Sebagai orang tua, kita cenderung percaya bahwa kita selalu melakukan yang terbaik untuk anak-anak kita.  Namun, di dunia ini ada ayah yang tidak tahu cara mendisiplinkan anak dan akhirnya justru bisa menghancurkan hubungan mereka. Misalnya, ayah yang terlalu protektif dapat meningkatkan ketakutan dalam kehidupan anak mereka.

Berikut ini adalah beberapa daftar kebiasaan salah yang biasa dilakukan orang tua (terutama ayah) pada anak laki-lakinya :

  • Terlalu protektif terhadap waktu bermain anak
Terlalu Protektif terhadap Anak, Ini Akibatnya - Info Sehat Klikdokter.com

Ayah memainkan peran penting dalam pertumbuhan putra mereka di sekolah.  Biasanya, ayah menggunakan kata-kata yang berbeda dari kata ibu saat berbicara dengan putra mereka dan ini membantu dalam membangun keterampilan komunikasi yang lebih baik.  Namun, jika orang tua selalu mengontrol waktu bermain, anak akan kesulitan membangun hubungan dengan teman. 

  • Menghindari menghabiskan waktu bersama anak

Sering kali pekerjaan selalu menghalangi, dan akhirnya ayah hanya melihat putra kesayangan selama beberapa menit saja. Kebiasaan ini tidak baik untuk anak dan orang tua.  Ingatlah bahwa kehadiran orang tua akan meningkatkan harga diri anak, membantunya melalui beberapa masalah masa kecil, dan orang tua akan selangkah lebih dekat untuk terhubung dengan anak.

  • Menyembunyikan situasi berbahaya untuknya
7 Jenis Kekerasan Orang Tua Terhadap Anak - Dokter Indonesia

Tidak membiarkan anak menghadapi atau mengalami bahaya, akan membuat mereka lebih takut.  Menunjukkan “ada bahaya” saat kamu melihatnya, dapat berdampak buruk pada mereka.  Ini karena anak-anak yang jarang mengambil risiko ketika mereka masih kecil, tidak akan memiliki keterampilan untuk menjadi orang dewasa yang mandiri. 

  • Tidak membiarkan anak menunjukkan emosinya

Sementara kebanyakan anak perempuan didorong untuk mengekspresikan emosi mereka dan bahkan mendapatkan bantuan untuk melakukannya, anak laki-laki biasanya diajari untuk menyembunyikan emosi. Misalnya, Ayah memarahi anak laki-laki yang menangis dan menyuruh mereka berhenti menangis.

Nah, hasil dari menekan emosi anak akan terwujud lebih awal dalam kehidupan dan mempengaruhi masa depannya.  Jika anak tidak tahu bagaimana cara mengatasi masalah emosionalnya, ia akan mengalami  stres, gangguan kecemasan, serta tidak mampu menjalin persahabatan untuk waktu yang lama.

  • Mendisiplinkan anak tanpa menunjukkan kasih

Putra kamu membutuhkan disiplin dan bimbingan, tetapi tidak dalam bentuk hukuman.  Sebaliknya, kamu ada untuk menetapkan aturan dan batasan yang masuk akal untuknya dan untuk mengingatkan dia bahwa setiap tindakan ada konsekuensinya. 

Namun, melakukan ini tanpa menambahkan cinta dan justru berteriak sepanjang waktu, kemungkinan besar akan membuat anak kamu takut pada kamu dan ia akan tumbuh menjadi pribadi yang agresif.

  • Menyembunyikan kegagalan

Cara terbaik yang kita pelajari dalam hidup adalah mengalami sebuah kegagalan.  Tetapi jika kamu melihat orang lain gagal, kamu akan berpikir dua kali sebelum mengambil langkah yang sama.  Jadi, jika kamu menyembunyikan keputusan buruk dan rintangan yang tidak dapat kamu atasi, putra kamu dapat ditakdirkan untuk mengulangi kesalahan yang sama.

Jika kamu menunjukkan kepadanya bagaimana belajar dari kesalahan, dengan belajar dari kesalahan kamu sendiri, putra kamu akan menggunakan teladan kamu dan memahami bahwa dia tidak perlu takut akan kesalahan, dia akan menerimanya dan menggunakannya untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi dan mengatasi tantangan yang lebih besar.

  • Tidak menghormati ibunya / Tidak menghormati istri

Jika putra kamu melihat betapa ayahnya selalu marah, kesal, dan tidak menghormati ibunya, kamu tidak akan menetapkan fondasi yang baik untuk hubungannya dengan pasangan di masa depannya.  Dia harus melihat bagaimana ayah mengungkapkan cinta kepada ibu.  Bahkan jika ayah dan ibu bercerai, ayah harus melakukan apa yang bisa dilakukannya untuk memperlakukan ibu dengan hormat.  Dengan cara ini, ayah akan menjadi teladan bagi putranya tentang cara memperlakukan saudara perempuannya, ibu,  setiap wanita di luar sana, terutama calon istrinya di masa depan.

Baca Juga :

https://www.tampilcantik.com/6-masalah-psikologis-yang-harus-diatasi-sebelum-memutuskan-untuk-punya-anak/

https://www.tampilcantik.com/alasan-mengapa-anak-yang-lebih-tua-tidak-boleh-mengasuh-adiknya/

https://www.tampilcantik.com/perubahan-peran-dalam-hubungan-ibu-dan-anak-seiring-berjalannya-waktu/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Rumah Kamu Sesak? 7 Barang Ini Bisa Kamu Buang!

Rumah yang berantakan bisa membuat kita merasa stres.