Khawatir adalah kata lain untuk anxiety. Anxiety adalah emosi dan stres adalah gejalanya. Seringkali anxiety yang tidak diatasi akan menjadi gejala stres.  Sebenarnya anxiety itu tidak terlalu mengkhawatirkan, tetapi ketika itu mulai memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu, pergi keluar, mengerjakan tugas, atau menjadi tertekan, maka orang tersebut membutuhkan dukungan.

Apakah teman atau anggota keluarga Anda menunjukkan tanda-tanda anxiety? Jika orang tersayang Anda mengalami gejala awal anxiety atau merawat seseorang dengan diagnosis jangka panjang, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  1. Jadilah pengertian

Semua jenis anxiety pada berujung pada satu titik, yakni ketakutan, jadi jangan meremehkan bagaimana perasaan seseorang akan ketakutannya. Hal ini mungkin membuat frustrasi, tetapi bahkan hal-hal yang sangat kecil dapat membuat seseorang merasa cemas secara sosial merasa stres dan panik. Perasaan ini sering kali berasal dari pengalaman masa lalu yang buruk, jadi jangan berasumsi tentang bagaimana mereka bereaksi. Ingat, bahkan mereka mungkin tidak sepenuhnya memahami akar dari apa yang terjadi. Tugas Anda adalah menjadi suportif dan bijaksana, bukan menuntut mereka berubah atau menghakimi mereka.

  1. Terbukalah

Pastikan orang yang Anda sayang dapat berbicara dengan Anda tanpa merasa terhakimi. Buat dia nyaman dan dapat bercerita terbuka mengenai apa yang dirasakannya. Akhirnya, beberapa stigma seputar kesehatan mental terangkat, dan penting bagi kita semua untuk mempertahankan hal itu dan memastikan tidak merasa benar-benar sendirian.

  1. Jadilah penyemangat

Biarkan orang tersebut berbicara tentang ketakutan mereka, dan kemudian cobalah untuk membantu mereka keluar dari pola pikir cemas mereka. Dorong mereka untuk mendorong batas-batas yang mereka bisa, dan berada di sana untuk membantu jika memungkinkan. Tapi jangan kehilangan kesabaran jika mereka belum siap – mereka perlu mengatur langkah mereka sendiri. Terus berikan dukungan dan semangat agar mereka bisa tetap merasa positif di tengah kecemasan yang mereka alami.

  1. Bangun kepercayaan diri mereka

Ketika kita mulai kehilangan harapan pada diri kita sendiri dan kemampuan kita, kita merasa kewalahan dan berkecil hati. Jadi dorong orang tersebut untuk melihat masa depan yang positif, pastikan mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian atau tidak berdaya. Anda dapat membantu mereka dengan memotivasi dan mendukung. Jangan pernah meremehkan atau mematahkan harapan mereka akan suatu hal. Hal ini akan membuat mereka down dan Anda harus memulai dari awal lagi untuk menyemangati mereka.

  1. Sabar

Orang-orang akan menerima bantuan ketika itu tepat untuk mereka, dan Anda tidak dapat menuntut seseorang untuk mendengarkan Anda. Ketahuilah bahwa waktunya mungkin tidak tepat untuk mereka, dan bahwa mereka mungkin membutuhkan lebih banyak bantuan profesional daripada yang dapat Anda tawarkan. Beri mereka waktu untuk dapat menerima Anda, karena bahkan terkadang mereka belum  bisa menerima diri mereka sendiri. Selalu berikan hal terbaik untuk mereka dan dapatkan kepercayaannya. Satu hal yang harus Anda ingat jika sudah mendapatkan kepercayaan tersebut adalah menjaganya. Jangan sampai Anda menodai kepercayaan yang sudah didapatkan.

Baca Juga :

13 Cara Mengatasi Anxiety Agar Tetap Tenang

5 Tanda Kamu Memiliki Gangguan Kecemasan Berlebihan. Segera Hilangkan Kebiasaan Ini!

Minum Green Coffee Untuk Menurunkan Berat Badan Tanpa Diet dan Olahraga

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like

9 Manfaat Kesehatan Yang Mengesankan Dari Adas Manis

Pimpinella anisum, yang dikenal sebagai adas manis, adalah