Ketika anak pertama tumbuh menjadi cukup dewasa, biasanya orang tua akan meminta anak pertama untuk membantu di sekitar rumah. Tak jarang, orang tua meminta anak pertama untuk menjaga adik-adiknya selagi orang tua bekerja atau melakukan pekerjaan rumah lainnya.

Tetapi tahukah kamu? Ternyata tidaklah selalu baik untuk menjadikan anak pertama sebagai pengasuh untuk adik mereka, karena ini dapat menyebabkan dampak negatif bagi psikis anak pertama.

Berikut adalah alasan mengapa kamu tidak boleh membiarkan anak pertamamu mengasuh adik-adiknya :

  • Kamu Memberi Mereka Terlalu Banyak Tanggung Jawab
Menanamkan Sikap Tanggung jawab Sejak Dini - Janethes

Ketika kamu meminta anak pertamamu untuk menjaga adik-adiknya, tentu kamu membebankan tanggung jawab kepada anak pertamamu. Memang, kadar tanggung jawab bisa beragam. Ada perbedaan besar antara meminta tolong anak pertama untuk menjaga adik ketika kamu sedang memasak makan malam dan meminta anak pertama untuk menjaga adik selama berjam-jam tanpa pengawasan kamu. 

Jika anak kamu setuju untuk menjaga adiknya, maka tidak ada masalah. Tetapi sering kali anak yang lebih tua merasa tidak punya pilihan selain tumbuh dewasa untuk “bertanggung jawab mengasuh adik”. Akibatnya, tugas ini berubah menjadi beban yang tidak diinginkan bagi anak.

Harus selalu ada garis antara membantu meringankan tanggung jawabmu dan menanggung tanggung jawab kamu secara penuh. Kamu harus sadar bahwa anak kamu seharusnya tidak bertindak sebagai orang tua bagi adik-adiknya.

Jangan lupa bahwa seberapa dewasa pun perilaku anak kamu, mereka tetaplah anak-anak dan mereka tidak siap untuk mengambil banyak tanggung jawab, termasuk tanggung jawab untuk mengasuh adik-adiknya. Mereka tidak mampu menangani beberapa situasi, misalnya jika ada kecelakaan terjadi, mereka akan diliputi rasa bersalah yang selalu membebani mereka.

  • Sadarilah Bahwa Anak Kamu Bukan Babysitter Profesional

Anak yang lebih tua memang dapat diminta tolong sebagai pengasuh bagi adik-adiknya jika orang tua tidak mampu membayar babysitter profesional. Tetapi, dalam hal ini, kamu tidak boleh mengharapkan tingkat pengabdian dan profesionalisme yang sama seperti babysitter. Anak kamu belum dilatih untuk mengganti popok, dan mereka tidak tahu bagaimana cara memberi makan bayi dengan benar atau bagaimana cara merespons kemarahan balita. Kamu harus memastikan bahwa tugas yang dilakukan anak yang lebih tua dipilih sesuai dengan usia mereka.

  • Anak Yang Lebih Tua Mengorbankan Masa Kecil Mereka

Sering kali, seorang anak dalam keluarga memiliki kewajiban yang jauh lebih sedikit daripada anak lainnya. Contoh, setelah melakukan tugas rutin seperti membersihkan kamar atau mengerjakan PR, anak-anak dapat pergi keluar untuk bermain dengan teman-teman mereka, menonton film favorit atau melakukan apa pun yang mereka inginkan.

Tetapi di sisi lain, hal ini tidak dapat dilakukan oleh anak yang lebih tua karena mereka masih harus menjaga adik-adik mereka. Bagi anak yang lebih tua, selalu ada pekerjaan untuk menjaga adik, untuk membantu pekerjaan rumah, dll. Orang tua sering membuat anak yang lebih tua menghentikan kegiatan remaja mereka untuk melakukan ini dan itu demi membantu orang tua.

Kamu perlu menyadari bahwa penting bagi anak-anak kamu untuk mempertahankan masa kecil atau masa remaja mereka sendiri. Mereka adalah anak-anak yang membutuhkan masa-masa untuk bersenang-senang dan menghabiskan waktu bersama teman sebaya, bukan malah menghabiskan waktu untuk mengganti popok adik, membantu membersihkan toilet, memasak, dsb. Biarkan anak kamu menikmati dunianya dan jangan paksa mereka untuk menanggung tanggung jawab kamu.

  • Kamu Dapat Membuat Hubungan Antara Anak-Anak Kamu Menjadi Buruk

Memaksa anak yang lebih besar untuk mengawasi adik mereka secara teratur dapat menyebabkan mereka menyimpan rasa dendam. Mereka mungkin merasa bahwa kamu memberi terlalu banyak tekanan dan tanggung jawab pada mereka. Akibatnya, mereka mungkin mulai mengalami perasaan negatif terhadap adik-adik mereka.

  • Mengasuh Adik Bukanlah Pekerjaan Anak-anak

Orang tua sering mengharapkan anak-anak yang lebih besar untuk menjaga adik mereka dengan harapan mendapatkan babysitter secara gratis. Tetapi tentu saja sebagian besar remaja tidak setuju dengan itu. Mereka sudah bisa menyadari dan melihat bahwa seorang pengasuh anak profesional di keluarga lain dibayar untuk menjaga anak-anak. Tentu saja, anak remaja akan merasa tidak adil atas tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka secara gratis.  

Jika kamu akan memanfaatkan bantuan anak-anak kamu sebagai pengasuh bagi adik-adik mereka, maka tidak perlu membahas tentang imbalan. Tetapi jika menjaga adik-adik adalah kegiatan rutin bagi anak kamu dan itu membutuhkan sebagian besar waktu anak kamu, maka kamu harus memberi kompensasi yang sesuai, karena kamu telah membebankan tanggung jawab besar yang seharusnya tidak diterima oleh anak kamu.

Kompensasi tidak harus tentang uang. Kamu dapat membiarkan anak kamu menggunakan mobil, misalnya (jika mereka sudah cukup umur). Atau kamu juga dapat memberi mereka beberapa hak istimewa. Atau mungkin kamu bisa memberikan kepada anak kamu hal-hal yang mereka inginkan, seperti tiket konser atau gadget baru.

Baca Juga :

https://www.tampilcantik.com/7-kesalahan-parenting-yang-dapat-merusak-masa-depan-anak/

https://www.tampilcantik.com/pernah-ngak-sih-kamu-ngerasain-suami-kamu-berubah-usai-kamu-memiliki-anak-ini-lho-penyebabnya/

https://www.tampilcantik.com/inilah-alasan-kenapa-anak-jaman-sekarang-susah-untuk-berkomitmen/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Ubah Taman di Rumah Menjadi Negeri Dongeng Dengan 20 Bunga yang Mekar di Malam Hari

Sejak pandemi virus COVID-19 yang melanda dunia, banyak