelamin untuk pedoman yang lebih spesifik. Sebenarnya kamu tidak perlu memusatkan perhatian pada kebutuhan energi. Menghitung kalori dapat menyebabkan hubungan yang tidak sehat dengan makanan. Alih-alih menghitung kalori, fokuslah untuk mengonsumsi banyak makanan sehat dan usahakan untuk meminimalkan asupan minuman keras, camilan manis seperti biskut, permen, coklat, dll.

Nah, itu dia tiga mitos tentang nutrisi yang perlu kamu ketahui. Jangan sampai terjebak pada mitos yang salah dan justru membahayakan kesehatan kamu, ya!

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/4-mitos-umum-tentang-kecemasan-dan-depresi/

http://www.tampilcantik.com/bisa-mengacaukan-diet-kamu-ini-mitos-metabolisme-tubuh-yang-dipercaya/

http://www.tampilcantik.com/kamu-percaya-mitos-make-up-ini/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

4 Rahasia untuk Tampil Cantik di Acara Spesial

Dalam hidup ini, terkadang kita dihadapkan dengan berbagai