Dengan berbagai tren skincare yang marak di dunia saat ini, kamu mungkin sudah menemukan rutinitas perawatan kulit yang kamu sukai. Tapi tahukah kamu, dari sekian banyak tren kecantikan yang masuk dan keluar dari tren media sosial, ternyata praktik mengurangi produk perawatan kulit untuk sementara waktu bisa benar-benar bermanfaat untuk kulit kamu.

Wah, tentu berita baik bagi kamu yang anti ribet dan tidak suka kebanyakan produk skincare, ya? Mengurangi rutinitas perawatan kulit kamu sehari-hari adalah hal yang baik untuk dilakukan. Skin Fasting atau puasa kulit muncul dari ide berikut ini :  “Meminimalkan rutinitas perawatan kulit kamu atau bahkan tidak melakukannya sama sekali dalam waktu yang ditentukan akan memungkinkan kulit kamu untuk melakukan reset”.

Apa manfaat potensial dari Skin Fasting?

What Is Skin Fasting – And Should You Be Doing It? | British Vogue

Deanne Robinson, seorang dokter kulit bersertifikat di berbasis di Westport, Connecticut menjelaskan bahwa bahwa ketika kita menggunakan produk perawatan kulit, pada dasarnya kita sedang melatih kulit kita tentang apa yang harus dilakukan. Sehingga dengan demikian hal ini akan membuang siklus alami kulit yang mampu mengatur dirinya sendiri.

Sebagai contoh, mengoleskan pelembab atau minyak wajah dapat memberi sinyal ke sel-sel kulit kita bahwa itu tidak perlu menghasilkan sebum alami karena kita sudah menutupinya.  Dengan menanggalkan sementara penggunaan produk skincare melalui skin fasting, maka kamu akan memungkinkan kulit kamu kembali pada rutinitas alaminya.

Dengan kata lain, menghilangkan semua produk perawatan kulit, akan memungkinkan kulit kamu untuk ‘reset’ dan pada akhirnya meningkatkan fungsi kulit kamu.

Bagaimana cara melakukan Skin Fasting?

Skin fasting tampaknya memunculkan pendapat yang berbeda-beda. Tapi orang dapat menyamakan pandangan ini dengan banyak variasi atau cara skin fasting yang semuanya masih memiliki tujuan serupa, yaitu untuk memberikan kulit kamu waktu dan ruang bebas dari zat aditif dalam produk skincare supaya kulit dapat menekan tombol reset dan menyembuhkan dirinya sendiri dari dalam.

Karena kulit setiap orang berbeda, jadi apa yang bekerja untuk satu orang bisa jadi tidak bekerja untuk orang lain. Meski begitu, ahli mengingatkan agar kamu tidak menghapus semua produk perawatan kulit kamu secara bersamaan. Membatasi penggunaan produk perawatan kulit dari waktu ke waktu dapat bermanfaat terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.

Dari mana kamu harus mulai skin fasting dan siapa yang harus mencobanya?

Dalam kasus iritasi kulit seperti kulit kering atau reaksi negatif lainnya, menghentikan produk skincare yang memiliki bahan aktif akan sangat diperlukan untuk memungkinkan kulit sembuh.  

Jika kamu merasa kulit kamu perlu istirahat dari produk perawatan kulit, maka cobalah melepaskan produk-produk skincare satu per satu dari rutinitas kamu, hingga kulit kamu terasa normal kembali. Begitu kulit kamu kembali normal, kamu bisa kembali menggunakan produk satu per satu.

Tapi ingat, ada satu produk skincare yang tidak boleh kamu masukkan ke dalam daftar produk yang harus kamu hentikan. Produk ini adalah sunblock. Para ahli tidak menyarankan kulit untuk puasa SPF. Selain itu, bagi mereka yang memiliki kulit berjerawat, tentu skin fasting dengan menjauhkan diri dari produk yang mencegah dan mengobati jerawat, justru akan membuat kulit makin berjerawat. Sehingga jika kamu memiliki kulit berjerawat, kamu tetap harus menggunakan produk skincare untuk menyembuhkan jerawat kamu.

Baca Juga :

https://www.tampilcantik.com/pernah-terpikirkan-apa-yang-terjadi-pada-kulit-wajah-ketika-kita-berpuasa-dan-kekurangan-cairan/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

6 Tren Nail art yang Akan Booming di Tahun 2021

Jika kamu membaca artikel ini, maka SELAMAT! Kamu