Agar disukai dan diterima di mana pun berada, umumnya orang sering berusaha menunjukkan bahwa dirinya adalah orang baik yang sempurna. Tetapi nyatanya adalah tidak ada orang yang terlahir sempurna. Kita tidak bisa menyenangkan semua orang di sekitar kita dan kita seharusnya tidak berusaha untuk mencoba melakukan hal itu. Ketika kita merangkul dan menerima diri kita apa adanya, kita akan menemukan kebahagiaan sejati dan menjalani hubungan yang tulus, bukan malah menjadi apa yang orang lain inginkan dari kita.

Berikut daftar hal-hal yang harus kita hentikan agar kita dapat hidup dengan bahagia :

  • Hentikan kebiasaan “merendah untuk meninggi”

Humblebragging atau yang kerap kita kenal dengan istilah “merendah untuk meninggi” justru akan terlihat seperti kesopanan yang palsu. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang kerap humblebragging cenderung merupakan orang yang tidak tulus. Humblebragging justru bagian dari kebiasaan pamer yang mengganggu. Kalau kamu ingin pamer, langsung banggakan saja apa yang kamu ingin pamerkan. Tidak perlu merendah untuk pamer pada orang lain.

  • Traveling untuk pamer, bukan untuk menjelajah dan menikmati momen

Dewasa ini banyak orang yang terbiasa bepergian dengan tujuan untuk “posting status sosial media dan mengumpulkan like” daripada untuk menjelajahi tempat itu sendiri. Mereka melakukan hal ini untuk menimbulkan rasa iri atau membuat orang lain terkesan di media sosial. Sudah waktunya bagi kita untuk berhenti fokus pada handphone dan mulai menikmati alam. Mengabadikan momen memang penting, untuk mengingat masa-masa traveling. Tetapi pamer dan mencari perhatian itu sebenarnya tidak perlu. Jangan sampai kamu salah fokus ya.

  • Tidak menjadi diri sendiri

Terkadang kita bekerja lebih keras untuk mengesankan orang lain, misalnya dengan tampil full make up, mengenakan pakaian mewah, dan bersikap lebih ramah di depan umum. Sebenarnya hal ini bisa dianggap normal. Tetapi yang tidak normal adalah ketika kamu menjadi “orang lain” hanya untuk membuat orang terkesan dan menyukai kamu.

  • Memamerkan hubungan asmara di media sosial

Banyak pasangan yang suka memamerkan hubungan mereka di media sosial untuk menunjukkan cinta mereka. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dorongan untuk mengupload banyak postingan tentang kemesraan hubungan disebut “visibilitas hubungan”. Pasangan yang merasa tidak aman tentang hubungan mereka atau mungkin merasa sedih karena pasangan mereka, umumnya memilih menggunakan platform media sosial sebagai sarana validasi eksternal agar diri mereka merasa lebih baik. Komentar positif dari teman mereka dapat membebaskan mereka dari tekanan yang mereka alami dalam hubungan.

  • Menghabiskan banyak uang untuk pernikahan

Pernikahan banyak disalahgunakan sebagai ajang untuk memamerkan kekayaan dan mengesankan para tamu. Terkadang orang melupakan tujuan utama dari pesta pernikahan, yaitu untuk membuat momen bahagia menjadi spesial dengan orang-orang terdekat. Penelitian menunjukkan bahwa menyelenggarakan pernikahan yang mewah dan mahal justru dapat meningkatkan peluang untuk bercerai. Di sisi lain, pernikahan sederhana justru bisa memicu pernikahan yang bahagia dan langgeng.

  • Melupakan impian pribadi setelah menikah

Memiliki impian dan aspirasi adalah salah satu cara terbaik untuk berkembang dalam hidup, terutama jika kamu sudah lama memperjuangkan impian kamu dengan menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya untuk menggapai mimpimu. Semua usahamu  akan sia-sia jika kamu tergoda untuk meremehkan mimpi yang telah kamu dedikasikan dalam hidup, hanya karena kamu terhambat oleh pernikahan dan menuruti pasangan kamu yang melarangmu untuk melanjutkan mimpi. Kamu berhak mendapatkan yang terbaik dari segalanya dan kamu berhak untuk terus mengejar impian kamu.

Baca Juga :

https://www.tampilcantik.com/7-kebenaran-tentang-kehidupan-yang-jarang-diakui-orang/

https://www.tampilcantik.com/6-cara-menyelamatkan-diri-dari-orang-yang-terlalu-banyak-bicara/

https://www.tampilcantik.com/6-kegiatan-menyenangkan-yang-dapat-dilakukan-bersama-teman-teman-saat-self-isolation/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Kalimat Dukungan yang Ternyata Toxic dan Berbahaya

Di dalam hidup ini, ada suatu momen di