Demi menjaga tubuh tetap sehat, kamu perlu menjaga pola makan. Bagi kamu yang sedang dalam program penurunan berat badan (diet), tentu ada banyak makanan yang kamu hindari, terutama adalah makanan berlemak.

Terdapat jenis lemak yang tersimpan di sekitar hati, pankreas, dan usus. Namun ada juga jenis lemak yang biasa ditemukan di bawah kulit, di mana ia memainkan peran dalam keseimbangan hormon, meskipun disertai dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan masalah tiroid. Kamu tidak hanya akan mendapatkan perut buncit yang tidak diinginkan, tapi kamu juga bisa membahayakan tubuh kamu ketika kamu mengonsumsi terlalu banyak makanan berlemak.

Berikut adalah daftar makanan yang meningkatkan risiko penyimpanan lemak di perut ketika dikonsumsi secara berlebihan :

  • Fruktosa

Soda dan berbagai makanan manis yang biasa kamu temukan di supermarket dikemas dengan gula halus dan atau fruktosa. WHO merekomendasikan bahwa kamu tidak boleh mengonsumsi fruktosa lebih dari 50 gram sehari, yang setara dengan sebotol cola (tergantung komposisinya).

  • Fast Food Kaya Lemak

Banyak orang memanjakan diri dengan nikmatnya burger, hotdog, french fries dan fast food lezat lainnya. Padahal, meski hanya berisi roti dan daging, makanan-makanan ini mengandung banyak lemak. Menurut ahli gizi ini, masalah lemak pada  fast food terletak pada keseimbangannya. Burger dan french fries memiliki kandungan lemak yang tinggi. Mungkin hal ini akan seimbang ketika kamu juga mengonsumsi banyak sayuran untuk membantu mencerna lemak berkat vitamin dan antioksidannya. Tapi faktanya, burger, french fries atau hot dog tidak mengandung cukup sayuran untuk menyeimbangkan kadar lemak yang kamu konsumsi.

  • Lemak trans

Lemak trans telah ditunjukkan sebagai salah satu penyebab utama dari munculnya lemak aktif yang dapat memicu lemak di perut. Kue dan kerupuk sering mengandung sirup jagung dengan fruktosa dosis tinggi ditambah lemak trans. Makanan umum lainnya seperti sirup maple buatan pabrik, frozen pizza, pembuat kopi atau margarin juga dikemas dengan lemak trans.

  • Nasi Putih

Nasi putih adalah contoh sumber karbohidrat olahan yang paling umum dan paling favorit. Di sisi lain, nasi dapat memicu meningkatnya lemak tubuh kamu dan membuat perut kamu menjadi buncit. Nah, daripada nasi putih, kamu bisa beralih pada karbohidrat lain seperti roti gandum, nasi merah, atau pasta untuk membantu tubuh kamu memproses karbohidrat dengan lebih baik karena mereka mengandung lebih banyak serat daripada nasi putih.

  • Gula halus

Siapa sangka bahwa cornflakes, coklat granola dan buah-buahan kering yang sering dianggap sebagai makanan sehat ternyata memiliki kandungan gula dan lemak yang sangat tinggi. Asupan gula yang tinggi dapat memicu penumpukan lemak yang membuat perut menjadi buncit. Alternatif yang baik adalah mengganti camilan dan sarapan tinggi gula dengan oatmeal yang bebas gula. Outmeal mengandung lebih banyak serat yang baik untuk tubuh kamu.

Ingatlah untuk menghindari konsumsi makanan-makanan berlemak untuk menjaga tubuh kamu tetap sehat. Carilah alternatif makanan yang masih sama nikmatnya tapi lebih sehat dan baik bagi tubuh kamu.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/diet-yuk-perut-buncit-ternyata-berbahaya-untuk-kesehatan-lho/

http://www.tampilcantik.com/ngak-mau-kan-perut-buncit-terus-yuk-cobain-beberapa-minuman-ini-yang-bisa-jadikan-perutmu-rata/

http://www.tampilcantik.com/malu-karena-punya-perut-buncit-makanya-jangan-malas-olahraga-yaa/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Alasan Mengapa Kamu Perlu Memiliki Pasangan Kerja

Pernahkah kamu mendengar tentang istilah “working husband” atau