Apakah kamu pernah mendengar mitos-mitos tentang menstruasi yang beredar di masyarakat? Seperti misalnya tidak boleh keramas saat sedang menstruasi, atau tidak boleh pergi ke pantai saat sedang menstruasi, dan masih banyak lagi. Nah, berikut adalah beberapa mitos umum tentang menstruasi beserta penjelasan yang harus kamu ketahui :

  • Kamu tidak boleh mandi

Beberapa gadis menghindari mandi selama periode menstruasi, karena mereka berpikir bahwa air panas dapat mendorong pendarahan. Ada pula yang berpikir bahwa mandi akan membuat mereka terkena infeksi. Tapi faktanya, menstruasi bukan luka yang berdarah, jadi  air tidak akan pernah bisa melakukan hal-hal yang kamu takutkan.

Mandi air hangat justru bisa membantu. Air panas dapat meningkatkan kerja pembuluh darah, melemaskan otot-otot halus kamu dan mengurangi kram menstruasi. Jadi, ada kemungkinan kamu akan merasa jauh lebih baik setelah mandi.

  • Kamu tidak boleh berenang di kolam renang atau perairan terbuka

Banyak orang berpikir bahwa berenang saat menstruasi akan buruk bagi kesehatan, tetapi faktanya, hal itu tidak benar. Tampon atau menstrual cup tidak akan membiarkan air masuk ke dalam vagina. Kedua, berenang, serta olahraga lainnya dapat mengurangi rasa nyeri akibat menstruasi. Untuk menghindari iritasi kulit setelah berenang di kolam renang, mandilah dan kenakan pakaian bersih. Jangan lupa mengganti tampon atau menstrual cup yang kamu gunakan.

  • Lebih baik menunda keramas saat sedang menstruasi

Para ilmuwan benar-benar tertarik untuk mempelajari kasus ini dan mereka telah menemukan bahwa keramas saat menstruasi tidak memiliki dampak pada produksi sebum rambut. Kamu tidak perlu khawatir untuk menata rambut, mewarnai rambut atau keramas saat sedang menstruasi.

  • Minuman keras dapat memengaruhi siklus menstruasi

Ini semua tentang dosis minuman yang kamu konsumsi. Wanita yang mengonsumsi alkohol terlalu banyak cenderung mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Penyalahgunaan alkohol memiliki pengaruh buruk pada seluruh tubuh, bukan hanya pada sistem reproduksi. Jika kamu ingin minum anggur, beer atau koktail selama haid, tidak apa-apa. Studi menunjukkan bahwa minum dalam jumlah sedang tidak akan merusak fase siklus menstruasi kamu.

  • Kamu harus menahan kram atau sakit perut akibat menstruasi

Hampir semua wanita mengalami rasa sakit dan nyeri haid, tetapi intensitasnya dapat bervariasi. Dari 45% – 93% wanita menderita dismenore. Kemudian 3% – 33% di antaranya mengalami nyeri yang parah. Gejalanya sampai menyebabkan suhu tubuh tinggi, muntah, pusing dan muncul pula gejala menyiksa lainnya yang membuat aktivitas terganggu selama 1 – 3 hari.  

Kamu tidak bisa sembarangan menyebut bahwa nyeri haid yang kamu rasakan adalah hal biasa yang wajar dialami semua wanita. Jika nyeri yang kamu rasakan sangat mengganggu kehidupan dan rutinitas, kamu harus mengunjungi dokter kandungan dan mendapatkan perawatan.

  • Kamu tidak akan hamil selama menstruasi

Ini adalah salah satu mitos yang paling umum. Faktanya, kesuburan wanita memang tidak begitu kuat selama periode menstruasi. Tingkat kesuburan terkuat adalah 12 – 16 hari sebelum siklus. Meski begitu, jangan lupa bahwa pada beberapa wanita, siklus bisa berlangsung selama 21 hari, bukan 28 hari dan ada kemungkinan siklusnya tidak teratur. Sperma yang masuk dalam tubuh wanita bisa menjaga kemampuan pembuahan selama 5 – 7 hari. Jadi, jika kamu melakukan hubungan seks tanpa kondom  selama menstruasi, ini bisa bertepatan dengan periode ovulasi dan ada kemungkinan kamu bisa hamil.

Baca Juga :

https://www.tampilcantik.com/ingin-berenang-tapi-sedang-menstruasi-berikut-adalah-9-tampon-yang-sangat-cocok-untuk-berenang/

https://www.tampilcantik.com/7-hal-mengejutkan-yang-seharusnya-tidak-pernah-kamu-lakukan-saat-menstruasi/

https://www.tampilcantik.com/mual-saat-menstruasi-bisa-diatasi-dengan-cara-ini-ladies/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Sering Duduk Menyilangkan Kaki? Hati-hati, Kamu Bisa Mengalami 5 Masalah Ini, Loh

Semua orang memiliki kebiasaan atau cara duduk masing-masing.