Menjalani hari demi hari di rumah dalam masa self quarantine atau self isolation membuat kita lebih banyak menikmati masakan rumahan yang tentu saja jauh lebih sehat daripada makanan yang biasa kita beli di luar. Namun, tahukah kamu, bahwa ternyata ada beberapa makanan sehat yang tidak boleh kita konsumsi secara berlebihan. Berikut daftarnya :

  • Wortel

Wortel mengandung beta-karoten, yang diubah oleh tubuh kamu menjadi Vitamin A. Kamu tidak akan mengalami masalah seperti  kelebihan Vitamin A, karena tubuh kamu mengubah beta-karoten menjadi vitamin A sesuai dengan kebutuhan. Teatpi, yang menjadi masalah adalah kelebihan beta-karoten dalam tubuh kamu dapat menyebabkan karotenemia, yaitu sebuah penyakit yang dapat mengubah kulit kamu menjadi kekuningan. Jadi, jika kamu terlalu banyak mengonsumsi wortel, kamu memiliki risiko mengalami Karotenemia.

  • Air

Kita wajib mengonsumsi air untuk menghidrasi tubuh. Tapi, terlalu banyak mengonsumsi air dapat menciptakan ketidakseimbangan elektrolit dengan mengirimkan kadar natrium ketika ginjal kamu tidak dapat memprosesnya lagi. Konsekuensi lain pada beberapa kasus ekstrem, adalah penumpukan air di otak yang membuat otak membengkak dan meningkatkan tekanan karena tengkorak manusia tidak dapat meregang. Meskipun risiko ini sangat jarang, tapi kedua kasus telah terjadi pada atlet yang mengonsumsi terlalu banyak air untuk rehidrasi setelah sesi latihan yang panjang.

  • Kombucha

Minuman Cina yang menaklukkan dunia foodie ini datang dengan berbagai manfaat pencernaan dan dikatakan dapat meningkatkan bakteri baik bagi usus. Namun, Kombucha mengandung senyawa yang disebut FODMAP, yaitu produk sampingan dari fermentasi ragi yang jika dikonsumsi dalam jumlah besar, dapat menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan lainnya. Jadi, jangan berlebihan ya.

  • Alpukat

Alpukat adalah buah yang mengandung serat dan banyak vitamin. Bahkan, Alpukat juga dapat membantu kamu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan menjaga sel-sel tubuh kamu karena kandungan lemak tak jenuh tunggal yang tinggi di dalamnya. Namun, satu alpukat mengandung 240 kalori yaitu sekitar 10% – 20% dari asupan kalori ideal seseorang. Mengonsumsi terlalu banyak kalori dapat menyebabkan masalah penyumbatan arteri. Jadi, usahakan untuk tidak mengonsumsi alpukat secara berlebihan ya. Cukup ½ – 1 buah saja per hari.

  • Rumput Laut

Rumput laut adalah contoh langka dari produk non-hewani yang kaya akan vitamin B12, yang menjadikannya pengganti daging yang baik dalam diet vegan dan vegetarian. Rumput laut juga telah menjadi  makanan super yang dapat membantu kamu menurunkan berat badan karena kandungan yodium dan seratnya yang tinggi. Tetapi, asupan yodium yang tinggi dan berlebih dapat menyebabkan masalah tiroid atau bahkan penambahan berat badan. Rumput laut juga mengandung logam berat dalam jumlah besar (tergantung di mana ia tumbuh). Oleh karena itu, konsumsi rumput laut secukupnya saja, ya.

  • Kedelai dan turunannya

Makanan yang berasal dari kedelai kaya akan nutrisi termasuk vitamin B, serat, potasium, magnesium dan protein berkualitas tinggi. Kedelai dianggap sebagai protein lengkap karena mengandung 9 asam amino esensial yang tidak dapat dibuat oleh tubuh. Tetapi, jika kamu baru saja mengubah pola makan kamu karena masalah tiroid, berhati-hatilah. Karena kedelai dapat mengganggu pengobatan hormon yang digunakan untuk mengobati hipotiroidisme pada pasien wanita. Meskipun belum dilakukan penelitian lebih lanjut, sebaiknya kamu berhati-hati dan tidak mengonsumsi produk kedelai secara berlebihan.

Baca Juga :

http://www.tampilcantik.com/suka-bubble-tea-waspadai-risikonya-jika-konsumsi-berlebihan/

http://www.tampilcantik.com/make-up-bold-tanpa-terlalu-berlebihan-dengan-tips-berikut-ini/

http://www.tampilcantik.com/ternyata-olahraga-berlebihan-itu-tidak-baik-yuk-atur-lagi-jadwal-olahraga-untuk-dietmu/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Himbauan WHO Tentang Kewajiban Penggunaan Masker di Tengah Pandemi COVID-19

Masker harus digunakan sebagai upaya untuk menekan penularan